Selulitis Orbitalis

by -5 views

Selulitis Orbitalis

Selulitis Orbitalis
Selulitis Orbitalis
Sumber gambar : http://medicalpicturesinfo.com

Definisi

Selulitis Orbitalis (selulitis postseptal) merupakan infeksi yang mengenai jaringan di dalam orbita dan jaringan di sekitar serta di belakang mata. 

PENYEBAB

Selulitis orbitalis biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi ke dalam rongga orbita yang berasal dari infeksi sinus di sekitar hidung, tetapi dapat juga berasal dari infeksi gigi atau dari aliran darah. Selulitis orbitalis juga bisa terjadi setelah cedera pada mata.  

Penyebabnya adalah infeksi bakteri. Pada anak-anak, selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan oleh Hemophilus influenzae. Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus. 

Gejala

Gejalanya berupa:
– nyeri hebat
– mata menonjol, merah 
– pergerakan mata terbatas, penglihatan ganda, nyeri saat menggerakan mata 
– kelopak mata membengkak 
– demam
– bola mata membengkak dan penglihatan dapat terganggu 
Tanpa terapi yang adekuat, selulitis orbitalis dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi dapat menyebar ke otak dan medula spinalis. Selain itu dapat terbentuk bekuan darah yang kemudian dapat menyebabkan sumbatan, seperti trombosis sinus cavernosus.

Diagnosa

Selulitis orbitalis biasanya dapat dikenali berdasarkan gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan CT scan atau MRI biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Untuk membantu menentukan penyebabnya dapat dilakukan pemeriksaan dan rontgen gigi, serta CT scan atau MRI sinus-sinus di sekitar hidung. Seringkali contoh darah dan sekret dari sinus dapat diambil dan diperiksa untuk menumbuhkan mikroorganisme (kultur) sehingga dapat ditentukan bakteri apa yang menyebabkan infeksi, daerah mana yang terinfeksi, dan antibiotika apa yang harus digunakan.

Pengobatan

Penderita harus dirawat di rumah sakit. Antibiotika harus diberikan sesegera mungkin, bahkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium ada. Antibiotika biasanya diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Beberapa hari kemudian, setelah penderita membaik, antibiotika dapat diberikan secara per oral (diminum). Antibiotika yang digunakan pertama kali dapat diubah jika hasil kultur mikroorganisme menunjukkan bahwa antibiotika lain lebih efektif untuk digunakan. Kadang pembedahan diperlukan, terutama jika penglihatan terganggu. Pembedahan dilakukan untuk membuang benda asing atau nanah yang ada, mengeringkan sinus yang terinfeksi, atau untuk membantu mengobati infeksi jika pemberian antibiotika saja tidak efektif.

PENCEGAHAN

Diagnosis dan pengobatan dini untuk infeksi gigi, sinus dan infeksi lainnya bisa mencegah penyebaran infeksi ke mata.

Referensi

– G, James. Infections of The Orbit. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/eye_disorders/eye_socket_disorders/

infections_of_the_orbit_preseptal_cellulitis_orbital_cellulitis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.