Serangan Iskemik Sesaat

by -4 views

Serangan Iskemik Sesaat

Serangan Iskemik Sesaat
Serangan Iskemik Sesaat
Sumber gambar : https://www.healthtap.com/

Definisi

Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attacks, TIA) adalah gangguan fungsi otak yang merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu.  
TIA lebih banyak terjadi pada usia setengah baya dan resikonya meningkat sejalan dengan bertambahnya umur. Kadang-kadang TIA terjadi pada anak-anak atau dewasa muda yang memiliki penyakit jantung atau kelainan darah.

PENYEBAB

Serpihan kecil dari endapan lemak dan kalsium pada dinding pembuluh darah (ateroma) bisa lepas, mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju ke otak, sehingga untuk sementara waktu menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan terjadinya TIA.

Resiko terjadinya TIA meningkat pada:
– tekanan darah tinggi
aterosklerosis
– penyakit jantung (terutama pada kelainan katup atau irama jantung)
diabetes
– kelebihan sel darah merah (polisitemia)

Gejala

TIA terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama 2-30 menit, jarang sampai lebih dari 1-2 jam. Gejalanya tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kekuranan darah:
– Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri karotis, maka gejala yang paling sering ditemukan adalah kebutaan pada salah satu mata atau gangguan sensasi rasa dan kelemahan
– Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri vertebralis, biasanya gejala yang terjadi pusing, penglihatan ganda dan kelemahan menyeluruh.

Gejala lain yang biasa ditemukan :
– Hilangnya rasa atau kelainan sensasi pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
– Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
– Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
– Penglihatan ganda
– Pusing
– Bicara tidak jelas
– Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
– Tidak mampu mengenali bagian tubuh
– Gerakan yang tidak biasa
– Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
– Ketidakseimbangan dan terjatuh
– Pingsan.

Gejala-gejala yang sama dapat ditemukan pada stroke, tetapi pada TIA gejala ini bersifat sementara dan reversibel. TIA cenderung kambuh/berulang; penderita bisa mengalami beberapa kali serangan dalam 1 hari atau hanya 2-3 kali dalam beberapa tahun. Sekitar sepertiga kasus TIA berakhir menjadi stroke dan sekitar separuh dari kasus stroke ini terjadi dalam waktu 1 tahun setelah TIA.

Diagnosa

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Karena tidak terjadi kerusakan otak, maka diagnosa tidak dapat ditegakkan dengan bantuan CT scan maupun MRI

Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk menilai kemungkinan adanya penyumbatan pada salah satu atau kedua arteri karotis. Aliran darah yang tidak biasa dapat menyebabkan suara (bruit) yang terdengar melalui stetoskop. Pemeriksaan ultrasonografi Doppler dapat dilakukan untuk mengetahui ukuran sumbatan dan jumlah darah yang bisa mengalir di sekitarnya. Angiografi serebral dapat dilakukan untuk menentukan ukuran dan lokasi sumbatan.

Untuk menilai arteri karotis biasanya dilakukan pemeriksaan MRI atau angiografi, sedangkan untuk menilai arteri vertebralis dilakukan pemeriksaan ultrasonografi Doppler. Sumbatan pada arteri vertebral tidak dapat diangkat karena pembedahan lebih sulit dibandingkan dengan pembedahan pada arteri karotis.

Pengobatan

Tujuan pengobatan TIA adalah untuk mencegah stroke.
Faktor resiko utama untuk stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok, dan diabetes; karena itu langkah pertama adalah memperbaiki faktor-faktor resiko tersebut.

Setelah dipastikan tidak ada perdarahan di otak maka harus segera diberikan anti trombotik untuk mengurangi kecenderungan pembentukan bekuan darah, yang merupakan penyebab utama dari stroke. Obat-obatan yang dugunakan adalah Aspirin, Dipyridamole, Clopidogrel, Ticlopidine, Warfarin. Untuk yang alergi terhadap Aspirin, bisa diganti dengan Ticlopidine. Jika diperlukan obat yang lebih kuat, bisa diberikan antikoagulan seperti heparin atau warfarin.

Luasnya sumbatan pada arteri karotis membantu dalam menentukan pengobatan. Jika lebih dari 70% pembuluh darah yang tersumbat dan penderita memiliki gejala yang menyerupai stroke selama 6 bulan terakhir, maka perlu dilakukan pembedahan untuk mencegah stroke. Sumbatan yang kecil diangkat hanya jika telah menyebabkan TIA yang lebih lanjut atau stroke. 

Pada pembedahan endarterektomi, endapan lemak (ateroma) di dalam arteri dibuang. Pembedahan ini memiliki resiko terjadinya stroke sebesar 2%. 
Pada sumbatan kecil yang tidak menimbulkan gejala sebaiknya tidak dilakukan pembedahan, karena resiko pembedahan tampaknya lebih besar. 

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published.