Sifilis Kongenital (Sifilis Pada Bayi)

by -3 views

Sifilis Kongenital (Sifilis Pada Bayi)

Sifilis Kongenital (Sifilis Pada Bayi)
Sifilis Kongenital (Sifilis Pada Bayi)
Sumber gambar : http://www.adhb.govt.nz

Definisi

Sifilis Kongenital adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yang ditularkan dari ibu kepada janin di dalam kandungannya.

PENYEBAB

Sifilis kongenital merupakan infeksi yang berat pada bayi, dan seringkali mengancam nyawa. Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Ibu yang terkena sifilis bisa menularkan penyakit ini ke janin di dalam kandungannya melalui plasenta.

Kemungkinan terjadinya penularan dari ibu hamil yang menderita sifilis kepada janin yang dikandungnya melalui plasenta adalah sebesar 60-80%. Penularan biasanya terjadi pada sifilis stadium awal yang tidak diobati. Hampir 50% bayi yang terinfeksi saat berada dalam kandungan akan meninggal sesaat sebelum atau setelah dilahirkan.

Gejala

Gejala pada bayi baru lahir:
– rewel
– demam
– berat badannya tidak bertambah atau gagal berkembang
– hidung datar (saddle nose)
– ruam pada mulut, alat kelamin dan anus
– lepuhan kecil (vesikel) pada telapak tangan dan telapak kaki
– ruam makulopapuler berwarna tembaga pada wajah, telapak tangan, telapak kaki
– keluar cairan berlendir atau bercampur darah dari hidung
– pembesaran kelenjar getah bening, hati dan limpa
– wajahnya tampak seperti orang tua
– bibirnya pecah-pecah
– dari hidungnya keluar lendir berdarah
meningitis (peradangan selaput otak)
koroiditis (peradangan bagian belakang mata)
– kejang
hidrosefalus (pembesaran rongga otak yang berisi carian akibat peningkatan tekanan di dalam otak)

Gejala pada bayi yang lebih besar dan anak-anak:
– nyeri tulang
– tidak mau bergerak karena tungkai dan lengannya nyeri
– kelainan pada tulang kering (saber shins)
– pembengkakan sendi
– gigi Hutchinson (gigi berbintik-bintik dan berbentuk seperti baji)
– pembentukan jaringan parut pada luka di mulut, kelamin dan anus (disebut ragade)
– keterbelakangan mental
– gangguan penglihatan
kornea keruh
– gangguan pendengaran atau tuli
– bercak abu-abu seperti lendir di anus dan vulva (disebut kondiloma lata)

Banyak anak yang menderita sifilis kongenitalis tetap berada pada stadium laten dan tidak pernah menunjukkan gejala. Pada beberapa anak akhirnya akan timbul gejala berupa:
– luka terbuka di dalam hidung dan di langit-langit mulut
– benjolan yang menyerupai tombol pada tulang tungkai dan tulang tengkorak
– tuli dan buta
– gigi Hutchinson

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fiisk, kemungkinan disertai riwayat sifilis pada ibu selama hamil.

Pemeriksaan yang dilakukan pada ibu, antara lain :
– Tes VDRL
– Tes antibodi fluoresensi FTA-ABS

Pemeriksaan pada bayi yang lebih besar atau anak-anak:
– Tes serologis untuk sifilis (VDRL dan FTA-ABS)
– Pemeriksaan mikroskop lapang pandang gelap (untuk menunjukkan adanya T. pallidum)
– Rontgen tulang

Pengobatan

Untuk semua bentuk sifilis, diberikan Penicillin.

PENCEGAHAN

Pemeriksaan kehamilan sangat penting, dimana biasanya dilakukan tes serologis rutin untuk sifilis. Ibu yang mendapatkan pengobatan penicillin saat kehamilan bisa mencegah terjadinya sifilis kongenitalis pada bayi yang dikandungnya.

Referensi

– G, John. Congenital Syphilis. Medline Plus. 2011.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001344.htm

– C, Mary T. Congenital Syphilis. The Merck Manual. 2013.

http://www.merckmanuals.com/professional/pediatrics/infections_in_neonates

/congenital_syphilis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.