Sindroma Shy-Drager

by -6 views

Sindroma Shy-Drager

Sindroma Shy-Drager
Sindroma Shy-Drager
Sumber gambar : http://www.thirdage.com

Definisi

Sindroma Shy-Drager (Multiple System Atrophy, MSA, Hipotensi Ortostatik Idiopatik) adalah suatu penyakit dimana berbagai bagian dari sistem saraf mengalami kemunduran (degenerasi).

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Gejala

Penyakit ini menyebabkan kelainan fungsi dan perusakan sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah, denyut jantung, sekresi kelenjar dan pemusatan mata:
– Jika penderita sedang berdiri, tekanan darah turun secara dramatis
– Jumlah keringat, air mata dan ludah berkurang
– Penglihatan berkurang
– Sulit berkemih
– Sembelit
– Kelainan gerakan seperti pada penyakit Parkinson.

Kemunduran pada serebelum (otak kecil) kadang menyebabkan inkoordinasi.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Pengobatan

Kombinasi dari penanganan sederhana dan obat-obat tertentu dapat membantu untuk meredakan gejala-gejala yang terjadi. 

  • Hipotensi orthostatik. Mengkonsumsi garam dan air lebih banyak dapat meningkatkan volume darah dan kemudian dapat meningkatkan tekanan darah. Berdiri secara perlahan-lahan dapat membantu mencegah turunnya tekanan darah yang terlalu banyak saat penderita berdiri. Hipotensi orthostatik juga dapat dibantu dengan memakai pengikat perut atau stocking penekan. Alat-alat ini membantu menjaga tekanan darah dengan mendorong aliran darah dari tungkai ke jantung sehingga mencegah darah tetap tinggal di tungkai secara berlebihan. Berbaring dengan kepala lebih tinggi, sekitar 10 cm, dapat membantu untuk mencegah peningkatan tekanan darah yang terlalu tinggi ketika penderita berbaring. Jika tekanan darah meningkat, obat anti-hipertensi, sepertipropranolol, dapat diberikan pada malam hari. Fludrocortisone dapat diberikan, untuk membantu tubuh menahan garam dan air, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah sesuai kebutuhan saat penderita berdiri. 
  • Penurunan produksi cairan-cairan tubuh. Jika produksi keringat berkurang atau tidak ada, penderita perlu menghindari lingkungan yang hangat untuk mencegah terjadinya peningkatan panas tubuh yang berlebihan. Perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan yang teratur penting untuk orang-orang dengan mulut yang kering. Air mata buatan, berupa tetes mata, dapat diberikan setiap beberapa jam sekali untuk mengatasi mata yang kering.
  • Retensi urin. Untuk mengatasinya dapat dilakukan pemasangan selang kateter ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air kencing yang tidak dapat dikeluarkan. Bethanecol dapat diberikan untuk meningkatkan tonus otot kandung kemih, dan terkadang membuat pengosongan kandung kemih lebih mudah.
  • Inkontinensia urine. Oxybutynin atau tolterodine, dapat digunakan untuk merelaksasi otot-otot kandung kemih yang terlalu aktif. Jika inkontinensia menetap, dapat dibantu dengan memakai selang kateter. 
  • Konstipasi. Disarankan untuk makan makanan tinggi serat dan pelunak feses. Jika konstipasi menetap, maka dapat diberikan enema/pencahar.
  • Disfungsi ereksi, biasanya diatasi dengan pemberian obat-obatan, seperti sildenafil atau vardenafil
Dengan berkembangnya gangguan, penderita dapat memerlukan selang bantuan untuk bernafas, selang makanan, atau keduanya. Terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi bicara dapat diberikan untuk membantu penderita mengatasi kesulitan yang dialami dalam berjalan, berbicara, dan melakukan kegiatan sehari-hari lainnya. Kelainan ini bersifat progresif dan pada akhirnya menyebabkan kematian, untuk itu penderita perlu dipersiapkan sejak awal.

Referensi

– E. David, P. Michael. Multiple System Atrophy. 2007. http://www.merckmanuals.com/home/

brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/movement_disorders/multiple_system_atrophy.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.