Sarkoidosis (Sarcoidosis)

by -7 views

Sarkoidosis (Sarcoidosis)

Sarkoidosis (Sarcoidosis)
Sarkoidosis (Sarcoidosis)
Sumber gambar : http://www.nhlbi.nih.gov

Definisi

Sarkoidosis (Sarcoidosis) adalah suatu penyakit peradangan yang ditandai dengan terbentuknya granuloma pada kelenjar getah bening, paru-paru, hati, mata, kulit dan jaringan lainnya. Granuloma merupakan sekumpulan makrofag, limfosit dan sel-sel raksasa berinti banyak. Granuloma ini pada akhirnya akan menghilang total atau berkembang menjadi jaringan parut.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui. Sarkoidosis bisa terjadi akibat infeksi atau respon sistem kekebalan tubuh yang abnormal. Faktor keturunan mungkin juga memegang peranan yang penting. Sarkoidosis biasanya muncul pada usia 20-40 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.

Gejala

Banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala, Penyakit biasanya ditemukan pada saat menjalani pemeriksaan foto dada untuk keperluan lain. Jarang sampai terjadi gejala yang serus.

Gejala sarkoidosis bervariasi tergantung dari lokasi dan luasnya penyakit:
– merasa tidak enak badan
– demam
– sesak nafas
– batuk
– luka di kulit
– ruam kulit
– sakit kepala
– gangguan penglihatan
– perubahan neurologis
– pembesaran kelenjar getah bening (benjolan di ketiak)
– pembesaran hati
– pembesaran limpa
– mulut kering
– lelah
– penurunan berat badan

Gejala lain yang mungkin ditemukan:
– pembentukan air mata berkurang
– kejang
– perdarahan hidung
– kekakuan persendian
– rambut rontok
– mata terasa pedih, gatal dan belekan

Sarkoidosis menghasilkan peradangan di paru-paru yang akhirnya akan berkembang menjadi jaringan parut dan kista, yang akan menyebabkan batuk dan sesak nafas.

Pada 15% penderita, penyakit ini menyerang mata. Uveitis (peradangan pada struktur internal mata tertentu) menimbulkan kemerahan pada mata, nyeri dan mempengaruhi penglihatan. Peradangan yang menetap untuk waktu yang lama akan menyumbat aliran cairan untuk mata dan menyebabkan glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan. Granuloma bisa terbentuk di konjungtiva (selaput bola mata dan kelopak mata). Granuloma ini sering tidak menyebabkan gejala.

Granuloma yang terbentuk di jantung mungkin akan menyebabkan angina atau gagal jantung. Granuloma yang terbentuk di dekat sistem konduksi jantung dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung.

Diagnosa

Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sarkoidosis:

  • Hitung jenis darah
  • Tes fungsi paru (bila di paru-paru terbentuk jaringan parut, maka hasilnya akan berada di bawah normal)
  • Kadar enzim ACE (pada banyak penderita, kadar angiotensin converting enzyme dalam darah tinggi)
  • Rontgen dada untuk mencari adanya pembesaran kelenjar getah bening
  • Biopsi kelenjar getah bening
  • Biopsi luka di kulit
  • Bronkoskopi
  • Biopsi paru terbuka
  • Biopsi hati
  • EKG untuk mencari kelainan jantung
  • Tes kulit tuberkulin (tuberkulosis dapat menyebabkan banyak perubahan yang mirip dengan sarkoidosis, karena itu dilakukan tes kulit tuberkulin untuk memastikan bahwa penyakitnya bukan tuberkulosis)
  • Skening galium (kadang dilakukan jika diagnosis masih meragukan, karena skening galium akan menunjukkan pola yang abnormal pada paru-paru atau kelenjar getah bening penderita)
  • Enzim hati (jika hati juga terkena, maka kadar enzim hati, terutama alkalin fosfatase mungkin meningkat)
  • Pengobatan

    Gejala sarkoidosis seringkali secara perlahan akan menghilang dengan sendirinya dan tidak perlu dilakukan pengobatan. Untuk menekan gejala yang berat seperti sesak nafas, nyeri sendi dan demam, dapat diberikan kortikosteroid.
    Kortikosteroid juga diberikan jika:
    – hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kalsium darah yang tinggi
    – mengenai jantung, hati atau susunan saraf
    – sarkoidosis menyebabkan lesi kulit atau penyakit mata yang tidak sembuh dengan pemberian tetes mata kortikosteroid
    – penyakit paru-paru bertambah buruk.
    Pemakaian kortikosteroid dilanjutkan selama 1-2 tahun. Obat lain yang kadang digunakan sebagai tambahan terhadap kortikosteroid adalah obat immunosupresan, seperti methotrexat, azathioprine dan cyclophosphamide.

    Keberhasilan pengobatan dinilai melalui hasil pemeriksaan foto dada, tes fungsi paru dan pengukuran kalsium dan enzim ACE dalam darah. Tes ini dilakukan berulang untuk mengetahui apakah terdapat kekambuhan setelah pengobatan dihentikan.

    Pada kegagalan organ yang tidak dapat diperbaiki, kadang perlu dilakukan pencangkokan organ.

    PROGNOSIS

    Sarkoidosis bisa membaik atau sembuh spotan pada sekitar 2/3 penderita. Bahkan pembesaran kelenjar getah bening di dada dan peradangan paru-paru yang luas bisa menghilang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Penyakit bisa menjadi kronis atau progresif pada 10-30% penderita.

    Penderita sarkodosis dengan gangguan yang masih terbatas di daerah dada memiliki prognosis yang lebih baik daripada penderita yang juga memiliki gangguan sarkoidosis di tempat lain. Penderita dengan pembesaran kelenjar getah bening di dada tapi tidak menunjukkan adanya penyakit paru-paru mempunyai prognosis yang sangat baik.

    Sekitar 50% yang pernah menderita sarkoidosis mengalami kekambuhan. Sekitar 10% penderita mengalami kecacatan yang serius karena kerusakan pada mata, sistem pernafasan atau organ lainnya. Adanya jaringan parut pada paru-paru memicu terjadinya gagal pernafasan yang merupakan penyebab utama kematian.

    Referensi

    – H, Denis. Sarcoidosis. Medline Plus. 2013.

    http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000076.htm

    – K, Talmadge E. Sarcoidosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/interstitial_lung_

    diseases/sarcoidosis.html

    – S, William C. Sarcoidosis. Medicine Net. 2013.

    http://www.medicinenet.com/sarcoidosis/article.htm

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.