Virilization

by -10 views

Virilization

Virilization
Virilization
Sumber gambar : http://skincarebylouisa.com

Definisi

Virilization (virilisasi) adalah terbentuknya sifat-sifat maskulin yang berlebihan, biasanya pada wanita, seringkali sebagai akibat kelenjar adrenal yang memproduksi androgen secara berlebihan (testosteron dan hormon-hormon sejenis).

  1. Virilisasi disebabkan oleh produksi androgen yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh pembesaran atau tumor kelenjar adrenal.
  2. Gejala-gejala virilisasi meliputi rambut wajah dan tubuh yang berlebihan, kebotakan, jerawat, suara yang berat, otot yang membesar, dan peningkatan gairah seks.
  3. Terjadinya perubahan-perubahan pada tubuh memudahkan dokter untuk mengenali adanya virilisasi. Tes penekanan dengan dexametason bisa membantu untuk memastikan penyebabnya.
  4. Tumor kelenjar adrenal dapat diangkat dengan pembedahan, meskipun terkadang produksi hormon yang berlebihan dapat dikurangi dengan pemberian obat-obatan.

PENYEBAB

Penyebab paling sering terjadinya virilisasi adalah pembesaran atau hiperplasi korteks adrenal. Terkadang virilisasi disebabkan oleh tumor (adenoma atau kanker) dari kelenjar adrenal. Pada kasus tertentu, virilisasi disebabkan oleh kanker di luar kelenjar adrenal yang memproduksi androgen. Penyebab virilisasi dari luar tubuh yaitu pada atlet-atlet yang memakai androgen dalam jumlah besar untuk meningkatkan massa otot, juga dapat terjadi virilisasi. Pembesaran indung telur (ovarium) akibat tumor atau kista juga dapat menyebabkan terjadinya virilisasi, tetapi biasanya bersifat ringan. 

Gejala

Gejala-gejala virilisasi tergantung pada jenis kelamin dan usia saat terkena.

Gejala virilisasi meliputi rambut wajah dan tubuh yang berlebihan (hirsutisme), kebotakan, jerawat, suara menjadi lebih berat, pembesaran otot, dan peningkatan gairah seks. 

Pada wanita, dapat terjadi pengecilan rahim, pembesaran klitoris, pengecilan payudara, dan menstruasi normal berhenti.

Pada laki-laki, hormon adrenal yang berlebihan akan menekan fungsi gonad dan menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan).

Pada anak perempuan dengan hiperplasi kelenjar adrenal kongenital, alat kelaminnya (genitalia) dapat menyerupai alat kelamin anak laki-laki. Hormon androgen yang berlebihan pada anak-anak dapat mengalami percepatan pertumbuhan. Jika tidak ditangani, lempeng pertumbuhan akan lebih cepat menutup, sehingga dapat terjadi perawakan yang pendek. Anak laki-laki dengan hormon androgen yang berlebihan dapat mencapai kematangan seksual lebih awal. 

Diagnosa

Kombinasi perubahan-perubahan pada tubuh membuat virilisasi lebih mudah untuk dikenali. Pemeriksaan kadar androgen dalam darah dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa. Jika kadar androgen dalam darah tinggi, tes penekanan dengan deksametason dapat dilakukan untuk menentukan penyebabnya, apakah dari kelenjar adrenal dan apakah suatu adenoma atau hiperplasia. Jika penyebabnya adalah hiperplasi adrenal, maka pemberian deksametason dapat menekan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon androgen. Tetapi jika penyebabnya adalah suatu adenoma atau kanker, pemberian deksametason akan mengurangi produksi hormon androgen secara parsial atau keseluruhan. Pemeriksaan radiologis, seperti CT scan atau MRI, dapat dilakukan untuk melihat kelenjar adrenal.

Pengobatan

Kanker atau adenoma kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon androgen berlebihan dapat ditangani dengan pembedahan untuk mengangkat tumor. Pada hiperplasi kelenjar adrenal, pemberian kortikosteroid dosis kecil, seperti deksametason, dapat mengurangi produksi androgen.

Virilisasi ringan akibat kista indung telur (ovarium) biasanya tidak membutuhkan penanganan. Keadaan itu biasanya dapat diatasi dengan obat-obat yang menurunkan kadar testosteron bebas, seperti obat kontrasepsi oral, atau obat-obat yang menghambat kerja testosteron.

Referensi

– Ashley B Grossman. Virilization. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/hormonal_and_metabolic_disorders/adrenal_gland_disorders/virilization.html

– Ari S Eckman. Virilization. Trinitas Regional Medical Center. NJ. 2011.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002339.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.