Tics

by -8 views

Tics

Tics
Tics
Sumber gambar : http://cureforticsinchildren.co.uk

Definisi

Tics merupakan gerakan-gerakan yang cepat, tidak bertujuan, berulang-ulang tetapi tidak ritmik, dan tidak disadari yang identik antara satu gerakan dengan gerakan lainnya. Gerakan-gerakan ini dapat ditahan tetapi hanya sebentar dan hanya dengan upaya sadar. 

  • Tics dapat terjadi dengan sendirinya atau disebabkan oleh suatu kelainan atau obat tertentu.
  • Penderita merasakan dorongan yang tidak tertahankan untuk mengedipkan mata, menyeringai, menyentakkan kepala, atau melakukan gerakan tertentu.
  • Kebanyakan tics menghilang dengan sendirinya, tetapi jika tics mengganggu atau berat, dapat diberikan obat-obat untuk membantu mengatasinya
Tics dapat sederhana atau kompleks. Tics yang sederhana, berupa gerakan mengedip-ngedipkan mata, menyeringai, atau menyentak-nyentakkan kepala, dapat dimulai sebagai suatu sikap kegugupan. Tics yang kompleks, berupa gerakan-gerakan yang terjadi pada sindroma Tourette, seringkali menyerupai potongan-potongan dari perilaku normal. 

PENYEBAB

Tics, terutama tics sederhana, dapat terjadi dengan sendirinya. Banyak tics yang dimulai saat anak-anak dan menghilang tanpa terapi. Tics juga dapat muncul sebagai bagian dari gangguan lainnya, misalnya penyakit Huntington, gangguan obsesif-kompulsif, infeksi tertentu, atau stroke. Beberapa obat dan toksin juga dapat menyebabkan tics.

Gejala

Sebelum tic terjadi, penderita dapat merasakan dorongan yang sangat untuk melakukan tic. Dorongan ini mirip dengan ketika seseorang hendak bersin atau menggaruk bagian tubuh yang gatal. Ketegangan terjadi, biasanya pada bagian tubuh yang terkena. Ketika tic terjadi, mereka akan merasa lega seketika. 

Tic terkadang dapat ditunda untuk beberapa detik atau menit, tetapi biasanya dorongan tersebut menjadi tidak tertahankan. Kebanyakan penderita mengalami masalah dalam mengendalikan tics, terutama saat mengalami stress. Namun, beberapa orang dapat menekan tic, biasanya dengan susah payah. Memberikan perhatian pada tic, terutama pada anak-anak, dapat membuat tic semakin parah.

Diagnosa

Diagnosa tics dapat dibuat berdasarkan gejala-gejala yang ada.

Pengobatan

Untuk orang-orang dengan tic sederhana, khususnya pada anak-anak, membuat tenang seringkali merupakan tindakan yang paling baik, dengan sebisa mungkin memberi sedikit perhatian pada tic. 

Jika tic menjadi mengganggu, maka dapat dibantu dengan pemberian obat-obatan, Untuk tic yang sederhana, obat-obat golongan benzodiazepin, seperti clonazepam dan diazepam, dapat membantu. Obat-obat ini bersifat sedatif ringan. Selain itu, clonidine, obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, terkadang bisa membantu. Clonidine menghambat kerja norepinephrine, yaitu neurotransmitter yang diperkirakan berkontribusi untuk terjadinya tic. Efek samping obat ini dapat berupa turunnya tekanan darah. 
Untuk tic yang berat, obat anti-psikotik dapat efektif membantu, meskipun terjadinya tic itu sendiri tidak disebabkan oleh psikosis. Selain itu, suntikan toksin botulinum pada otot yang terkena, dapat melumpuhkan otot tersebut, sehingga mencegah terjadinya tic.

Referensi

– E. David, P. Michael. Tics. 2007. http://www.merckmanuals.com/home/

brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/movement_disorders/tics.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.