6 Penyebab Penyakit Kolesterol Tinggi – Ternyata Gejalanya Sulit Dikenali

By | May 6, 2021

6 Penyebab Penyakit Kolesterol Tinggi

 

 

Memiliki kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan yang sangat serius, bahkan beberapa diantaranya begitu mematikan. Beberapa yang paling dominan muncul bisa berupa aterosklerosis, serangan jantung, stroke, serangan iskemik transien, dan penyakit arteri perifer.

Sayangnya, kondisi kolesterol tinggi cenderung tidak memiliki gejala apapun, sampai penyakit benar-benar ada di kisaran parah dan memicu satu atau lebih komplikasi yang sudah disebutkan di atas.

Tentu saja, ada penyakit ada sebab. Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh pun tentunya bisa disebabkan oleh berbagai macam kebiasaan dan penyakit yang mungkin sudah kami derita saat ini.

Dikarenakan kondisi kolesterol yang tinggi sangat sulit untuk dikenali, maka akan lebih baik untuk segera mengubah kebiasaan yang menjadi penyebabnya tersebut. Faktor resikonya juga harus kamu perhatikan dan lakukan pencegahan bila memungkinkan.

Lantas, apa saja sih yang menjadi penyebab kita terkena kolesterol tinggi? Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah daftarnya.

  1. Pola Makan yang Buruk

Secara sederhananya, asupan makanan yang tinggi akan kolesterol tentunya bisa meningkatkan kadar lemak dalam darah kamu. Tetapi sayangnya, faktor resiko yang satu ini cukup sulit untuk kita hindari. Pasalnya, kebanyakan makanan pemicu kolesterol tinggi cenderung lebih memiliki rasa yang enak dibandingkan dengan makanan sehat.

Selain itu, makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti yang bisa kita temukan dalam makanan instan terproses juga sangatlah berkontribusi besar terhadap penumpukan kolesterol di dalam tubuh kita.

Bahkan makanan sehat seperti dagnig merah dan susu pun bisa menjadi biang keladinya. Bedanya, makanan sehat masih diperbolehkan dengan kadar yang telah ditentukan oleh para dokter.

Setidaknya, ada 15 makanan pemicu tingginya kolesterol dalam tubuh kita (termasuk yang menyehatkan), diantaranya adalah jeroan hati, kue panggang, margarin, popcorn microwave, kue kemasan, kerang, keju, hamburger, ayam goreng, kentang goreng, keju krim, es krim, kuning telur, mentega, dan daging merah.

Jika kamu memang sudah memiliki kondisi kolesterol tinggi, harap hindari ke-15 contoh makanan yang sudah disebutkan di atas. Tetapi jika tubuh kamu sehat dan ingin mencegah munculnya kondisi kolesterol tinggi, kurangi saja asupannya hingga 1 porsi per minggu.

2. Jarang Berolahraga

Jarang beraktivitas fisik dan memiliki gaya hidup mager tentunya bisa menurunkan kadar HDL yang baik di tubuh. Jika kadar kolesterol baik kita tersebut rendah, maka tidak akan mampu menghilangkan kolesterol jahat LDL dari dalam arteri kita.

Bahkan jika gaya hidup mager ini digabungkan dengan pemilihan pola makan yang buruk, maka bisa meningkatkan kadar kolesterol dengan sangat cepat berkali-kali lipat.

Dengan begitu, rajin berolahraga (misalnya aerobik) sangatlah penting untuk dilakukan setidaknya selama 150 menit setiap minggunya, atau 30 menit per hari dan dilakukan 5 kali setiap minggu. Fakta bahkan menyebutkan bahwa cara ini sudah cukup untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi secara efektif.

3. Kegemukan

Diet dan aktivitas fisik sangatlah memberikan dampak yang besar terhadap kadar kolesterol dalam darah kita secara keseluruhan. Jika tidak dilakukan, selain bisa meningkatkan kadar kolesterol buruk dalam tubuh, juga ada ancaman lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu kegemukan dan obesitas.

Bahkan berat badan berlebih sendiri bisa memicu meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh kita, sehingga menjadi 3 kali serangan beruntun bagi tubuh kita untuk mengembangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Tetapi bukan berarti berat badan ramping atau kurus bisa terhindar dari kolesterol tinggi. Faktanya, siapapun bisa memiliki kondisi ini jika jarang berolahraga dan doyan mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Hanya saja, orang gemuk lebih rentan terkena daripada orang kurus.

4. Merokok

Memang terlihat seperti tidak ada kaitannya sama sekali, tetapi penelitian sudah mampu membuktikkannya. Ini terjadi karena kebiasaan merokok bisa membuat kolesterol LDL kamu menjadi lebih lengket, sehinga cenderung menempel di dinding arteri dan menyumbatnya.

Di saat yang bersamaan, kebiasaan buruk ini bisa mengurangi kadar HDL secara signifikan. Seperti yang sudah tertulis di atas, semakin rendah tingkat HDL dalam tubuh, maka semakin tinggi pula LDL yang kamu miliki.

Tak berhenti sampai di sana, kebiasaan merokok juga bisa menimbulkan lemak dalam darah, yang kita kenal dengan sebutan trigliserida. Seiring dengan berjalannya waktu, trigliserida tersebut berpotensi menyebabkan penumpukan plak seperti lilin di dalam arteri, yang kemudian memicu serangan jantung atau penyakit jantung yang lainnya.

Sebaliknya, jika kita mampu berhenti merokok, maka profil kolesterol kita akan mulai membaik dengan sendirinya. Kolesterol HDL akan kembali meningkat secara alami dan mampu memberantas kolesterol buruk LDL secara bertahap.

Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa status kolesterol kita akan membaik tepat setelah berhenti merokok hanya dalam kurun waktu 6 minggu saja.

5. Faktor Genetik

Mungkin ini adalah salah satu penyebab yang tidak bisa kamu hindari, akan tetapi masih bisa dikurangi resikonya dengan menghindari 3 kebiasaan buruk di atas (pola makan, gaya hidup mager, dan merokok).

Tingginya kolesterol dalam darah yang terkait dengan faktor genetik biasanya disebabkan oleh penerusan gen dari orang tua ke anak, seperti jenis gen yang mengkode reseptor yang rusak. Kondisi ini kemudian dikenal dengan sebutan hiperkolesterolemia familial, atau kondisi tingginya kolesterol yang diturunkan.

Untungnya, masih ada obat yang secara substansial mampu menurunkan kadar kolesterol LDL. Perawatan yang paling umum diberikan adalah terapi obat statin, yang mana bekerja dengan cara memblokir enzim penghasil kolesterol di hati dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan kolesterol dari dalam darah. Tentu saja, obat ini harus kamu dapatkan berdasarkan resep dokter.

6. Memiliki Penyakit Tertentu

Kolesterol tinggi memang bisa mengundang berbagai macam penyakit mengerikan. Tetapi perlu dicatat juga bahwa kondisi ini pun seringkali menjadi gejala dari penyakit lain. Dengan begitu, penyakit yang menyebabkan kolesterol tinggi bisa menjadi rantai penyakit lainnya.

Faktor resiko ini merupakan penyebab yang paling mengerikan sekaligus berbahaya, jadi ada baiknya kamu senantiasa mengobati masalah medis yang membuat kadar kolesterol dalam darah kamu tetap tinggi, beberapa diantaranya adalah:

Ø  Diabetes. Menurut American Heart Association menyatakan bahwa diabetes seringkali menurunkan kadar kolesterol baik HDL dan meningkatkan trigliserida, serta LDL. Untuk alasan inilah, diabetes seringkali memicu munculnya penyakit jantung dan stroke.

Ø  Penyakit Ginjal. Penyakit ini bisa memicu peradangan di arteri bersama dengan tekanan darah tinggi yang merusak dinding arteri, sehingga memicu kolesterol jahat LDL menempel di tubuh kita. Di saat yang bersamaan, kolesterol tinggi juga bisa memicu penyakit ginjal, sehingga lingkaran setan pun akan terjadi di sini.

Ø  Hipotiroidisme. Bahkan orang dengan kadar tiroid yang rendah (hipotiroidisme subklinis) bisa memiliki kadar kolesterol LDL yang lebih tinggi dari normal.

Kolesterol yang tinggi memang tidak akan membunuh kita secara langsung, akan tetapi komplikasinya yang bisa begitu berbahaya. Bila tubuh kita memiliki lebih banyak kolesterol yang dibutuhkan, maka bisa memicu penumpukan plak di arteri, sehingga menyumbat aliran darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Untungnya, kondisi kolesterol tinggi kita masih bisa dicegah dan diobati dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Bicarakan dengan dokter jika kondisi ini dipicu oleh faktor genetik agar kamu mendapatkan pengobatan yang lebih layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.