Sindroma Tidur Apneu

by -5 views

Sindroma Tidur Apneu

Sindroma Tidur Apneu
Sindroma Tidur Apneu
Sumber gambar : http://www.webmd.com

Definisi

Tidur Apneu merupakan gangguan tidur yang serius, dimana penderita yang sedang tidur berulang-ulang mengalami henti nafas (apneu) dalam waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah dan otak dan bertambahnya jumlah karbondioksida.

PENYEBAB

Terdapat 2 jenis tidur apneu:

  1. Tidur apneu obstruktif (Obstructive Sleep Apnea), disebabkan oleh adanya sumbatan di dalam tenggorokan atau saluran udara bagian atas
  2. Tidur apneu sentralis, disebabkan oleh adanya kelainan fungsi di dalam otak yang mengatur pernafasan

Pada tidur apneu obstruktif, kadang rendahnya oksigen dan tingginya karbondioksida yang berlangsung lama, bisa menyebabkan berkurangnya kepekaan otak terhadap kelainan tersebut, sehingga terjadilah tidur apneu sentralis. 

Tidur apneu obstruktif biasanya terjadi pada pria gemuk, terutama yang tidurnya terlentang. Kelainan ini lebih jarang ditemukan pada wanita. Kegemukan, disertai dengan penuaan jaringan tubuh dan faktor lainnya, dapat menyebabkan menyempitnya saluran nafas bagian atas.

Faktor resiko untuk terjadinya tidur apneu obstruktif adalah:
– Merokok tembakau
– Penggunaan alkohol yang berlebihan
– Penyakit paru-paru (misalnya emfisema).
Tenggorokan dan saluran udara bagian atas yang sempit, bisa diturunkan, sehingga tidur apneu memiliki kecenderungan genetik. 

Gejala

Gejala saat tidur biasanya pertama kali diketahui oleh pasangannya atau teman sekamar. Pada semua jenis tidur apnea, terjadi gangguan nafas, menjadi lambat dan dangkal, atau nafas dapat tiba-tiba berhenti (terkadang sampai 1 menit), kemudian berlanjut.

Pada tidur apnea obstruktif, gejala yang paling sering ditemukan adalah dengkuran yang mengganggu dengan episode-episode sesak nafas atau tercekik, berhenti bernafas, dan terbangun tiba-tiba dengan dengkuran. 

Pada kasus yang berat, penderita berulangkali mendengkur pada saat tidur, baik pada malam hari dan mengantuk pada siang hari. Pada penderita yang tinggal sendirian, mengantuk pada siang hari merupakan gejala yang paling jelas. Rasa ngantuk ini akan mengganggu saat bekerja dan menurunkan kualitas hidup, misalnya seseorang dapat tertidur saat sedang rapat, menonton televisi, dan sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan gairah seksual, dan gangguan hubungan interpersonal karena penderita tidak dapat berpartisipasi aktif dalam hubungan. Selain itu, pada tidur apnea obstruktif, terjadi peningkatan risiko stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi. Jika gangguan tidur ini sering terjadi, lebih dari 15x/jam, maka terjadi peningkatan risiko kematian dini, biasanya dalam waktu 5-10 tahun.

Pada tidur apnea sentralis, gejala mendengkur tidak begitu menonjol. Namun, terdapat pola nafas yang tidak teratur dan terhenti-henti. Pernafasan jenis Cheyne-Stokes merupakan salah satu jenis apnea sentralis. Pada pernafasan Cheyne stokes, nafas menjadi semakin cepat kemudian menjadi lambat, berhenti untuk waktu singkat, dan kemudian berulang kembali. Setiap siklus berlangsung antara 30 detik sampai 2 menit.

Sumber : http://www.informazionimediche.com

Pada semua jenis tidur apnea, gangguan tidur dapat menyebabkan rasa ngantuk pada siang hari, lelah, irritable, sakit kepala pada pagi hari, lambat dalam berpikir, dan sulit untuk berkonsentrasi. Karena kadar oksigen di dalam darah turun secara signifikan, maka terjadi gangguan irama jantung dan peningkatan tekanan darah. Dalam jangka panjang, tidur apnea yang berat meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung dan penyempitan pembuluh darah paru-paru. Jantung menjadi tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh, dan paru-paru tidak mampu menyediakan cukup oksigen atau membuang cukup karbondioksida dari tubuh.

Diagnosa

Pada stadium awal, diagnosis seringkali ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang diceritakan oleh teman sekamar penderita.

Untuk memperkuat diagnosis dan menentukan beratnya penyakit, sebaiknya dilakukan pemeriksaan di laboratorium penelitian tidur, yaitu yang disebut dengan pemeriksaan polisomnografi.
Pada pemeriksaan tersebut, penderita tidur malam di laboratorium tidur dan dihubungkan dengan elektroda untuk mengukur stadium tidur dan parameter fisiologis lainnya.
Hasil dari analisa ini bisa membantu membedakan tidur apneu obstruktif dengan tidur apneu sentralis.

Pengobatan

Langkah awal yang harus diambil oleh penderit tidur apneu obstruktif adalah:
– berhenti merokok
– mengurangi penggunaan alkohol
– menurunkan berat badan.

Penderita yang tidurnya mendengkur atau seringkali tercekik pada saat tidur, tidak boleh mengkonsumsi obat penenang maupun obat tidur.
Untuk penderita tidur apneu sentralis biasanya diberikan alat bantu pernafasan yang dipakai selama tidur. 
Sangat penting untuk merubah posisi tidur, orang yang mendengkur dianjurkan untuk tidur miring atau tengkurap.

Sumber : http://www.tumblr.com

Jika tindakan-tindakan diatas tidak mengurangi gejala, bisa diberikan tekanan saluran udara positif terus menerus melalui sungkup oksigen yang akan mengantarkan campuran udara dan oksigen melalui hidung.
Alat ini bisa menjaga tetap terbukanya saluran udara sehingga pernafasan menjadi lebih teratur.

Trakeostomi (tindakan bedah untuk membuat lubang permanen pada saluran nafas di leher) jarang dilakukan. Kadang pembedahan lain dilakukan untuk melebarkan saluran nafas bagian atas dan mengurangi gejala. Tetapi kedua tindakan diatas jarang dilakukan.

Modafinil merupakan obat yang menstimulasi sistem saraf pusat sehingga berfungsi untuk menstimulasi kesadaran penuh.

Referensi

– Kingman P Strohl. Sleep Apnea. 2007. http://www.merckmanuals.com/home/

lung_and_airway_disorders/sleep_apnea/sleep_apnea.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.