Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

by -6 views

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
Sumber gambar : http://www2.cedarcrest.edu

Definisi

Sindrom pernafasan akut yang parah / Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) disebabkan oleh infeksi virus dan muncul dengan gejala-gejala seperti flu (demam, sakit kepala, menggigil, dan nyeri otot), serta sesak nafas, yang kadangkala memberat dan bisa berakibat fatal.

Sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) pertama kali dideteksi di Guangdong propinsi Cina pada akhir 2002. Menjangkiti seluruh dunia, menghasilkan hampir 8.500 kasus di 29 negara, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, menjelang pertengahan 2003. Perjangkitan tersebut menyebar ke beberapa negara disebabkan perjalanan internasional. Setelah perjangkitan pertama kali, beberapa kasus terjadi di Asia (terutama Cina) pada akhir 2006 dan awal 2004. Pertengahan 2006, tidak terdapat kasus yang dilaporkan dunia sejak 2004. secara keseluruhan, sekitar 10% orang penderita SARS meninggal, meskipun resiko kematian bervariasi sesuai usia orang dan akses ke perawatan medis tingkat lanjut. Orang yang berusia di atas 60 tahun lebih mungkin untuk meninggal. Tidak ada kematian yang terjadi di Amerika Serikat.

Sumber : http://www.timesofmalta.com

PENYEBAB

SARS tampaknya disebabkan oleh jenis baru dari coronavirus. Coronavirus lainnya menyebabkan flu biasa atau menulari berbagai binatang. SARS menyebar dari hubungan tatap muka, kemungkinan dengan menghirup tetesan bersin atau batuk orang yang tertular. Hal tersebut bisa juga menyebar dengan terkena ludah orang yang tertular dan kemudian memegang hidung, mulut, atau mata. Kebanyakan yang tertular adalah orang yang berhubungan dekat dengan orang yang tertular : perawat kesehatan, anggota keluarga, atau orang yang berada di sekitar penderita ketika duduk di pesawat atau tempat tidur di rumah sakit. Meskipun begitu, beberapa orang yang menderita SARS bisa belum pernah berhubungan dekat dengan orang yang tertular, dan banyak orang yang berhubungan dekat dengan orang yang tertular tidak terkena. Virus juga terdapat di tinja, dan beberapa orang tampak telah tertular setelah terkena langsung dengan persediaan air yang tercemari oleh kotoran.

Gejala

Gejala-gejala dimulai sekitar 2 sampai 10 hari setelah terkena virus. Gejala awal menyerupai lebih dari infeksi umum dan termasuk demam, sakit kepala, menggigil, dan sakit otot. Hidung meler dan sakit tenggorokan yang tidak biasa. Sekitar 3 sampai 7 hari kemudian, bisa muncul batuk kering dan sesak nafas. Kebanyakan orang sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Meskipun begitu, sekitar 10-20% penderita mengalami sesak nafas akut, hingga menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam darah. Sekitar setengah penderita membutuhkan alat bantu pernafasan dan sekitar 10% orang yang tertular akan meninggal. Kematian disebabkan oleh adanya kesulitan bernafas.

Sumber : http://www.mech.hku.hk

Diagnosa

SARS dicurigai hanya jika orang yang sudah terpapar dengan orang yang tertular mengalami demam disertai batuk atau sesak nafas. Orang bisa terkena jika dalam 10 hari ke belakang, mereka melakukan perjalanan ke daerah dimana SARS akhir-akhir ini dilaporkan atau telah berhubungan tatap muka dengan orang yang menderita SARS.

Jika seorang dokter mencurigai SARS, biasanya dilakukan pemeriksaan foto sinar-X dada. Contoh sekret hidung dan tenggorokan, serta dahak penderita diambil untuk memeriksa virus penyebabnya. Selain itu dilakukan pemeriksaan darah terhadap infeksi SARS ketika infeksi pertama kali dikenali dan diulang lagi setelah 3 minggu kemudian. Karena SARS adalah penyakit menular yang baru dikenali, maka departemen kesehatan harus diberitahu jika kemungkinan terdapat kasus.

Pengobatan

Pengobatan SARS dilakukan dengan pemberian obat-obatan anti virus, seperti OseltamivirRibavirin, dan kortikosteroid. Meskipun begitu, belum terdapat bukti bahwa obat-obat ini atau obat-obatan lainnya efektif. Virus tersebut  dapat hilang dengan cepat. Orang yang mengalami gejala ringan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Orang yang mengalami kesulitan nafas ringan dapat diberikan oksigen melalui selang atau sungkup wajah. Tetapi mereka yang menderita kesulitan nafas hebat dapat memerlukan alat bantu nafas (ventilasi mekanik). 

PENCEGAHAN

Penggunaan masker dianjurkan untuk orang yang berhubungan langsung dengan orang yang menderita SARS. Orang yang terpapar penderita SARS (misalnya anggota keluarga, staff penerbangan, atau perawat kesehatan) harus waspada terhadap gejala-gejala infeksi. Jika tidak terdapat gejala, mereka bisa melakukan pekerjaan, sekolah, dan kegiatan lainnya seperti biasa. Tetapi, jika muncul demam, sakit kepala, sakit otot, batuk, atau kesulitan bernafas, mereka harus menghindari kontak dengan orang lain dan segera memeriksakan diri.

Jika seseorang diduga menderita SARS, maka orang tersebut harus diisolasi di ruangan dengan sistem ventilasi yang dapat membatasi penyebaran mikroorganisme di udara. Jika setelah 72 jam isolasi tidak ditemukan peningkatan gejala yang menunjukkan SARS, maka orang tersebut biasanya dapat bebas melanjutkan aktifitas seperti biasa.

Pekerja kesehatan harus menggunakan masker, kacamata, jubah, dan sarung tangan khusus untuk memantau seseorang yang menderita SARS.

Fig.1ï¼ï¿½Precautions of SARS

Sumber : http://activity.ntsec.gov.tw

Referensi

– U, Marguerite A. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Merck Manual Home

Health Handbook. 2009. http://www.merckmanuals.com/home/infections/viral_infections/

severe_acute_respiratory_syndrome_sars.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.