Vertigo Postural (Vertigo Posisional)

by -8 views

Vertigo Postural (Vertigo Posisional)

Vertigo Postural (Vertigo Posisional)
Vertigo Postural (Vertigo Posisional)
Sumber gambar : http://wfffun.info

Definisi

Vertigo Postural (Vertigo Posisional) atau disebut juga sebagai Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah suatu gangguan yang sering terjadi, dimana gangguan ini menyebabkan timbulnya episode-episode singkat vertigo (perasaan berputar) sebagai respon terhadap perubahan posisi kepala, yang menstimulasi kanalis semisirkularis di telinga bagian dalam.

PENYEBAB

Vertigo postural / BPPV terjadi karena adanya gangguan di dalam telinga bagian dalam. Penyebab spesifik terjadinya vertigo postural / BPPV tidak dapat ditemukan pada sekitar setengah kasus. Kondisi ini bisa menurun di dalam keluarga. Riwayat cedera kepala (bahkan sebuah benturan ringan pada kepala) atau gangguan-gangguan yang merusak telinga bagian dalam (misalnya infeksi telinga bagian dalam (labirintitis) atau kerusakan akibat pembedahan telinga) bisa membuat sebagian orang lebih mungkin mengalami gangguan ini.

Telinga bagian dalam memiliki saluran-saluran yang berisi cairan yang disebut kanalis semisirkularis. Kanalis ini sangat sensitif terhadap gerakan cairan yang terjadi saat seseorang berubah posisi. Pergerakan cairan ini membuat otak bisa menginterpretasi posisi tubuh dan menjaga keseimbangan.

Vertigo postural / BPPV terjadi ketika ada partikel kalsium kecil yang terlepas dan mengapung di dalam saluran telinga bagian dalam (kanalis semisirkularis), sehingga mengganggu otak dalam menerima pesan untuk mengetahui posisi tubuh.

Gejala

Vertigo jenis ini bisa mengerikan, tetapi biasanya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya. Terjadinya vertigo dipicu oleh perubahan posisi kepala (misalnya saat berguling di tempat tidur atau saat membungkuk untuk mengambil sesuatu). Setiap serangan vertigo hanya berlangsung selama beberapa detik atau menit, tetapi serangan bisa sering muncul selama beberapa hari sampai minggu kemudian.

Timbulnya vertigo bisa disertai oleh rasa mual, muntah, dan nystagmus tipe tertentu (adanya gerakan mata cepat ke satu arah bergantian dengan gerakan lambat ke posisi awal yang terjadi diluar kesadaran). Gangguan ini tidak disertai oleh hilangnya pendengaran atau munculnya suara berdenging pada telinga (tinitus).

Diagnosa

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang khas. Pemeriksaan provokatif bisa dilakukan dengan manuver Dix-Hallpike. Pada BPPV, vertigo dan nystagmus akan muncul dalam waktu 5-10 detik setelah manuver dilakukan, tetapi waktu jeda ini bisa sampai 30 detik. Gejala-gejala yang muncul berlangsung sekitar 10-30 detik. Namun, pada orang-orang yang mengalami vertigo akibat gangguan otak yang lebih serius (misalnya stroke dan sklerosis multipel), manuver Dix-Hallpike akan segera memicu timbulnya gejala. Vertigo akan menetap selama kepala ditahan pada posisi yang sama. Tidak akan terjadi pengurangan gejala, seperti yang terjadi pada BPPV, jika manuver ini dilakukan secara berulang-ulang (habituasi).

Penderita yang memiliki kemungkinan akan adanya lesi di sistem saraf pusat bisa melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti MRI, CT scan, atau EEG.

Pengobatan

Vertigo postural / BPPV biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan, tetapi bisa juga berlanjut sampai beberapa bulan atau tahun. Karena keadaan ini bisa berlangsung lama, maka obat-obatan bisa digunakan untuk membantu mengatasinya (misalnya obat antihistamin, anti-kolinergik, atau sedatif).

Partikel kalsium yang terlepas perlu dipindahkan ke bagian telinga yang tidak menimbulkan gejala. Untuk itu bisa dilakukan manuver Epley. Manuver ini biasanya segera menghilangkan vertigo pada sekitar 90% penderita. Pengulangan manuver bisa mengatasi sekitar 5% sisanya. Pada beberapa orang, vertigo bisa muncul kembali. Jika hal ini terjadi, manuver Epley bisa diulang.

Meskipun kanalis semisirkularis posterior adalah kanalis yang paling sering terkena pada BPPV, tetapi adakalanya gangguan ini mengenai kanalis horizontal. Pada kasus ini, penderita bisa berguling seperti balok kayu untuk meredakan gejala. Pada kasus yang sangat jarang, diperlukan pembedahan untuk mengatasi gangguan ini.

Manuver Epley – Sumber : http://www.merckmanuals.com

PENCEGAHAN

Penderita sebaiknya menghindari posisi-posisi kepala yang bisa menyebabkan terjadinya vertigo, misalnya saat berguling di tempat tidur, membungkuk untuk mengambil sesuatu, atau mendongak untuk melihat sesuatu.

Referensi

– L, Lawrence R. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo).

Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/ear_nose_and_throat_disorders

/inner_ear_disorders/benign_paroxysmal_positional_vertigo_benign_positional_vertigo.html

– Mayo Clinic. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (VPPV). 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/vertigo/DS00534

– Postural Vertigo. http://www.rightdiagnosis.com/medical/postural_vertigo.htm

– Z, David. Benign Positional Vertigo. Medline Plus. 2011.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001420.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.