Telinga, Hidung & Tenggorokan

by -5 views

Telinga, Hidung & Tenggorokan

Telinga, Hidung & Tenggorokan
Telinga, Hidung & Tenggorokan
Sumber gambar : http://www.baltimoreent.com

Definisi

Lokasi dan fungsi dari telinga, hidung dan tenggorokan berhubungan erat. Kelainan pada organ-organ tersebut didiagnosis dan diobati oleh dokter spesialis THT (otolaringologist).

TELINGA

Telinga merupakan organ yang berperan untuk pendengaran dan keseimbangan. Telinga dapat dibagi menjadi telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi untuk menangkap gelombang suara yang kemudian diubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga dalam mengubah energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Sumber : http://community.sw.org

Telinga Luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus). Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit. Daun telinga keras tetapi lentur.

Suara yang ditangkap oleh daun telinga masuk melalui saluran telinga dan membentur gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

Telinga Tengah

Teling tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga bagian dalam. Ketiga tulang tersebut adalah:

  • Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga)
  • Inkus (menghubungkan maleus dan stapes)
  • Stapes (melekat pada jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam).
    Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval (oval window).

    Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:

  • Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel)
  • Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara tulang stapes dengan jendela oval.

    Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan. Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga bagian dalam yang rentan terhadap kerusakan karena suara.

  • Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang. Saluran ini memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga keseimbangan tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

    Telinga Dalam

    Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terdiri dari 2 bagian utama:

  • Koklea (organ pendengaran)
  • Kanalis semisirkularis (organ keseimbangan)
  • Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ Corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil berambut (sel rambut) yang mengarah ke dalam cairan tersebut.

    Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan mengubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak.

    Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel rambut. Jika sel-sel rambut rusak, maka sel-sel ini tidak bisa tumbuh kembali. Akibatnya, jika telinga terus menerus menerima suara yang keras maka bisa terjadi kerusakan sel-sel rambut yang progresif dan pendengaran menjadi berkurang.

    Kanalis semisirkularis merupakan 3 saluran melingkar yang berisi cairan dan berfungsi untuk membantu menjaga keseimbangan. Setiap gerakan kepala menyebabkan cairan di dalam saluran ini bergerak. Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran lainnya; hal ini tergantung pada arah pergerakan kepala.

    Saluran ini juga mengandung sel-sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan. Sel-sel rambut ini mencetuskan gelombang saraf yang kemudian dihantarkan ke otak, sesuai dengan arah kepala bergerak, sehingga keseimbangan tubuh bisa dipertahankan.

    Jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkularis (misalnya akibat infeksi telinga tengah atau flu) maka bisa timbul vertigo (pusing berputar).

    HIDUNG

    Hidung merupakan organ penciuman dan jalan utama keluar-masuknya udara dari dan ke paru-paru. Hidung juga memberikan tambahan resonansi pada suara dan merupakan tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata.

    Hidung bagian atas terdiri dari tulang dan hidung bagian bawah terdiri dari tulang rawan (kartilago). Di dalam hidung terdapat rongga yang dipisahkan menjadi 2 oleh septum hidung, yang membentang dari lubang hidung sampai ke tenggorokan bagian belakang.

    Tulang yang disebut konka nasalis menonjol ke dalam rongga hidung, membentuk sejumlah lipatan. Lipatan ini menyebabkan bertambah luasnya daerah permukaan yang dilalui udara.

    Rongga hidung dilapisi oleh selaput lendir dan pembuluh darah. Luasnya permukaan dan banyaknya pembuluh darah memungkinkan hidung menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk dengan segera.

    Sumber : http://www.thenoseclinic.co.uk

    Sel-sel pada selaput lendir menghasilkan lendir dan memiliki tonjolan-tonjolan kecil seperti rambut (silia). Biasanya kotoran yang masuk ke hidung ditangkap oleh lendir, lalu disapu oleh silia ke arah lobang hidung atau ke tenggorokan. Cara ini membantu membersihkan udara sebelum masuk ke dalam paru-paru. Bersin secara otomatis membersihkan saluran hidung sebagai respon terhadap iritasi, sedangkan batuk membersihkan paru-paru.

    Sel-sel penghidu terdapat di rongga hidung bagian atas. Sel-sel ini memiliki silia yang mengarah ke bawah (ke rongga hidung) dan serat saraf yang mengarah ke atas (ke bulbus olfaktorius, yang merupakan penonjolan pada setiap saraf olfaktorius/saraf penghidu). Saraf olfaktorius langsung mengarah ke otak.

    SINUS PARANASALIS

    Tulang di sekitar hidung terdiri dari sinus paranasalis, yang merupakan ruang berrongga dengan lubang yang mengarah ke rongga hidung.

    Terdapat 4 kelompok sinus paranasalis:

  • Sinus maksilaris
  • Sinus etmoidalis
  • Sinus frontalis
  • Sinus sfenoidalis
  • Sumber : http://medical-dictionary.thefreedictionary.com

    Dengan adanya sinus ini maka:
    – berat dari tulang-tulang wajah menjadi berkurang
    – kekuatan dan bentuk tulang terpelihara
    – resonansi suara bertambah

    Sinus dilapisi oleh selapus lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir dan silia. Partikel kotoran yang masuk akan ditangkap oleh lendir lalu disapu oleh silia ke dalam rongga hidung.

    Aliran sinus bisa tersumbat, sehingga sinus sangat peka terhadap infeksi dan peradangan (sinusitis).

    TENGGOROKAN

    Tenggorokan (faring) terletak di belakang mulut, di bawah rongga hidung dan diatas esofagus dan saluran nafas (trakea).

    Tenggorokan dapat dibagi menjadi:
    nasofaring (bagian atas)
    orofaring (bagian tengah)
    hipofaring (bagian bawah)

    Tenggorokan merupakan saluran tempat jalannya makanan ke esofagus dan tempat keluar masuknya udara ke paru-paru. Tenggorokan dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir dan silia. Kotoran yang masuk akan ditangkap oleh lendir dan disapu oleh silia ke arah kerongkongan lalu ditelan.

    Tonsil (amandel) terletak di mulut bagian belakang, sedangkan adenoid terletak di rongga hidung bagian belakang. Tonsil dan adenoid terdiri dari jaringan getah bening yang membantu melawan infeksi. Ukuran adenoid terbesar ditemukan pada masa kanak-kanak dan secara perlahan akan menciut.

    Pada bagian atas trakea terdapat kotak suara (laring), yang mengandung pita suara dan berfungsi untuk menghasilkan suara. Jika mengendur, maka pita suara membentuk lubang berbentuk huruf V sehingga udara bisa lewat dengan bebas. Jika mengkerut, pita suara akan bergetar, menghasilkan suara yang bisa diatur oleh lidah, hidung dan mulut sehingga seseorang bisa berbicara.

    Epiglotis merupakan suatu jaringan yang terdiri dari kartilago dan terletak di atas serta di depan laring. Selama menelan, epiglotis menutup untuk mencegah masuknya makanan dan cairan ke dalam trakea.

    Sumber : http://www.theresourcesolutions.com

    Gejala

    Diagnosa

    Pengobatan

    Referensi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.