Varicocele

by -9 views

Varicocele

Varicocele
Varicocele
Sumber gambar : http://www.mdguidelines.com/varicocele

Definisi

Varicocele adalah sebuah kondisi dimana pembuluh darah-pembuluh darah balik (vena) pada testis membentuk pembuluh varises.

Pembuluh darah vena mengandung katup yang mencegah darah mengalir berbalik arah. Pada varicocele terjadi kerusakan pada klep pembuluh darah tersebut. 

PENYEBAB

Saluran sperma membawa darah masuk dan keluar dari testis. Tidak diketahui apa yang menyebabkan varicocele, tetapi banyak ahli percaya bahwa varikokel terbentuk karena adanya gangguan pada katup-katup pembuluh darah balik sehingga darah tidak dapat mengalir dengan baik. Gangguan katup pada pembuluh darah ini akan menyebabkan pembuluh darah menjadi melebar (dilatasi).

Varikokel biasanya terbentuk pada saat pubertas. Varicocele biasanya terjadi di sisi kiri, kemungkinan besar karena posisi anatomi dari vena testis kiri. Namun, adanya varikokel pada satu testis (buah pelir) dapat mempengaruhi produksi sperma pada kedua testis.

Gejala

Varicocele biasanya terbentuk pada sisi kiri skrotum dan tidak menghasilkan gejala. Jika bergejala biasanya varicocele bisa menimbulkan rasa penuh, nyeri, dan berdenyut yang mengganggu terutama ketika penderita sedang berdiri. Varicocele terasa seperti sebuah kantong cacing jika skrotum diraba pada saat penderita berdiri. Meskipun begitu, pembengkakan tersebut biasanya menghilang dan gejala-gejala yang ada mereda ketika penderita berbaring karena aliran darah yang menuju pembuluh darah balik yang melebar berkurang. Varicocele jarang mempengaruhi kesuburan. 

Jika varicocele menimbulkan gejala-gejala yang berat, varicocele dapat diatasi dengan cara operasi pengikatan pembuluh darah balik yang terkena.

Diagnosa

Pada pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menemukan massa yang berlekuk dan terasa agak padat pada testis penderita, mungkin seperti meraba sekantung cacing. Jika cukup besar, dokter Anda akan dapat merasakannya. Pada varikokel yang kecil, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk berdiri, menarik napas dalam-dalam dan menahannya ketika Anda jongkok (Valsava manuver). Hal ini dapat membantu dokter dalam mendeteksi pembesaran abnormal pembuluh darah balik.

Jika pemeriksaan fisik kurang meyakinkan, dokter Anda dapat meminta untuk melakukan USG skrotum. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar yang tepat dari struktur di dalam tubuh Anda. USG skrotum dapat digunakan untuk memastikan tidak ada hal lain yang menyebabkan gejala Anda. Salah satu kondisi tersebut adalah tumor yang menekan vena spermatika.

Pengobatan

Pengobatan varikokel mungkin tidak diperlukan. Namun, jika varikokel sampai menyebabkan rasa sakit, atrofi testis atau infertilitas, Anda mungkin perlu melakukan pengobatan untuk varikokel. Tujuan operasi adalah untuk menutup vena yang terkena dan mengarahkan kembali aliran darah ke dalam pembuluh normal. Namun, efek perbaikan varikokel pada kesuburan masih belum jelas. 

Meskipun varikokel biasanya berkembang pada masa remaja, namun kurang jelas apakah Anda harus mengobati varikokel pada waktu itu. Indikasi untuk perbaikan varikokel pada masa remaja meliputi atrofi testis progresif, nyeri atau hasil analisis semen yang abnormal. 

Operasi varikokel relatif sedikit memberi risiko antara lain :

  1. Terbentuknya cairan di sekitar testis (hidrokel)
  2. Kambuhnya varicocele
  3. Kerusakan arteri

Metode Perbaikan meliputi:

  • Operasi terbuka, adalah tindakan yang paling sering dilakuakn, biasanya dilakukan dengan rawat jalan, dengan menggunakan bius lokal atau bius umum. Paling sering, dokter bedah akan melakukan perbaikan pada pembuluh darah yang terkena dengan membuat irisan di pangkal paha (transinguinal), tetapi mungkin juga irisan dibuat di daerah perut atau di bawah pangkal paha.

    Alat bantu yang digunakan dalam pembedahan varikokel mengurangi komplikasi pasca operasi. Salah satu adalah alat bantu yang digunakan adalah mikroskop bedah. Mikroskop bedah memungkinkan ahli bedah untuk melihat daerah perlakuan dengan lebih baik selama operasi. Alat bantu lain yang digunakan adalah USG Doppler, yang memandu dilakukannya prosedur pembedahan.

    Anda mungkin dapat kembali melakukan kegiatan yang tidak berat dua hari setelah operasi. Sepanjang Anda nyaman, anda dapat kembali ke aktivitas yang lebih berat, seperti berolahraga, setelah dua minggu.

    Rasa nyeri yang ditimbulkan dari operasi ini umumnya ringan. Dokter mungkin memberi Anda obat penghilang nyeri selama dua hari pertama setelah operasi. Setelah itu, dokter mungkin menyarankan Anda untuk minum obat penghilang rasa sakit OTC, seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk meringankan rasa tidak nyaman.

    Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk tidak melakukan hubungan seksual selama satu sampai dua minggu. Butuh waktu kurang lebih 72 hari, untuk sperma melakukan regenerasi, sehingga Anda harus menunggu tiga atau empat bulan setelah pembedahan untuk mendapatkan analisis air mani untuk menentukan apakah perbaikan varikokel berhasil dalam mengembalikan kesuburan Anda.

  • Operasi Laparoskopi. Dokter bedah membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan sebuah alat kecil melalui sayatan untuk melihat dan memperbaiki varikokel tersebut. Prosedur ini memerlukan anestesi umum. Operasi laparoskopi umumnya tidak digunakan karena menimbulkan risiko yang lebih besar dibanding keuntungan.
  • Percutaneous embolisasi. Ahli radiologi tabung menyisipkan ke dalam pembuluh darah di pangkal paha atau leher melalui instrumen yang dapat masuk. Mencari pembuluh darah yang membesar di monitor, kemudian melepas gulungan atau balon untuk membuat penyumbatan di pembuluh darah testis, dan memperbaiki aliran darah dari varikokel tersebut. Prosedur ini menggunakan obat bius dan mungkin memakan waktu beberapa jam. Prosedur ini tidak banyak digunakan karena risiko yang lebih besar daripada operasi terbuka dan menawarkan keuntungan sedikit.

Referensi :

– Paul D. Lui. Swelling in the Scrotum. 2008. 

http://www.merckmanuals.com/home/mens_health_issues/penile_and_testicular_disorders/swelling_in_the_scrotum.html

– Varicocele. 2012. http://www.mayoclinic.com/health/Varicocele/DS00618

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published.