Sindroma Gawat Pernafasan Akut

by -5 views

Sindroma Gawat Pernafasan Akut

Sindroma Gawat Pernafasan Akut
Sindroma Gawat Pernafasan Akut
Sumber gambar : http://www.medindia.net

Definisi

Sindroma Gawat Pernafasan Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome – ARDS) adalah suatu jenis kegagalan fungsi paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema paru).

Sindroma gawat pernafasan akut merupakan kedaruratan medis yang dapat terjadi pada orang yang sebelumnya mempunyai paru-paru yang normal. Walaupun sering disebut sebagai sindroma gawat pernafasan akut dewasa, tetapi keadaan ini juga dapat terjadi pada anak-anak.

PENYEBAB

Sindroma gawat pernafasan akut disebabkan oleh adanya rembesan cairan dari pembuluh-pembuluh darah ke dalam kantung-kantung udara kecil di paru-paru (alveolus), tempat terjadinya oksigenasi darah. Penyakit atau cedera berat bisa menyebabkan terjadinya peradangan yang merusak keutuhan membran yang normalnya melapisi pembuluh-pembuluh darah tersebut. Akibatnya, cairan bisa merembes keluar dan terjadi sindroma gawat pernafasan akut.

Penyebab sindroma gawat pernafasan akut yang paling sering terjadi :

  • Sepsis, yaitu infeksi berat dan luas pada aliran darah
  • Menghirup zat-zat berbahaya, misalnya asap dalam konsentrasi tinggi atau uap kimia
  • Pneumonia berat
  • Cedera kepala atau dada, misalnya akibat kecelakaan atau terjatuh. Cedera bisa langsung menyebabkan kerusakan pada paru-paru atau mengenai bagian otak yang mengatur pernafasan.

Sindroma Gawat Pernafasan Akut juga bisa disebabkan oleh :

  • Terhirupnya makanan ke dalam paru (aspirasi muntahan dari lambung)
  • Luka bakar hebat
  • Operasi bypass koroner
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Hampir tenggelam
  • Overdosis obat seperti heroin, metadon, propoksifen atau aspirin
  • Tekanan darah yang sangat rendah (syok)
  • Emboli paru
  • Stroke yang membuat penderita tidak sadarkan diri
  • Trauma hebat
  • Transfusi darah (terutama dalam jumlah yang sangat banyak)
  • Gejala

    Sindroma gawat pernafasan akut biasanya terjadi dalam waktu 24-48 jam setelah kelainan dasarnya, tetapi bisa juga dalam waktu 4-5 hari kemudian. Awalnya penderita akan merasa sesak nafas, bisanya pernafasan menjadi cepat dan dangkal. Karena rendahnya kadar oksigen di dalam darah, maka kulit akan terlihat pucat atau biru (sianosis), dan organ lain, seperti jantung, otak dan ginjal, akan mengalami gangguan fungsi.

    Karena penderita kurang mampu melawan infeksi, maka bisa terjadi pneumonia bakterial dalam perjalanan penyakitnya.

    Gejala lain yang mungkin ditemukan:
    – cemas, merasa ajalnya hampir tiba
    – tekanan darah rendah atau syok (tekanan darah rendah disertai kegagalan organ tubuh lainnya)

    Diagnosa

    Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, terdengar bunyi pernafasan abnormal (seperti ronki atau wheezing). Tekanan darah seringkali rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis, karena kekurangan oksigen).

    Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis SGPA:

  • Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang seharusnya terisi udara)
  • Analisa gas darah arteri
  • Hitung jenis darah dan kimia darah
  • Bronkoskopi
  • Pengobatan

    Penderita sindroma gawat pernafasan akut perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Terapi oksigen sangat penting untuk membantu memperbaiki kadar oksigen darah. Bila pemberian oksigen dengan sungkup muka tidak berhasil mengatasi masalah, maka perlu digunakan alat bantu pernafasan (ventilator). Ventilator menyalurkan oksigen dengan menggunakan tekanan melalui selang yang dimasukkan ke dalam saluran nafas besar (trakea)

    The illustration shows a standard setup for a ventilator in a hospital room. The ventilator pushes warm, moist air (or air with increased oxygen) to the patient. Exhaled air flows away from the patient.

    Sumber : http://www.nhlbi.nih.gov

    Pengobatan suportif lainnya seperti pemberian cairan atau makanan intravena (melalui infus) juga penting karena dapat terjadi dehidrasi atau malnutrisi yang bisa menyebabkan berhentinya fungsi organ tubuh (keadaan yang disebut sebagai kegagalan organ multipel).

    Obat-obat diberikan untuk mengobati infeksi, mengurangi peradangan (misalnya prednison dan methylprednisolone), dan membuang cairan dari dalam paru-paru. Misalnya pada infeksi diberikan antibiotik.

    PROGNOSIS

    Dewasa ini, lebih banyak orang dengan sindroma gawat pernafasan akut yang dapat bertahan hidup dibandingkan masa lalu, karena adanya pengobatan yang lebih baik. Tetapi, angka harapan hidup bervariasi, tergantung dari usia, penyebab yang mendasari, penyakit lain yang menyertai, dan faktor-faktor lainnya. 

    Beberapa orang yang bertahan hidup bisa sembuh sempurna, tetapi ada juga yang terus mengalami gangguan paru dan masalah kesehatan lainnya.

    Penderita yang menggunakan ventilator untuk waktu lama cenderung akan terbentuk jaringan parut di paru-paru. Jaringan parut ini mungkin akan membaik dalam waktu beberapa bulan setelah ventilator dilepas. Tetapi, jika terbentuk jaringan parut yang luas, maka fungsi paru bisa terganggu. Jaringan parut yang tidak terlalu luas juga bisa mengganggu fungsi paru saat terjadi beban yang berat pada paru-paru, misalnya saat beraktivitas atau sakit berat.

    Referensi

    – G, Brian K. H, Jesse B. Acute Respiratory Distress Syndrome. Merck Manual Handbook. 2008

    http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/respiratory_failure_and_

    acute_respiratory_distress_syndrome/acute_respiratory_distress_syndrome_ards.html

    – Mayo Clinic. ARDS. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/ards/DS00944

    – National Institute of Health. ARDS. 2010. http://www.medicinenet.com/ards/article.htm

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.