Tuberkulosis Pada Bayi

by -8 views

Tuberkulosis Pada Bayi

Tuberkulosis Pada Bayi
Tuberkulosis Pada Bayi
Sumber gambar : http://tvnz.co.nz

Definisi

Tuberkulosis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi tuberkulosis bisa menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.

PENYEBAB

Penyebab tuberkulosis adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bayi bisa terkena tuberkulosis (TB) melalui berbagai cara :

  • Penyebaran infeksi melalui palsenta, saat bayi masih berada dalam kandungan
  • Menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi saat proses persalinan
  • Menghirup udara yang terkontaminasi setelah bayi lahir. Penularan bisa dari siapa saja yang terinfeksi kuman TB, misalnya anggota keluarga atau pengasuh bayi yang terinfeksi tuberkulosis

Sekitar 50% anak yang lahir dari ibu dengan tuberkulosis paru aktif akan menderita penyakit ini saat tahun pertama setelah dilahirkan jika anak tersebut tidak diberikan obat profilaksis atau vaksin BCG.

Gejala

Gejala klinis tuberkulosis pada bayi baru lahir tidak spesifik, tetapi biasanya ditandai dengan adanya gangguan pada berbagai organ. Bayi baru lahir bisa tampak sakit akut atau kronis, dan bisa mengalami :
– demam
– tampak mengantuk
– tidak kuat menghisap
– gangguan pernafasan
– gagal berkembang (tidak terjadi penambahan berat badan)
– pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada. Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif.

Jika diduga suatu tuberkulosis, maka perlu dilakukan kultur sekret dari saluran pernafasan, cairan lambung, dan air kemih. Selain itu, jika diperlukan bisa juga dilakukan punksi dan kultur cairan serebrospinal.

Untuk mengetahui apakah terdapat infeksi pada paru-paru, maka perlu dilakukan rontgen dada. Biopsi hati, kelenjar getah bening, paru-paru, atau selaput paru bisa dilakukan untuk memperkuat diagnosa.

Pengobatan

Pemberian terapi tergantung dari apakah terdapat penyakit tuberkulosis aktif atau hanya berupa hasil tes tuberkulin yang positif (pada ibu, bayi, atau keduanya) yang menunjukkan adanya infeksi tanpa manifestasi penyakit.

– Bayi dengan hasil tes tuberkulin yang positif

Jika tidak didapatkan bukti adanya penyakit yang aktif (baik secara klinis, laboratoris, ataupun foto rontgen), maka bayi baru lahir perlu mendapatkan INH selama 9 bulan dengan pemantauan secara ketat. Bayi baru lahir yang mendapatkan ASI eksklusif juga harus mendapatkan Piridoksin.

– Bayi baru lahir tanpa gejala dengan ibu atau anggota keluarga yang memiliki TB aktif

Bayi baru lahir harus dievaluasi apakah memiliki TB kongenital dan biasanya dipisahkan dari keluarganya yang memiliki TB aktif sampai keduanya mendapatkan pengobatan yang efektif.

Jika ternyata tidak ditemukan adanya TB kongenital dan setelah bayi baru lahir mendapatkan INH, maka bayi tidak perlu dipisahkan, kecuali jika ibunya kemungkinan memiliki resistensi terhadap berbagai obat TB, tidak mematuhi pengobatan (termasuk juga tidak menggunakan masker jika TB aktif), atau jika tidak dapat dipantau secara langsung. Anggota keluarga juga harus diperiksa apakah juga terkena TB.

Tes tuberkulin harus dilakukan saat bayi berusia 3 atau 4 bulan. Jika hasilnya negatif dan orang yang menularkan juga patuh mengalani pengobatan dengan respon yang positif, maka pemberian INH pada bayi dapat dihentikan.

Jika hasil tes tuberkulin positif, maka perlu dilakukan foto rontgen dada dan kultur bakteri. Jika tidak ditemukan adanya penyakit yang aktif, maka terapi INH dilanjutkan sampai 9 bulan. Jika kultur bakteri positif, maka bayi harus mendapatkan terapi untuk penyakit TB aktif.

Pengobatan untuk TB yang didapat sesudah lahir berupa pemberian INH, rifampicin, dan pirazinamid. Obat keempat harus ditambahkan jika terdapat resistensi terhadap obat atau jika diduga terjadi infeksi pada selaput otak.

Pengobatan TB harus diberikan sesuai dengan petunjuk dokter (baik kombinasi obat, dosis obat, dan jangka waktu pemakaian). Kepatuhan akan pengobatan sangat penting, hal ini berkaitan dengan keberhasilan pengobatan dan pencegahan terjadinya resistensi bakteri terhadap obat-obat yang diberikan. Selain itu, pemakaian obat yang tidak benar juga bisa berbahaya, mengingat adanya kemungkinan efek samping yang terjadi.

Referensi

– C, Mary T. Perinatal Tuberculosis. The Merck Manual. 2013.

http://www.merckmanuals.com/professional/pediatrics/infections_in_neonates/

perinatal_tuberculosis_tb.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.