Serangan Panik & Gangguan Panik

by -2 views

Serangan Panik & Gangguan Panik

Serangan Panik & Gangguan Panik
Serangan Panik & Gangguan Panik
Sumber gambar : https://ufhealth.org

Definisi

Panik merupakan kecemasan akut yang luar biasa dan berlangsung singkat, disertai dengan gejala-gejala fisik.

Serangan Panik bisa terjadi pada setiap gangguan kecemasan, biasanya sebagai respon terhadap suatu keadaan yang berkaitan dengan karakteristik utama gangguan tersebut. Misalnya seorang yang takut ular akan merasa panik jika berhadapan dengan ular. Namun, serangan panik ini bersifat situasional, berbeda dengan panik yang spontan dan tanpa pencetus, seperti yang terjadi pada gangguan panik.

Serangan panik sering terjadi, yaitu setidaknya pada 10% orang dewasa setiap tahunnya. Wanita 2-3 kali lebih sering mengalami serangan panik dan gangguan panik dibandingkan pria. Gangguan panik ditemukan ditemukan pada sekitar 2-3% penduduk dalam periode 12 bulan. Gangguan panik biasanya mulai timbul pada akhir masa remaja atau pada awal masa dewasa.

PENYEBAB

Penyebab serangan panik atau gangguan panik belum diketahui, tetapi faktor-faktor ini bisa memegang peranan :

  • genetik
  • stress berat
  • temperamen yang lebih rentan terhadap stress
  • perubahan tertentu pada bagian fungsi otak
  • penyalahgunaan obat-obat dan alkohol

Gejala

Suatu serangan panik secara tiba-tiba akan menyebabkan minimal 4 dari gejala-gejala berikut:
– Sesak nafas
– Pusing, limbung atau pingsan
Palpitasi atau detak jantung bertambah cepat
– Gemetar
– Berkeringat
– Tercekik
– Mual, sakit perut atau diare
– Merasa tidak nyata, aneh atau terlepas dari lingkungan
– Mati rasa atau kesemutan
– Wajah kemerahan atau menggigil
– Nyeri atau rasa tidak enak di dada
– Takut mati
– Takut menjadi gila atau lepas kendali

Serangan panik sering terjadi secara tak terduga atau tanpa alasan yang jelas, sehingga penderita sering mengantisipasi dan khawatir akan terjadinya serangan lainnya. Keadaan ini disebut antisipator kecemasan. Penderita juga menghindari tempat-tempat dimana mereka pernah mengalami serangan panik.

Gejala dari serangan panik melibatkan berbagai organ vital, sehingga penderita seringkali khawatir bahwa mereka memiliki masalah kesehatan yang berbahaya. Serangan panik menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak berbahaya.

Diagnosa

Karena gangguan fisik yang serius seringkali menyebabkan beberapa gejala fisik dan emosional yang menyerupai serangan panik, maka perlu dipastikan bahwa penderita tidak memiliki gangguan fisik. 

Gangguan panik didiagnosa ketika seseorang mengalami setikdanya dua serangan panik yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa pencetus, diikuti rasa takut akan terjadinya serangan lainnya minimal selama 1 bulan. Selain itu, serangan panik yang terjadi juga tidak disebabkan oleh penyalahgunaan zat-zat terlarang, kondisi medis, atau kondisi mental lainnya, seperti fobia sosial atau gangguan obsesif-kompulsif.

Untuk sebagian orang, gangguan panik juga bisa meliputi agorafobia, dimana penderita menghindari tempat-tempat atau situasi-situasi yang menyebabkan dirinya merasa cemas karena takut tidak bisa keluar atau mendapatkan pertolongan jika mengalami serangan panik.

Pengobatan

Sebagian penderita dapat sembuh tanpa terapi. Namun, penderita lainnya mengalami gangguan panik yang bertambah dan berkurang selama bertahun-tahun. Gangguan panik melibatkan proses fisik maupun psikologis, sehingga pemberian terapi harus meliputi keduanya. Terapi obat dan perilaku biasanya dapat mengendalikan gejala.

Obat – obat yang bisa digunakan adalah :

  1. Anti-depresan trisiklik.
    Obat anti-depresan trisiklik seringkali menimbulkan efek samping berupa rasa mengantuk dan penambahan berat badan. Obat ini juga menyebabkan peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah ketika penderita berdiri, pandangan kabur, mulut kering, linglung, sembelit, kesulitan untuk memulai berkemih dan orgasme yang tertunda. Efek ini disebut efek antikolinergik. Yang termasuk Anti-depresi trisiklik antara lain Amitriptyline, Clomipramine, Doxepin, Imipramine, Trimipramine, Desipramine, Nortriptyline, dan Protriptyline. 
    Obat anti-depresan yang mirip dengan obat anti-depresan trisiklik memiliki efek samping yang berbeda:
    – Venlafaksin bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah yang ringan
    – Trazodon menyebabkan priapisme (nyeri ketika ereksi)
    Maprotiline dan bupropion bisa menyebabkan kejang.
  2. Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
    Efek sampingnya lebih sedikit dan biasanya lebih aman digunakan pada penderita depresi yang disertai kelainan jiwa. Efek samping yang terjadi berupa mual, diare dan sakit kepala; yang sifatnya ringan dan akan segera menghilang jika pemakaian obat dilanjutkan. SSRIs efektif digunakan pada depresi yang disertai oleh kelainan jiwa berikut:
    Distimia, yang memerlukan pemberian jangka panjang
    – Penyakit obsesif-kompulsif
    – Penyakit panik
    Fobia sosial
    Bulimia

    Kerugian utama dari SSRI adalah sering menyebabkan gangguan fungsi seksual. Yang termasuk SSRI antara lain Citalopram, Escitalopram, Fluoxetine, Fluvoxamine, Paroxetine, Sertraline, dan Vilazodone.

  3. Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs).
    Penderita yang meminum obat golongan MAOIs harus menjalani sejumlah pengaturan diet dan larangan tertentu. Mereka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tiramin, misalnya bir, anggur merah (termasuk sherry).

    Yang termasuk MAOi antara lain Isocarboxazide, Moclobemide, Phenelzine, Selegilinee, dan Tranylcypromine

    Penderita juga harus menghindari obat-obatan seperti Phenylpropanolamine dan Dextromethorphan, yang menyebabkan pelepasan adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang hebat secara tiba-tiba. Obat lain yang juga harus dihindari adalah anti-depresan trisiklik, SSRI dan meperidin (pereda nyeri). Penderita yang meminum MAOIs biasanya diharuskan membawa obat antidot (seperti Chlorpromazine atau Nifedipine) setiap saat. Jika timbul nyeri kepala berdenyut dan hebat, maka obat  ini harus diminum dan segera pergi ke rumah sakit terdekat.
    MAOIs jarang digunakan karena menimbulkan kesulitan dalam pembatasan diet dan larangan tertentu, sehingga hanya diberikan kepada penderita yang tidak menunjukkan perbaikan dengan anti-depresan lainnya.

Obat-obatan lain yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit panik adalah obat anti-depresan dan anti-cemas (misalnya Benzodiazepine dan Buspiron). Benzodiazepin bekerja cepat, tetapi bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan menimbulkan efek samping, seperti rasa mengantuk, gangguan koordinasi dan perlambatan waktu reaksi.
SSRI lebih disukai karena efek sampingnya lebih sedikit dan tidak terlalu menyebabkan ketergantungan fisik.

Obat yang efektif akan mencegah atau mengurangi jumlah serangan panik. Jika serangan panik kembali terjadi setelah pemakaian obat dihentikan, mungkin obat harus diminum lebih lama lagi.

Psikoterapi

Terapi paparan merupakan sejenis psikoterapi yang seringkali membantu mengurangi rasa takut. Terapi paparan diberikan dengan cara memaparkan pemicu apapun yang bisa membangkitkan serangan panik pada penderita secara bertahap dan berulang, sampai penderita merasa sangat nyaman dengan keadaan yang biasanya menimbulkan kecemasan.

Terapi kognitif dan perilaku juga bisa membantu. Pada terapi ini penderita diajarkan untuk :

  • tidak menghindari keadaan-keadaan yang menyebabkan serangan panik
  • mengenali saat ketakutan mereka tidak beralasan
  • merespon suatu keadaan dengan bernafas secara perlahan dan terkendali atau melakukan teknik lain yang bisa membuat relaksasi

Psikoterapi suportif, yang meliputi edukasi dan konseling, bermanfaat karena terapis bisa memberikan informasi umum mengenai gangguan yang dialami dan penanganannya.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah serangan panik atau gangguan panik. Namun, beberapa cara dibawah ini bisa membantu :

  • secepat mungkin mendapatkan penanganan atau terapi untuk serangan panik sehingga membantu menghentikan terjadinya serangan-serangan di kemudian hari dan mencegah perburukan atau terjadinya serangan yang lebih sering
  • ikuti rencana pengobatan yang ada untuk membantu mencegah kekambuhan atau memburuknya gejala-gejala serangan panik
  • lakukan aktivitas fisik secara teratur, yang bisa berperan untuk membantu melindungi terhadap kecemasan

Referensi

– G, John H. Panic Attacks and Panic Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/mental_health_disorders/anxiety_disorders/

panic_attacks_and_panic_disorder.html

– Mayo Clinic. Panic Attacks and Panic Disorder. 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/panic-attacks/DS00338

Leave a Reply

Your email address will not be published.