Sindroma Aspirasi Mekonium

by -5 views

Sindroma Aspirasi Mekonium

Sindroma Aspirasi Mekonium
Sindroma Aspirasi Mekonium
Sumber gambar : http://www.fairview.org

Definisi

Sindroma Aspirasi Mekonium terjadi jika janin menghirup mekonium yang tercampur dengan cairan ketuban, baik ketika bayi masih berada di dalam rahim maupun sesaat setelah dilahirkan.

Mekonium adalah tinja janin yang pertama dikeluarkan. Mekonium merupakan bahan yang kental, lengket dan berwarna hitam kehijauan.

Pada bayi prematur yang memiliki cairan ketuban lebih sedikit, sindroma aspirasi mekonium yang terjadi sangat berat. Mekonium yang terhirup lebih kental sehingga penyumbatan saluran udara lebih berat.

PENYEBAB

Aspirasi mekonium terjadi jika janin mengalami stres selama proses persalinan berlangsung. Bayi seringkali merupakan bayi post-matur (usia kehamilan lebih dari 40 minggu).

Selama persalinan berlangsung, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan gerakan usus dan pengenduran otot anus, sehingga mekonium dikeluarkan ke dalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ketuban dan mekonium becampur membentuk cairan berwarna hijau dengan kekentalan yang bervariasi. Jika selama masih berada di dalam rahim janin bernafas atau jika bayi segera menghirup nafas yang pertama saat dilahirkan, maka campuran air ketuban dan mekonium bisa terhirup ke dalam paru-paru.

Mekonium yang terhirup bisa menyebabkan penyumbatan parsial ataupun total pada saluran nafas, sehingga terjadi gangguan pernafasan dan gangguan pertukaran udara di paru-paru. Selain itu, mekonium juga menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran nafas, sehingga terjadi pneumonia kimiawi.

Cairan ketuban yang berwarna kehijauan disertai dengan risiko terjadinya aspirasi ditemukan pada sekitar 5-10% kelahiran. Sekitar sepertiga bayi yang menderita sindroma ini memerlukan bantuan alat pernafasan. Aspirasi mekonium merupakan penyebab utama dari penyakit berat dan kematian pada bayi baru lahir.

Faktor risiko terjadinya sindroma aspirasi mekonium:

  • Kehamilan post-matur
  • Pre-eklamsi
  • Ibu menderita diabetes
  • Ibu menderita hipertensi
  • Persalinan yang sulit
  • Gawat janin
  • Hipoksia intra-uterin (kekurangan oksigen ketika bayi masih berada dalam rahim)
  • Gejala

    Gejala terjadinya sindroma aspirasi mekonium :
    – Cairan ketuban berwarna kehijauan atau jelas terlihat adanya mekonium di dalam cairan ketuban
    – Kulit bayi tampak kehijauan (terjadi jika mekonium telah lama dikeluarkan sebelum persalinan)
    – Saat lahir bayi tampak lemas/lemah
    – Kulit bayi tampak kebiruan (sianosis)
    Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
    Apneu (henti nafas)
    – Tampak tanda-tanda post-maturitas (seperti berat badan lahir kurang, kulit mengelupas)

    Diagnosa

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan keadaan berikut:

  • Sebelum bayi lahir, alat pemantau janin menunjukkan bardikardia (denyut jantung yang lambat)
  • Ketika lahir, cairan ketuban mengandung mekonium (berwarna kehijauan)
  • Bayi memiliki nilai Apgar yang rendah
  • Dengan bantuan laringoskopi, pita suara tampak berwana kehijauan. Dengan bantuan stetoskop, terdengar suara pernafasan yang abnormal (ronki kasar).

    Pemeriksaan lain yang biasanya dilakukan:
    – Analisa gas darah (menunjukkan kadar pH yang rendah, penurunan pO2 dan peningkatan pCO2)
    – Rontgen dada (menunjukkan adanya bercakan di paru-paru)

    Pengobatan

    Segera setelah kepala bayi lahir, dilakukan pengisapan lendir dan cairan dari mulut bayi. Jika mekoniumnya kental dan terjadi gawat janin, maka dimasukkan sebuah selang ke dalam saluran nafas (trakea) bayi dan dilakukan pengisapan lendir. Prosedur ini dilakukan secara berulang sampai di dalam saluran nafas bayi tidak lagi terdapat mekonium. Jika mekonium agak kental, kadang digunakan larutan garam untuk mencuci saluran nafas.

    Jika tidak terdapat tanda-tanda gawat janin dan bayi tampak aktif, namun kulit berwarna kehijauan, maka beberapa ahli menganjurkan untuk tidak melakukan pengisapan trakea yang terlalu dalam karena khawatir akan terjadi pneumonia aspirasi.

    Setelah itu, bayi dimonitor secara ketat. Penanganan lain yang dapat dilakukan adalah:
    – Fisioterapi dada (menepuk-nepuk dada)
    – Pemberian oksigen untuk menjaga kadar oksigen di dalam darah
    – Antibiotik (untuk mengatasi infeksi)
    – Menempatkan bayi di ruang yang hangat (untuk menjaga suhu tubuh)
    – Ventilasi mekanik (untuk menjaga agar paru-paru tetap mengembang)

    Gangguan pernafasan biasanya akan membaik dalam waktu 2-4 hari, meskipun takipneu bisa menetap selama beberapa hari. Hipoksia intra-uterin atau hipoksia akibat komplikasi aspirasi mekonium bisa menyebabkan kerusakan otak bayi. Aspirasi mekonium jarang menyebabkan kerusakan paru-paru yang permanen.

    KOMPLIKASI

  • Pneumonia aspirasi
  • Pneumotoraks
  • Kerusakan otak akibat kekurangan oksigen
  • Gangguan pernafasan yang menetap selama beberapa hari
  • Referensi

    – G, Jay S. Meconium Aspiration. Kids Health. 2011.

    http://kidshealth.org/parent/medical/lungs/meconium.html

    – K, Arthur E. Meconium Aspiration Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

    http://www.merckmanuals.com/home/childrens_health_issues/problems_in_newborns/

    meconium_aspiration_syndrome.html

    – L, Kimberly G. Meconium Aspiration Syndrome. Medline Plus. 2011.

    http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001596.htm

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.