Schistosomiasis

by -4 views

Schistosomiasis

Schistosomiasis
Schistosomiasis
Sumber gambar : http://sky.scnu.edu.cn

Definisi

Schistosomiasis (bilharziasis) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih, yaitu schistosoma.

PENYEBAB

Schistosomiasis mempengaruhi lebih dari 200 juta orang di daerah tropis dan subtropis di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Lima jenis schistosoma yang paling banyak menyebabkan schistosomiasis pada manusia :

  • Schistosoma hematobium menginfeksi saluran kemih (termasuk kantung kemih)
  • Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, danSchistosoma intercalatum menginfeksi usus dan hati. Schistosoma mansoni tersebar luas di Afrika dan satu-satunya schistosoma di daerah barat

Schistosomiasis terjadi akibat berenang, mandi, atau menyeberangi air tawar yang terkontaminasi parasit. Schistosoma berkembang biak di dalam keong air tertentu, dan kemudian dilepaskan ke dalam air. Jika schistosoma mengenai kulit seseorang, maka parasit ini akan masuk ke dalam kulit dan bergerak melalui aliran darah menuju ke paru-paru. Parasit ini kemudian akan berkembang menjadi cacing dewasa dan masuk ke aliran darah menuju tempat terakhir, yaitu ke dalam pembuluh darah kecil di kandung kemih atau usus, dimana parasit akan tinggal selama beberapa tahun. Cacing dewasa akan meletakkan telur dalam jumlah besar pada dinding kandung kemih atau usus. Telur-telur tersebut akan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan setempat dan menimbulkan luka, pendarahan, serta jaringan parut. Beberapa telur dapat ikut keluar bersama kotoran (tinja) atau air kencing. Jika kotoran atau air kencing penderita masuk ke air tawar, maka telur-telur parasit tersebut akan menetas dan memasuki keong air untuk mulai siklusnya kembali.

Schistosoma mansoni dan Schistosoma japonicum biasanya berada di pembuluh darah kecil di usus. Beberapa telur parasit masuk ke aliran darah dan sampai ke hati. Telur parasit ini menyebabkan peradangan pada hati yang dapat menimbulkan jaringan parut dan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah vena yang mengalirkan darah antara saluran pencernaan dan hati (Vena porta). Tekanan darah yang tinggi di dalam vena porta ini (hipertensi porta) dapat menyebabkan pembesaran limpa dan perdarahan pada pembuluh darah vena di esofagus.

Telur Schistosoma hematobium biasanya berada pada kandung kemih dan terkadang menyebabkan terjadinya luka, perdarahan, dan jaringan parut. Perdarahan yang terjadi dapat terlihat melalui air kencing yang dikeluarkan. Infeksi Schistosoma hematobium yang kronis meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih.

Semua jenis schistosomiasis dapat mempengaruhi organ-organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru, medula spinalis, dan otak. Telur parasit yang mencapai paru-paru dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan tekanan darah di pembuluh darah arteri di paru-paru (hipertensi pulmoner).

Gejala

Bisa terbentuk ruam yang gatal (swimmer’s itch) saat pertama kali parasit (Schistosoma) memasuki kulit. Selanjutnya, sekitar 4-8 minggu kemudian (ketika cacing dewasa mulai bertelur), dapat terjadi demam, menggigil, nyeri otot, kelemahan, rasa tidak enak badan (malaise), mual, dan nyeri perut. Kelenjar getah bening dapat membesar sementara, kemudian normal kembali. Kumpulan gejala akhir ini disebut demam Katayama.

Gejala-gejala lain yang muncul tergantung dari organ yang terkena :

  • Jika infeksi kronis mengenai pembuluh darah usus, maka dapat terjadi rasa nyeri, tidak enak, dan perdarah pada perut (yang terlihat melalui tinja). Perdarahan ini dapat menyebabkan terjadinya anemia.
  • Jika infeksi mengenai hati dan terjadi peningkatan tekanan di vena porta, maka dapat terjadi pembesaran hati dan limpa, serta muntah darah.
  • Jika infeksi kronis mengenai kandung kemih, maka akan timbul rasa nyeri, keluar air kencing yang berdarah, peningkatan frekuensi berkemih, serta peningkatan risiko terjadi kanker kandung kemih.
  • Jika infeksi kronis mengenai saluran kencing, maka akan terjadi peradangan dan pada akhirnya pembentukan jaringan parut yang dapat menyumbat ureter.
  • Jika infeksi kronis mengenai otak atau medula spinalis (jarang terjadi), maka dapat terjadi kejang atau kelemahan otot.

Diagnosa

Wisatawan dan imigran dari daerah-daerah yang sering ditemukan schistosomiasis harus ditanyakan apakah mereka pernah berenang atau menyeberang di air tawar. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan contoh tinja dan air kencing akan adanya telur parasit. Biasanya, diperlukan beberapa contoh sediaan untuk pemeriksaan ini. Adakalanya, dilakukan pemeriksaan contoh jaringan usus atau kandung kemih secara mikroskopis untuk menemukan adanya telur parasit ini. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan darah untuk menentukan apakah seseorang telah terinfeksi Schistosoma mansoni atau spesies lainnya. USG dapat dilakukan untuk memantau keparahan penyakit pada saluran kemih atau hati.

Pengobatan

Untuk pengobatan, diberikan 2 sampai 3 dosis praziquantel secara per oral (melalui mulut) selama lebih dari satu hari.

PENCEGAHAN

Schistosomiasis paling baik dicegah dengan cara tidak berenang, mandi, atau menyeberang di air tawar pada daerah-daerah yang diketahui mengandung schistosomes.

Referensi

– P, Richard D. Schistosomiasis. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/parasitic_infections/schistosomiasis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.