10 Tanda Terkena Sifilis – Ternyata Bisa Merusak Semua Organ Tubuh

By | May 10, 2021

10 Tanda Terkena Sifilis

 

Sifilis merupakan sejenis infeksi bakteri yang ditularkan secara seksual. Pada tahap awal, penyakit ini memang masih bisa diobati dan disembuhkan. Akan tetapi jika dibiarkan hingga mengkronis, maka berpotensi membuat seseorang mengalami kecacatan, gangguan neurologis, dan bahkan kematian.

Penyebab utama dari penyakit sifilis adalah terinfeksi bakteri yang bernama Treponema pallidum. Jalur penularan yang paling umum terjadi biasanya melalui kontak luka orang yang telah terinfeksi selama aktivitas seksual.

Bakteri akan masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil, lecet di kulit, atau selaput lendir. Tetapi untungnya, penyakit ini tidak bisa ditularkan melalui toilet, bak mandi, pakaian atau peralatan yang sama, gagang pintu, kolam renang, atau bahkan bak air panas. Jadi kamu masih bisa melakukan aktivitas bersama si penderita asal bukan melakukan hubungan seksual.

Setelah sembuh, sifilis tentu tidak akan kambuh lagi asalkan tidak melakukan hubungan seksual dengan para penderitanya. Maka dari itulah, pastikan kamu mengetahui berbagai macam tanda dan gejala sifilis agar bisa mencegah atau segera mendapatkan pengobatan sedini dini.

  1. Luka Kecil

Tanda paling pertama yang muncul saat seseorang terkena sifilis adalah munculnya luka kecil yang disebut sebagai chancre (baca: syangkeur). Jika muncul di bibir, luka ini mirip sekali seperti sariawan biasa. Bedanya, chancre bisa muncul di hampir semua badan, termasuk punggung dan dada.

Rasa sakit akan muncul tepat di tempat bakteri masuk ke tubuh. Kebanyakan orang yang telah terinfeksi sifilis memang biasanya hanya memiliki satu chancre saja, tetapi pada kasus yang lebih parah bisa berkembang di beberapa tempat.

Luka kecil ini biasanya berkembang sekitar tiga minggu setelah terpapar. Di saat itulah seseorang harus segera mengobati sifilis yang tengah diderita. Luka kecil ini masih dalam tahap awal dan masih bisa diobati asalkan mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Sebaliknya, jika tidak segera diobati, maka penyakit sifilis pun akan memasuki tahap kedua.

  1. Kutil

Jika sifilis tidak segera diobati setelah mendapatkan tanda pertama berupa chancre, besar kemungkinan penyakit ini akan memasuki tahap dua yang disertai dengan banyak sekali gejala bermunculan, salah satunya adalah luka mirip kutil yang tumbuh di area oral, anal, dan genital.

Kutil ini tumbuh kecil yang kebanyakan berkembang di sekitar alat kelamin atau anus. Mereka juga dikenal sebagai kutil kelamin atau condylomata acuminata.

Kutil tersebut bisa terbentuk secara terpisah atau berkelompok dengan ukuran sekitar 5 mm atau bahkan kurang. Tetapi pada beberapa kasus yang lebih parah, kutil ini bisa saja berkembang menjadi lebih besar.

Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, akan tetapi bisa terasa gatal, kemerahan, ketidaknyamanan, dan bisa berdarah.

  1. Ruam Kulit

Tanda dan gejala sifilis lainnya yang mempengaruhi area kulit adalah ruam. Kondisi ini juga termasuk ke dalam penyakit yang telah memasuki tahap 2 dan muncul sebagai bintik-bintik kasar, merah, atau coklat kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki.

Tetapi ruam juga bisa memiliki tampilan berbeda dan terjadi di bagian tubuh yang lainnya, terkadang menyerupai jenis yang disebabkan oleh penyakit lain.

  1. Nyeri Otot

Sifilis tahap 2 terkadang sulit untuk dilihat dan bahkan tidak menimbulkan rasa gatal. Sebagai gantinya, para penderitanya bisa mengalami gejala yang mirip sekali seperti flu termasuk demam ringan, rasa lelah, sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, sakit kepala, dan nyeri otot.

Rasa sakit juga bisa menyebar hingga ke punggung akibat nekrosis pada satu atau lebih ruas tulang belakang. Kondisi ini mungkin disertai dengan gangguan fungsi saraf tulang belakang di wilayah penyakit dan deformitas, akibat runtuhnya badan vertebral.

  1. Demam

Setiap kali ada bakteri atau virus yang menyerang tubuh, maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan bereaksi dan melawan balik patogen berbahaya tersebut. Sebagai efek sampingnya, tubuh kita akan mengalami demam atau bahkan menggigil, dan itu pun terjadi pada para penderita sifilis.

Banyak orang yang menderita sifilis di tahap awal, terutama setelah memasuki tahap dua akan mengalami reaksi ini 6 hingga 12 jam sekalipun sudah menjalani pengobatan.

Jika demam tersebut memang terjadi sebagai bagian dari perawatan penyakit, maka reaksi ini disebut sebagai Jarisch-Herxheimer, yang mana meliputi demam, sakit kepala, berkeringat, menggigil, dan luka sifilis yang terlihat semakin parah sementara waktu.

  1. Radang Tenggorokan

Selintas memang terlihat tak memiliki hubungan apapun, tetapi sebenarnya radang tenggorokan cukup umum terjadi pada hampir semua para penderita penyakit menular seksual jenis apapun, termasuk sifilis, gonore, herpes, dan klamidia.

Hampir semua infeksi ini menyebabkan munculnya radang dan infeksi tenggorokan terutama setelah melakukan oral seksual.

Gejala oral sifilis juga bisa menimbulkan luka di area bibir, lidah, gusi, atau tempat lain selain mulut dan tenggorokan. Penyakit ini bisa muncul sebagai bercak merah kecil dan berkembang menjadi luka terbuka yang lebih besar jika tidak segera diobati.

  1. Rambut Rontok

Kerontokan rambut dari sifilis cenderung terlihat tak merata. Kebanyakan orang biasanya akan mengalami kebotakan hanya di beberapa area kepala. Disebut juga sebagai alopecia, tanda dan gejala ini bisa menjadi satu-satunya manifestasi dari penyakit yang satu ini.

Jika seseorang sudah terkena sifilis tahap dua, maka pengobatan haruslah segera didapatkan agar terhindar dari kerontokan rambut yang lebih parah. Karena kerontokan rambut tersebut akan tumbuh kembali setelah sistem kekebalan tubuh kembali sehat 100%.

  1. Sakit Kepala

Kebanyakan pasien penderita sifilis sekunder dini cenderung mengalami sakit kepala yang terasa ringan, tumpul, atau paroksimal. Tetapi pada beberapa kasus, sakit kepala tersebut bisa lebih parah hingga membuat kekakuan pada area leher.

Dikenal pula dengan istilah neurosifilis, kondisi ini terjadi ketika penyakit sudah mempengaruhi sistem saraf kita. Bisa saja muncul tanpa gejala apapun, tetapi umumnya memicu rasa sakit di kepala.

  1. Rusaknya Organ di Tubuh

Jika sifilis tahap 2 tidak segera diobati, maka para penderitanya akan memasuki tahap laten, dimana gejala dan tanda akan hilang sama sekali dan terlihat seolah-olah sembuh dengan sendirinya. Padahal, tahap ini merupakan persiapan bagi bakteri untuk menyerang berbagai macam organ di tubuh dan memasuki tahap tersier.

Stadium ini bisa terjadi antara 10-30 tahun setelah paparan infeksi pertama kali terjadi. Pada tahap ini, kemungkinan besar organ dan sistem tubuh kita sudah dirusak parah, yang meliputi jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi.

Terdapat pula pembengkakan jaringan lunak yang bisa terjadi di hampir seluruh tubuh. Jadi tak heran, jika kerusakan organ akibat sifilis tersier seringkali berujung pada kematian. Oleh karena hal inilah, kita harus segera mendapatkan perawatan sedini mungkin jika sudah ada gejala dini yang menyerang, agar bisa kembali sembuh dan terhindar dari kematian dini akibat sifilis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.