Tumor Tulang Non-Kanker

by -8 views

Tumor Tulang Non-Kanker

Tumor Tulang Non-Kanker
Tumor Tulang Non-Kanker
Sumber gambar : http://orthoinfo.aaos.org

Definisi

Tumor Tulang Non-kanker adalah suatu pertumbuhan abnormal sel-sel tulang yang tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya (bersifat jinak).

Yang termasuk dalam tumor tulang jinak antara lain :

  • Osteokondroma
  • Enkondroma
  • Kondroblastoma
  • Kondromyxofibroma
  • Osteoid Osteoma
  • Giant Cell Tumor
  • PENYEBAB

    Penyebab terjadinya tumor tulang belum diketahui. Tumor tulang seringkali terjadi pada daerah-daerah dimana terdapat pertumbuhan tulang yang cepat. Beberapa penyebab yang mungkin antara lain :
    – Kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga
    – Radiasi
    – Cedera

    Pada sebagian besar kasus, tidak ada penyebab spesifik yang ditemukan.

    Gejala

    Seseorang dengan tumor tulang terkadang bisa merasakan adanya benjolan pada tulang yang pada akhirnya bisa terasa nyeri. Tetapi, seringkali gejala awal tumor tulang adalah timbulnya rasa nyeri pada tulang. Rasa nyeri bisa muncul saat penderita istirahat atau pada malam hari dan cenderung bertambah hebat. Terkadang tumor bisa menyebabkan tulang menjadi rapuh, terutama jika tumor bersifat ganas, sehingga bisa terjadi fraktur dengan sedikit atau tanpa tekanan (fraktur patologis).

    Diagnosa

    Dugaan adanya tumor tulang bisa didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Namun, pada tumor tulang tertentu, tumor seringkali tidak sengaja ditemukan saat melakukan pemeriksaan pencitraan untuk alasan lain (misalnya pada endkondroma). Diagnosa tumor tulang dapat dipastikan dengan berbagai pemeriksaan, seperti :

  • foto sinar-x
  • bone scan dengan menggunakan zat radioaktif
  • CT scan untuk membantu menentukan lokasi dan ukuran tumor
  • Biopsi tulang, yaitu dengan mengambil contoh jaringan tumor dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah terdapat sel-sel abnormal
  • Pengobatan

    Sebagian tumor tulang jinak dapat menghilang dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan, tetapi tumor harus dimonitor secara berkala untuk mengetahui perkembangannya. Kadang tumor juga perlu diangkat melalui pembedahan.

    Osteokondroma

    Osteokondroma (Eksostosis Osteokartilaginous) merupakan tumor tulang jinak yang paling sering ditemukan. Osteokondroma biasanya ditemukan pada orang-orang yang berusia 10-20 tahun. Osteokondroma tumbuh pada permukaan tulang sebagai penonjolan yang keras. Penderita bisa memiliki satu atau beberapa tumor. Kecenderungan untuk terbentuknya beberapa tumor bisa menurun dalam keluarga.

    Sekitar 10% penderita yang memilki beberapa osteokondroma, bisa mengalami keganasan tulang yang disebut kondrosarkoma (mungkin terbentuk dari osteokondroma). Umumnya diperlukan pengangkatan tumor melalui pembedahan jika salah satu tumor membesar atau menimbulkan gejala-gejala yang baru, misalnya jika tumor mengganggu pertumbuhan tulang, membesar, atau menekan saraf, otot, dan struktur di sekitarnya.

    Penderita yang hanya memiliki satu osterokondroma, biasanya tidak akan mengalami kondrosarkoma. Oleh karena itu, osteokondroma yang tunggal biasanya tidak perlu diangkat melalui pembedahan, kecuali jika tumor menimbulkan gejala.

    Enkondroma

    Enkondroma bisa terjadi pada berbagai usia, tetapi cenderung ditemukan pada orang-orang yang berusia antara 10-40 tahun. Enkondroma terbentuk di bagian tengah tulang. Tumor ini bisa membesar dan menimbulkan rasa nyeri.

    Jika enkondroma tidak menimbulkan rasa nyeri dan tidak tampak ganas pada pemeriksaan foto sinar-X atau pemeriksaan pencitraan lainnya, maka tumor tidak perlu diangkat atau diobati. Namun, pemeriksaan foto sinar-X ulangan perlu dilakukan untuk memantau ukuran tumor.

    Jika tumor tidak dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan foto sinar-X atau jika tumor menimbulkan rasa nyeri, maka perlu dilakukan pemeriksaan contoh jaringan (biopsi) untuk menentukan jenis tumor secara mikroskopis (apakah merupakan keganasan atau tidak) dan penanganan selanjutnya.

    Kondroblastoma

    Kondroblastoma merupakan tumor yang jarang terjadi. Tumor ini tumbuh pada ujung-ujung tulang dan bisa menimbulkan rasanyeri. Kondroblastoma biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia 10-20 tahun. Jika tidak diatasi, tumor ini bisa terus tumbuh dan menghancurkan tulang dan sendi.

    Penanganan yang dilakukan untuk kondroblastoma terdiri dari pengangkatan tumor melalui pembedahan dan melakukan cangkok tulang (bone graft) untuk mengisi defek yang ada. Adakalanya, tumor ini bisa tumbuh kembali setelah pembedahan.

    Kondromyxofibroma

    Kondromyxofibroma merupakan tumor tulang yang sangat jarang terjadi. Tumor ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang berusia kurang dari 30 tahun. Tumor biasanya terdapat pada satu sisi dekat ujung tulang anggota gerak. Biasanya gejala yang muncul adalah timbulnya rasa nyeri. Tumor ini akan memberikan gambaran yang khas pada foto rontgen.

    Penanganan yang diberikan berupa pengangkatan tumor melalui pembedahan, yang biasanya memberikan kesembuhan, meskipun tumor ini terkadang bisa muncul kembali.

    Osteoid Osteoma

    Osteoid osteoma merupakan tumor yang sangat kecil, yang biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia antara 10-35 tahun. Osteoid osteoma paling sering terjadi pada tulang lengan dan tungkai, tetapi bisa juga terjadi pada tulang lainnya. Tumor ini biasanya menimbulkan rasa nyeri yang semakin hebat saat malam hari dan bisa diredakan dengan obat pereda nyeri, seperti aspirin dosis kecil atau obat NSAID lainnya. Terkadang otot-otot disekitar tumor mengalami penyusutan (atrofi). Jika tumor tumbuh di dekat lempeng pertumbuhan tulang, yaitu bagian tulang dimana terjadi pertumbuhan pada anak-anak, maka pertumbuhan tulang bisa sangat terstimulasi. Hal ini bisa menyebabkan ukuran pertumbuhan anggota gerak menjadi tidak seimbang.

    Pemeriksaan bone scan bisa membantu menentukan lokasi pasti tumor. Terkadang lokasi tumor sulit untuk ditentukan, untuk itu bisa dilakukan pemeriksaan tambahan, seperti CT scan.

    Untuk mengatasi tumor secara permanen, biasanya tumor dihancurkan dengan gelombang radiofrekuensi yang diberikan melalui probe yang disuntikkan ke dalam tumor. Cara lain yang dapat dilakukan adalah pembedahan untuk mengangkat tumor. Namun, beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan obat-obat pereda nyeri ketimbang menjalani terapi. Rasa nyeri pada akhirnya akan membaik tanpa terapi.

    Giant Cell Tumor

    Giant Cell Tumor biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia 20-an dan 30-an. Tumor ini paling sering berasal dari ujung-ujung tulang dan bisa meluas ke jaringan di dekatnya. Giant Cell Tumor biasanya menimbulkan rasa nyeri.

    Penanganan Giant Cell Tumor tergantung dari ukuran tumor. Tumor bisa diangkat melalui pembedahan dan lubang yang ada bisa diisi dengan pencangkokan tulang (bone graft) atau semen tulang buatan untuk mempertahankan struktur tulang.

    Adakalanya, pada tumor yang sangat luas mungkin perlu dilakukan pengangkatan bagian tulang yang terkena dan rekonstruksi sendi di dekatnya. Setelah terapi ini, sekitar 10% tumor bisa tumbuh kembali. Namun, Giant Cell Tumor jarang menjadi ganas.

    Referensi

    – J, Michael J. Bone Tumors. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    http://www.merckmanuals.com/home/bone_joint_and_muscle_disorders/

    bone_and_joint_tumors/bone_tumors.html

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.