6 Cara Mengobati Hernia. Kondisi Turun Berok yang Membutuhkan Operasi

By | February 19, 2021

6 Cara Mengobati Hernia. Kondisi Turun Berok yang Membutuhkan Operasi

Hernia terjadi ketika organ dalam tubuh anda mendorong keluar melalui lubang di otot atau jaringan yang menahannya. Misalnya, organ usus yang bisa menembus area yang melemah di dinding perut anda.
Dikenal pula dengan sebutan turun berok, kebanyakan kasus hernia terjadi di area perut antara dada dan pinggul, tetapi tak menutup kemungkinan pula jika ia bisa muncul di area paha atas dan bahkan selangkangan.
Meskipun penyakit ini tidak akan mengancam nyawa anda secara langsung, tetapi masih tetap harus menjalani perawatan dari dokter karena tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan seringkali anda pun harus menjalani operasi untuk mencegah munculnya komplikasi berbahaya.

Penyebab Turun Berok

Turun berok sendiri disebabkan oleh kombinasi antara otot yang melemah dan menegang. Tergantung pada penyebabnya, kondisi ini dapat berkembang dengan cepat atau dalam jangka waktu yang lumayan lama.
Beberapa penyebab lainnya bisa berupa:
    Kondisi bawaan yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim dan muncul sejak lahir
    Faktor usia atau penuaan.
    Kerusakan akibat cedera atau pembedahan.
    Batuk kronis atau gangguan paru obstruktif kronik (PPOK).
    Olahraga berat atau angkat beban.
    Kehamilan, terutama kehamilan ganda.
    Sembelit, yang menyebabkan anda mengejan saat buang air besar.
    Kelebihan berat badan atau obesitas.
    Cairan di perut atau asites
Tetapi apapun penyebab yang mendasarinya, cara mengobati hernia seseorang cenderung sama. Perlu diingat pula bahwa sebagian besar pengobatan haruslah dilakukan oleh para ahli kesehatan profesional dan dokter.

6 Cara Mengobati Hernia

Adapun cara mengobati hernia sudah kami tuliskan di bawah ini secara lengkap.

1. Memonitor Penyakit

Meskipun prosedur operasi merupakan langkah paling akurat dan cepat dalam mengatasi hernia, tetapi biasanya para dokter akan memonitor gangguan tersebut terlebih dahulu. Jika turun berok anda cenderung tidak mengganggu dan tanpa rasa sakit, maka anda bisa menunda operasi.
Banyak orang yang bisa menunda operasi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya, hingga akhirnya pembedahan pun bisa dihindari untuk jenis hernia yang kecil.
Namun, jika hernia tersebut malah semakin parah, maka operasi pun harus anda lakukan untuk menghindari munculnya komplikasi yang berbahaya.

2. Laparoskopi Perbaikan Hernia

Prosedur operasi ini dilakukan dengan cara anestasi umum dan membutuhkan selang pernafasan. Tiga setengah inci atau lebih kecil sayatan akan dibuat di bagian bawah perut anda.
Setelah itu, dokter anda akan memasukkan kamera yang disebut sebagai laparoskop ke dalam perut anda untuk memvisualisasikan defek hernia pada monitor.
Setelah prosedur operasi berhasil dilakukan, anda pun akan membutuhkan beberapa waktu untuk bisa pulih. Tetapi kebanyakan pasien bisa dipulangkan di hari yang sama atau sehari setelah pasca operasi.
Umumnya, orang bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu dua minggu saja, tetapi harus menghindari pekerjaan berat terutama yang berhubungan dengan angkat beban.
Tetap berhati-hati dan terus monitor kesehatan tubuh anda, sebab semua jenis operasi bisa saja mendatangkan masalah baru. Komplikasi utama dari setiap pengobatan yang melibatkan pembedahan biasanya adalah pendarahan dan infeksi, meskipun jarang terjadi pada laparoskopi perbaikan hernia.
Selain itu, terdapat pula resiko kecil munculnya cedera pada kandung kemih, usus, pembuluh darah, saraf atau saluran sperma menuju testis. 

3. Kenakan Sabuk Hernia

Terdapat sebuah sabuk yang bisa anda kenakan khusus bagi para penderita hernia. Jika dokter anda tidak memberikannya, anda pun bisa membeli di toko maupun secara online.
Dalam beberapa kasus, memakai hernia truss atau sabuk hernia dapat membantu meringankan gejala yang muncul. Pastikan pula berbicara dengan dokter agar anda bisa mengenakannya dengan baik dan benar.
Tetapi perlu dicatat bahwa sabuk ini hanya ditujukan untuk memberikan perasaan nyaman sementara waktu, dan tidak bisa dijadikan obat utama dalam mengatasi kondisi turun berok anda. Prosedur operasi di atas masih harus dilakukan jika hernia anda dirasa semakin parah.
Bahkan setelah anda berhasil melalui pengobatan operasi, penggunaan sabuk hernia terkadang akan terus disarankan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan lamanya.
Tetapi pada kebanyakan kasus, pembengkakan bisa berkurang hanya dalam kurun waktu dua minggu saja.

4. Makan Obat Anda

Jika anda mengalami hernia hiatus, terdapat beberapa jenis obat OTC yang bisa anda pilih untuk mengurangi asam lambung dan meredakan ketidaknyamanan yang dihasilkannya. Beberapa diantaranya berupa antasida, penghambat reseptor H-2, dan penghambat pompa proton.
Hernia hiatus sendiri terjadi ketika jaringan otot yang melemah menyebabkan perut menjadi bengkak melalui diafragma. Tidak ada penyebab yang jelas kenapa hal ini bisa terjadi, akan tetapi para peneliti menduga adanya keterkaitan antara perubahan di diafragma akibat faktor usia.
Dikarenakan kondisi ini bisa memicu munculnya asam lambung dan GERD, maka antasida seringkali dijadikan obat yang paling lazim untuk digunakan. Penghambat reseptor H-2 juga seringkali diresepkan untuk mengurangi jumlah asam lambung di perut. Jika gejala masih berlanjut hingga lebih dari satu minggu, segera periksakan diri lagi ke dokter.

5. Diet Rendah Serat

Perubahan pola makan memang tidak akan mengobati hernia anda secara langsung, akan tetapi bisa mendukung kesembuhan setelah menjalani operasi. Jenis diet tinggi serat tentunya dapat membantu meredakan sembelit yang dapat memperburuk kondisi anda saat ini.
Pada dasarnya, makanan yang kaya akan serat dapat mendukung proses BAB anda menjadi lebih teratur dan lancar, sekaligus melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan. Alhasil, ketegangan di perut pun bisa dikurangi dan resiko gejala hernia dapat anda hindari selama masa penyembuhan berlangsung.
Hindari pula makanan berserat yang mengandung asam tinggi, karena malah bisa memperparah kondisi GERD atau asam lambung anda jika tengah mengalami hernia hiatus.

6. Ubah Gaya Hidup

Gaya hidup juga sangatlah memainkan peran penting dalam mengobati hernia anda, baik itu sebelum maupun setelah operasi. Bahkan kebiasaan tertentu mampu mencegah hernia anda untuk terus berkembang.
Adapun beberapa kebiasaan yang harus anda ubah adalah sebagai berikut:
    Berhenti merokok. Pasalnya, para perokok memiliki tingkat resiko lebih tinggi terkena infeksi setelah pembedahan, jaringan dan luka, serta kambuhnya hernia pada selangkangan.
    Jaga berat badan anda, atau jalani diet menurunkan berat badan jika memiliki badan gemuk atau bahkan obesitas.
    Hindari kebiasaan mengejan saat buang air besar atau buang air kecil. Biarkan isi perut anda bergerak secara perlahan dan alami.
    Lakukan latihan yang dapat membantu memperkuat otot-otot perut anda.
    Hindari mengangkat beban yang terlalu berat, termasuk berolahraga maupun pekerjaan.
Hernia yang tidak mendapatkan perawatan akan membuatnya semakin besar dan menyakitkan. Maka dari itulah, segera periksakan diri anda ke dokter jika dirasa mengalaminya. Semakin cepat dilakukan maka akan semakin baik.
Tingkat kesuksesan dan kesembuhan dari operasi hernia sangatlah besar. Jadi, anda tidak perlu takut untuk mengobatinya. Bahkan kemungkinan kematian akibat operasi hernia hanya kurang dari 1% saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.