Tendinitis Achilles

by -4 views

Tendinitis Achilles

Tendinitis Achilles
Tendinitis Achilles
Sumber gambar : http://www.singaporesportsclinic.com

Definisi

Tendinitis Achilles merupakan suatu cedera yang terjadi pada tendon Achilles, yaitu jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit kaki, akibat pemakaian yang berlebihan.

PENYEBAB

Terdapat 2 otot besar di betis. Otot-otot ini penting untuk berjalan dan dihubungkan ke tumit oleh tendon Achilles. Otot betis dan tendon Achilles berfungsi untuk menurunkan kaki bagian depan setelah tumit menyentuh tanah dan mengangkat tumit ketika jari-jari kaki menyentuh lantai, sebelum melangkah dengan kaki yang lain.

Tendinitis Achilles terjadi jika tekanan pada tendon lebih besar dibandingkan dengan kekuatan tendon tersebut. Berlari menuruni bukit memberikan tekanan lebih besar pada tendon Achilles karena kaki bagian depan harus melangkah lebih jauh sebelum menyentuh tanah. Berlari menaiki bukit juga memberikan tekanan yang besar pada tendon Achilles karena otot betis harus mengerahkan tenaga lebih besar untuk mengangkat tumit ketika jari-jari kaki didorong.

Tendinitis Achilles paling sering terjadi pada para pelari yang tiba-tiba meningkatkan intensitas dan durasi latihannya. Gangguan ini juga sering terjadi pada orang-orang usia pertengahan yang hanya melakukan olahraga di akhir minggu, misalnya tenis atau basket.

Adanya stressor berulang yang didapat saat berlari, ditambah dengan waktu pemulihan yang tidak memadai, bisa menyebabkan peradangan pada jaringan lemak yang meliputi tendon. Robekan pada tendon Achilles biasanya terjadi akibat adanya stressor yang kuat secara tiba-tiba. Robekan tendon juga bisa terjadi akibat latihan ringan pada orang-orang yang mengkonsumsi antibiotika golongan fluorokuinolon.

Tendinitis Achilles lebih mungkin terjadi jika :
– Jumlah dan intensitas latihan yang dilakukan tiba-tiba meningkat
– Otot betis sangat kencang
– Berlari pada permukaan yang keras
– Terlalu sering berlari
– Banyak melompat, misalnya saat bermain basket
– Menggunakan sepatu tanpa peyokong yang baik

Berbagai faktor biomekanik yang cenderung menyebabkan cedera pada tendon Achilles, atnara lain :
Pronasi (berputar ke arah dalam) kaki yang berlebihan
– Otot betis yang kaku
– Lengkung kaki yang tinggi
– Tendon Achilles yang kaku
– Kelainan bentuk tumit

Gejala

Gejala utama dari tendinitis Achilles adalah timbulnya rasa nyeri pada bagian belakang tumit, yang bertambah hebat saat mulai berolahraga dan seringkali berkurang saat olahraga dilanjutkan.

Tendon Achilles terbungkus dalam suatu selubung pelindung; diantara tendon dan selubungnya terdapat lapisan lemak yang tipis, yang memungkinkan tendon bergerak dengan bebas. Jika tendon mengalami cedera, akan terbentuk jaringan parut diantara tendon dan selubungnya, sehingga setiap kali bergerak, tendon akan menarik selubung pembungkusnya. Itulah sebabnya mengapa pergerakan menyebabkan rasa nyeri.

Terus berjalan atau berlari akan mengurangi nyeri karena menyebabkan meningkatnya suhu dari selubung, sehingga bisa menjadi lebih lentur dan tendon dapat bergerak lebih leluasa. Memberikan tekanan pada tendon biasanya juga akan menyebabkan timbulnya nyeri.

Jika penderita tidak menghiraukan nyeri yang terjadi dan terus berlari, maka akan terbentuk jaringan parut yang kaku, yang akan menggantikan tendon yang elastik, dan mengurangi kemungkinan untuk sembuh.

Diagnosa

Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nyeri tumpul di sepanjang tendon yang terkena dan jika diberikan tahanan pada otot yang menempel pada tendon tersebut, maka akan timbul rasa nyeri.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :

  • Foto sinar-X, untuk membantu menyingkirkan kondisi-kondisi lain yang mungkin menimbulkan gejala-gejala yang serupa.
  • Ultrasonografi, untuk memeriksa jaringan lunak seperti tendon.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemeriksaan ini dapat menghasilkan gambaran tendon Achilles yang sangat mendetail.

Pengobatan

Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tendinitis Achilles antara lain :

  • Kompres dingin pada tendon Achilles selama 15-20 menit, 2-3 kali setiap hari.
  • Mengubah kegiatan yang biasanya dilakukan bisa membantu mengatasi gejala, misalnya :
    • Mengurangi atau menghentikan aktivitas yang menimbulkan nyeri
    • Berlari atau berjalan pada permukaan yang lebih halus dan lunak
    • Mengubah olahraga dengan latihan yang tidak memberikan tekanan yang besar pada tendon Achilles, misalnya berenang.
    • Tidak berlari pada jalan yang menanjak atau menurun hingga nyeri pada tendon hilang.
  • Melakukan latihan untuk meregangkan dan menguatkan tendon Achilles
  • Pemasangan brace, gips, atau sepatu boot khusus untuk menjaga agar tumit kaki dan tendon tetap stabil, serta membiarkan pembengkakan mereda.
  • Gunakan sepatu dengan alas yang lunak di bagian tumit
  • Bisa diberikan obat anti-peradangan non-steroid, seperti ibuprofen, untuk membantu mengatasi pembengkakan dan rasa nyeri.
  • Pembedahan mungkin perlu dilakukan jika gejala tidak membaik setelah diberikan penanganan. Pembedahan bertujuan untuk menghilangkan jaringan yang mengalami peradangan dan daerah yang abnormal pada tendon. Pembedahan juga dapat digunakan untuk menghilangkan bone spur yang mengiritasi tendon.

Mungkin bisa diperlukan waktu setidaknya 2-3 bulan hingga nyeri dirasakan benar-benar hilang.

PENCEGAHAN

Tendinitis Achilles mungkin sulit untuk dicegah, tetapi bisa dilakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan ini, misalnya :

  • Tingkatkan latihan fisik secara bertahap, baik durasi maupun intensitas latihan.
  • Hindari aktivitas yang memberikan stress berlebih pada tendon, misalnya berlari pada jalan yang menanjak atau menaiki bukit.
  • Pemanasan sangat penting sebelum melakukan olahraga.
  • Jika mulai terasa nyeri saat melakukan olahraga tertentu, maka sebaiknya berhenti dan beristirahat.
  • Pilihlah sepatu dengan cermat. Sepatu yang digunakan saat berolahraga harus memiliki bantalan yang baik untuk menyokong tumit kaki dan penyokong lengkung kaki yang kuat untuk membantu mengurangi tekanan pada tendon Achilles.
  • Gantilah sepatu yang sudah usang.
  • Lakukan peregangan setiap hari untuk meregangkan otot betis dan tendon Achilles, yaitu setiap pagi hari, sebelum berolahraga, dan setelah berolahraga.
  • Latihan untuk memperkuat otot betis. Otot betis yang kuat membuat betis dan tendon Achilles lebih baik dalam menerima tekanan saat beraktivitas atau berolahraga.
  • Ubah olahraga dengan latihan yang tidak memberikan tekanan yang besar pada tendon Achilles, misalnya berenang.

Referensi

– J, Brian D. L, Paul L. Achilles Tendinitis. The Merck Manual. 2013.

http://www.merckmanuals.com/professional/injuries_poisoning/sports_injury

/achilles_tendinitis.html

– Mayo Clinic. Achilles Tendinitis. 2012. 

http://www.mayoclinic.com/health/achilles-tendinitis/DS00737

– Z, David. Achilles TEndinitis. Medline Plus. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001072.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.