Sindroma Syok Toksik

by -6 views

Sindroma Syok Toksik

Sindroma Syok Toksik
Sindroma Syok Toksik
Sumber gambar : http://www.sciencedirect.com

Definisi

Sindroma Syok Toksik adalah suatu kelompok gejala yang berat dan memburuk dengan cepat menjadi syok yang tidak dapat diatasi, yang meliputi demam, ruam, tekanan darah yang sangat rendah, dan kegagalan beberapa organ. Sindroma Syok Toksik disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh Stafilokokus aureus atau Streptokokus grup A.

PENYEBAB

Sindroma syok toksik disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh Stafilokokus aureus atau Streptokokus grup A. Sindroma ini bisa terjadi ketika terdapat infeksi Stafilokokus aureus pada jaringan (misalnya pada luka) atau pertumbuhan bakteri akibat pemakaian tampon pada vagina. Bakteri yang tumbuh dapat menghasilkan toksin (racun) yang masuk ke dalam aliran darah melalui luka kecil di vagina atau melalui rahim menuju ke rongga perut. Toksin inilah yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala dari penyakit ini.

Sumber : http://bacteriality.com

Sindroma ini juga dapat terjadi pada keadaan-keadaan sebagai berikut :

Luka pasca pembedahan yang terinfeksi

  • Rahim yang mengalami infeksi setelah melahirkan
  • Setelah pembedahan hidung
  • Pada orang sehat yang mengalami infeksi Streptokokus grup A, biasanya pada kulit

Gejala

Jika penyebabnya adalah infeksi stafilokokus atau streptokokus, maka gejala-gejala muncul secara tiba-tiba dan cepat memburuk dalam beberapa hari. Penderita dapat mengalami demam tinggi, sakit tenggorokan, mata merah, dan nyeri otot. Ruam seperti terbakar matahari dapat muncul pada seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Kemudian kulit mengelupas. Tekanan darah dapat turun sampai menjadi sangat rendah, dan penderita menjadi kurang sadar (terjadi syok). Cairan dapat terakumulasi pada jaringan, sehingga terjadi pembengkakan (edema). Darah tidak dapat membeku dengan normal, sehingga cenderung mudah terjadi perdarahan dan perdarahan yang terjadi lebih berat. Beberapa organ, misalnya ginjal, hati, jantung, dan paru-paru, dapat mengalami gangguan atau berhenti berfungsi.

Pada sindroma syok toksik yang disebabkan oleh streptokokus, luka yang ada terasa nyeri, gangren dapat terbentuk di sekitar luka, dan kematian dapat terjadi hingga mencapai 70% penderita.

Pada sindroma syok toksik yang disebabkan oleh stafilokokus, 5% penderita meninggal jika infeksi berhubungan dengan menstruasi, dan 15% meninggal jika akibat infeksi lainnya. Jika penderita dapat bertahan, biasanya penderita dapat pulih sempurna.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada, hasil pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan darah rutin. Contoh darah dan jaringan yang terinfeksi diperiksa di laboratorium untuk dilakukan kultur (biakan) bakteri. Pemeriksaan darah biasanya dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain yang menjadi penyebab sindroma ini.

Pengobatan

Penderita yang dicurigai mengalami sindroma syok toksik harus segera dirawat inap di rumah sakit, biasanya di ruang perawatan intensif. Cairan yang mengandung garam dan obat-obat lainnya diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk meningkatkan tekanan darah menjadi normal. Banyak penderita membutuhkan bantuan untuk bernafas, biasanya dengan ventilator mekanik. Tampon, diafragma atau benda asing lainnya dilepaskan dari vagina sesegera mungkin. Antibiotik diberikan secara intravena. Daerah-daerah yang dapat mengandung bakteri, misalnya pada vagina dan luka pasca operasi, dibersihkan dengan air mengalir. Jika terdapat luka yang terinfeksi, maka pembedahan diperlukan untuk membersihkan luka dan mengangkat jaringan yang terinfeksi.

PENCEGAHAN

Wanita yang menggunakan tampon dapat melakukan berbagai cara untuk mencegah infeksi :

  • Tidak menggunakan tampon yang sangat menyerap
  • Mengguanakan tampon dan pembalut secara bergantian
  • Mengganti tampon setiap 4-8 jam
  • Hindari penggunaan tampon yang terus menerus selama masa haid

panic

Sumber : http://www.blogher.com

Bila kembali menggunakan tampon dalam waktu 4 bulan setelah mengalami sindroma ini, kemungkinan akan kambuh kembali, kecuali terapi antibiotik yang diberikan sudah berhasil menghancurkan bakteri penyebabnya.

Referensi

– L, Matthew E. Toxic Shock Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/bacterial_infections/toxic_shock_syndrome.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.