Toksoplasmosis

by -3 views

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis
Toksoplasmosis
Sumber gambar : http://www.healthcentral.com

Definisi

Toksoplasmosis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.

PENYEBAB

Toxoplasma gondii, suatu parasit bersel tunggal. Parasit ini ada di seluruh dunia, dimana terdapat kucing. Toxoplasma gondii menginfeksi sejumlah besar hewan dan juga manusia. Infeksi berat biasanya terjadi hanya pada janin dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat AIDS, kanker, atau pemakaian obat-obat untuk menekan respon penolakan tubuh terhadap organ transplant (obat imunosupresan).

Parasit ini bereproduksi di dalam sel-sel yang melapisi usus kucing. Telur parasit (ookista) ditemukan di dalam tinja kucing. Manusia dapat terinfeksi melalui beberapa cara :

  • makan daging yang mentah atau tidak matang dari hewan yang terinfeksi, dimana terdapat kista parasit
  • mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi kotoran kucing atau bahan lainnya (misalnya tanah yang terkontaminasi kotoran) yang mengandung parasit
  • transfusi darah atau transplantasi organ dari orang yang terinfeksi
  • dari ibu ke janin melalui plasenta

Infeksi Toxoplasma pada janin, yang didapat dari ibunya melalui plasenta, dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, bayi lahir mati, atau bayi lahir dengan toksoplasmosis kongenital. Namun, jika seorang wanita terinfeksi sebelum hamil, parasit tidak masuk ke janin yang dikandungnya.

Gejala

Kebanyakan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat hanya memiliki sedikit gejala dan dapat pulih kembali.

Anak-anak yang lahir dengan toksoplasmosis kongenital dapat mengalami sakit berat dan meninggal segera setelah dilahirkan, atau mereka dapat juga tidak bergejala sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian. Beberapa anak bahkan tidak pernah menjadi sakit. Gejala khas pada bayi baru lahir yang terinfeksi dapat berupa :

  • peradangan pada mata (korioretinitis) yang dapat menyebabkan kebutaan
  • pembesaran hati dan limpa
  • kuning (jaundice)
  • muncul ruam kulit
  • mudah memar
  • kejang
  • kepala yang berukuran besar atau kecil
  • gangguan intelektual (retardasi mental)

Toksoplasmosis yang didapat setelah lahir jarang menimbulkan gejala pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ketika gejala muncul, biasanya gejala bersifat ringan dan dapat berupa pembesaran kelenjar getah bening yang tidak terasa nyeri, demam ringan yang hilang timbul, rasa tidak enak badan, dan terkadang sakit tenggorokan. Beberapa orang bisa hanya mengalami korioretinitis, dengan gejala berupa penglihatan yang kabur, sakit pada mata, dan sensitifitas terhadap cahaya. Korioretinitis biasanya terjadi akibat reaktivasi toksoplasmosis kongenital.

Gejala-gejala toksoplasmosis pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah tergantung dari lokasi infeksi. Toksoplasmosis pada otak (ensefalitis) menyebabkan gejala-gejala berupa sakit kepala, kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan dalam berbicara, kejang, dan penurunan kesadaran hingga koma.

Toksoplasmosis disseminata akut dapat menyebabkan timbulnya ruam, demam tinggi, menggigil, sesak nafas, dan kelelahan. Pada beberapa orang, infeksi dapat menyebabkan peradangan pada hati (hepatitis), paru-paru (pneumonitis), atau jantung (myocarditis). Organ yang terkena dapat berhenti berfungsi (kegagalan organ). Toksoplasmosis jenis ini dapat mengancam nyawa.

Diagnosa

Diagnosis biasanya didasarkan dari hasil pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi terhadap parasit. Namun, jika sistem kekebalan tubuh penderita terganggu, misalnya pada AIDS, hasil pemeriksaan darah bisa berupa negatif palsu. Untuk menentukan apakah janin terinfeksi atau tidak, maka dapat dilakukan pemeriksaan analisa cairan amnion (cairan ketuban) terhadap adanya toksoplasmosis. Jika diduga adanya toksoplasmosis pada otak, maka dapat dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Pada kasus yang jarang, dilakukan pengambilan contoh jaringan yang terinfeksi (biopsi) untuk memeriksa adanya parasit atau antigen yang yang dilepaskan oleh parasit.

Sumber : http://www.cdc.gov

Pengobatan

Orang dewasa yang terinfeksi tetapi tidak bergejala atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik tidak membutuhkan terapi.

Orang dewasa yang bergejala dan bayi dengan toksoplasmosis kongenital dapat diobati dengan sulfadiazine atau clindamycin ditambah pyrimethamine dan leukovorin. Selain obat ini, orang-orang dengan korioretinitis juga diberikan prednison atau kortikosteroid lainnya untuk mengurangi peradangan. Wanita yang terinfeksi Toxoplasma saat kehamilan dapat diobati dengan spiramycin untuk mencegah penularan pada janin.

Toksoplasmosis pada penderita AIDS cenderung sering mengalami kekambuhan sehingga pengobatan biasanya terus diberikan selama waktu yang tidak dapat ditentukan.

PROGNOSIS

Prognosis pada penderita toksoplasmosis yang didapat setelah lahir adalah baik, kecuali jika terjadi gangguan sistem kekebalan (seperti pada penderita AIDS, yang seringkali berakibat fatal).

PENCEGAHAN

Meskipun terapi yang efektif tersedia untuk toksoplasmosis, semua perlakuan mempunyai efek samping dan mungkin tidak melindungi anak yang belum lahir. Itu sebabnya pendekatan yang terbaik adalah pencegahan. Tindakan pencegahan ini dapat membantu Anda tetap aman:

  1. Pakailah sarung tangan jika Anda berkebun atau menangani tanah untuk menghindari paparan terhadap toksoplasmosis. Kemudian cuci tangan dengan bersih dengan sabun dan air, terutama sebelum makan atau menyiapkan makanan.
  2. Jangan makan daging mentah atau kurang matang. Daging, terutama daging domba, babi dan sapi, dapat menularkan toxoplasma organisme. Jangan mencicipi daging sebelum benar-benar matang. Hindari daging mentah.
  3. Cuci peralatan dapur secara menyeluruh. Setelah menyiapkan daging mentah, benar-benar mencuci talenan, pisau dan peralatan dapur lainnya dalam air panas, sabun untuk mencegah kontaminasi silang dari makanan lain. Cucilah tangan Anda dengan hati-hati setelah memegang daging mentah.
  4. Cucilah atau kupas semua buah-buahan dan sayuran. Jika memungkinkan, gunakan sabun untuk mencuci sayuran buah-buahan dan sayuran, terutama jika Anda memakannya mentah. Jika tidak, kupas dengan hati-hati.
  5. Jangan minum susu yang tidak dipasteurisasi. Susu dan produk susu lainnya yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung parasit toxoplasma.
  6. Tutup kotak pasir anak-anak. Jika Anda mempunyai anak, pastikan untuk menutupi kotak pasir setiap kali mereka selesai bermain. Kucing bisa buang air besar di bak pasir terbuka.

Untuk Pecinta Kucing

Jika Anda hidup dengan HIV / AIDS, atau sedang hamil atau berencana untuk hamil, Anda berhak untuk khawatir tentang toksoplasmosis. Tapi Anda tidak harus menghindari kucing Anda. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat membuat Anda dan teman binatang yang sehat:

  1. Pelihara kucing Anda agar tetap sehat. Jaga kucing Anda tetap berada di dalam rumah dan berikan makanan kucing kalengan atau makanan kering, bukan daging mentah. Kucing dapat terinfeksi karena memakan mangsa yang terinfeksi atau daging kurang matang yang mengandung parasit.
  2. Jangan mengadopsi kucing atau anak kucing liar. Walaupun semua binatang liar perlu rumah yang baik, paling baik adalah membiarkan orang lain memelihara mereka. Kebanyakan kucing tidak menunjukkan tanda-tanda terinfeksi toxoplasma, dan walaupun mereka dapat diuji untuk toksoplasmosis, mungkin diperlukan waktu hingga satu bulan untuk mendapatkan hasilnya.
  3. Biarkan orang lain membersihkan kandang dan tempat kotoran kucing. Jika itu tidak mungkin, maka selalu gunakan sarung tangan untuk melakukannya dan kemudian cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Ganti tatakan kandang setiap hari sehingga setiap ookista yang diekskresikan tidak punya waktu untuk menjadi menular. Disinfeksi kandang dengan air panas – disinfektan kimia tidak efektif terhadap T. gondii. Tidak meletakkan kandang kucing di meja dapur atau membiarkan kucing Anda di meja dapur.

Wanita hamil harus menghindari kontak dengan kucing. Jika tidak dapat dihindari, maka wanita hamil harus setidaknya menghindari membersihkan tempat kotoran kucing atau menggunakan sarung tangan ketika melakukannya.

Have someone else clean the litter box.

Sumber : http://www.cdc.gov

Daging harus dimasak dengan baik hingga benar-benar matang, dan tangan harus dicuci dengan baik sesudah kontak dengan daging mentah, tanah, atau kotoran kucing. Membekukan makanan pada suhu 13oC atau lebih rendah dapat menghancurkan parasit.

Donor organ harus diperiksa terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran parasit melalui organ transplantasi. Obat trimethoprim-sulfamethoxazole dapat digunakan untuk mencegah toksoplasmosis. Orang-orang yang tidak dapat menggunakan obat ini dapat menggunakan pyrimethamine dan dapsone. Namun, karena pyrimethamine dapat merusak sumsum tulang, maka diberikan leukovorin untuk membantu melindungi sumsum tulang. Orang-orang dengan AIDS dapat diberikan obat antiretroviral untuk mengurangi risiko terkena toksoplasmosis.

Referensi

– P, Richard D. Toxoplasmosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2007. 

http://www.merckmanuals.com/home/infections/parasitic_infections/toxoplasmosis.html

– Mayo Clinic. Toxoplasmosis. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/toxoplasmosis/DS00510

– Centers for Disease Control and Prevention. Toxoplasmosis. Atlanta. 2013.

http://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/

Leave a Reply

Your email address will not be published.