Sakit Kepala Cluster

by -7 views

Sakit Kepala Cluster

Sakit Kepala Cluster
Sakit Kepala Cluster
Sumber gambar : http://www.umm.edu

Definisi

Sakit Kepala Cluster adalah jenis sakit kepala migren yang jarang terjadi, yang menyebabkan nyeri yang luar biasa. Paling sering menyerang pria diatas 30 tahun.

PENYEBAB

Penyebab pasti terjadinya sakit kepala cluster belum diketahui. Tampaknya adanya gangguan di hipotalamus berperan dalam terjadinya sakit kepala cluster. Serangan sakit kepala tipe ini terjadi secara teratur dalam 24 jam dan biasanya mengikuti musim dalam setahun. Pola ini mengacu pada keterkaitan dengan jam biologis tubuh. Pada manusia, jam biologis tubuh berkaitan dengan fungsi hipotalamus. Penelitian mendeteksi adanya peningkatan aktivitas hipotalamus saat terjadi sakit kepala cluster.

Jika periode sakit kepala cluster dimulai, maka adanya faktor tertentu (misalnya pemakaian alkohol atau obat-obatan tertentu, seperti nitrogliserin) dapat memicu terjadinya sakit kepala yang berat. Untuk itu pada orang-orang dengan sakit kepala cluster perlu menghindari konsumsi alkohol selama periode sakit kepala cluster. 

Gejala

Suatu serangan hampir selalu dimulai secara tiba-tiba dan berakhir dalam waktu 1 jam. Serangan seringkali dimulai dengan rasa gatal atau meler pada salah satu sisi hidung, yang mendahului nyeri hebat pada sisi kepala yang sama dan menjalar ke sekitar mata.

Sakit kepala tipe cluster umumnya digambarkan seperti nyeri kepala yang tajam, seperti tertusuk atau terbakar. Nyeri kepala biasanya terlokalisir disekitar mata, tetapi dapat menjalar ke area lain di muka, kepala, leher, atau bahu. Sakit kepala yang terjadi biasanya pada satu sisi. Selain itu dapat ditemukan air mata berlebih, kemerahan pada mata, dan pembengkakan di sekitar mata pada sisi yang terkena. Penderita biasanya gelisah, dan akan memilih untuk berjalan mondar mandir atau duduk dengan bergoyang ke depan dan belakang saat terjadinya serangan. Berbeda dengan migrain, penderita sakit kepala cluster biasanya menghindari tidur berbaring saat serangan karena posisi ini tampaknya menambah rasa nyeri.

Beberapa gejala yang mirip pada migren juga dapat ditemukan, misalnya mual, sensitifitas pada cahaya dan suara, serta aura, meskipun biasanya hanya pada satu sisi. Kelopak mata pada sisi yang sama bisa menutup dan pupil seringkali mengecil. Rasanyeri biasanya akan menghilang secara tiba-tiba. 

Serangan sakit kepala cluster dapat berlangsung selama 15 menit sampai 2 jam. Serangan biasanya terjadi pada waktu yang sama dalam 24 jam. Kebanyakan serangan terjadi saat malam hari, biasanya satu sampai dua jam setelah seseorang pergi tidur.

Kebanyakan penderita mengalami sakit kepala cluster berulang. Selama periode cluster tersebut, sakit kepala dapat muncul setiap hari, terkadang sampai beberapa kali dalam sehari. Periode cluster biasanya berlangsung antara 6-12 minggu. Waktu dimulai dan durasi setiap periode cluster dapat sama dari periode ke periode. Misalnya periode cluster yang terjadi secara musiman, contohnya periode cluster yang terjadi setiap musim panas.

Periode sakit kepala cluster muncul untuk waktu tertentu dalam setahun, kemudian diikuti dengan periode remisi bebas nyeri yang berlangsung sekitar 6-12 minggu sebelum periode cluster berikutnya muncul.  

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas.

Jika penderita memiliki sakit kepala yang tidak biasa atau adanya kelainan pada pemeriksaan neurologis, maka dapat dilakukan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan penyebab sakit kepala serius lainnya, seperti tumor atau aneurisma. Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan antara lain CT scan dan MRI kepala. 

Pengobatan

Belum ada terapi penyembuhan untuk sakit kepala cluster. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperpendek periode sakit kepala, dan mencegah serangan. 

Karena sakit kepala cluster terjadi secara tiba-tiba dan dapat mereda dalam waktu singkat, maka pemakaian obat penghilang nyeri seperti aspirin atau ibuprofen kurang efektif, karena sakit kepala biasanya akan hilang sebelum obat-obat tersebut mulai bekerja. Untuk itu, penanganan yang efektif untuk penanganan dan pencegahan sakit kepala cluster akut meliputi : 

  • Pemberian oksigen.  
  • Obat golongan triptan, misalnya Sumatriptan, yang biasanya dipakai untuk mengobati migrain, juga efektif untuk penanganan sakit kepala cluster akut. Sumatriptan tidak dianjurkan jika penderita memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau penyakit jantung iskemik.
  • Octreotide(Sandostatin). Obat ini efektif untuk pengobatan sakit kepala cluster dan aman jika digunakan untuk penderita darah tinggi dan penyakit jantung iskemik.
  • Dihydroergotamine. Obat ini efektif untuk penghilang nyeri pada sebagian penderita sakit kepala cluster.  
PENCEGAHAN

Terapi pencegahan dimulai saat episode cluster terjadi. Obat-obat yang digunakan tergantung dari durasi dan keteraturan dari episode cluster. Obat-obat yang biasa digunakan antara lain : 

  • Calcium channel bloker, misalnya Verapamil. Obat ini biasanya merupakan pilihan pertama untuk mencegah sakit kepala cluster. Verapamil sering diberikan bersama dengan obat lainnya. 
  • Kortikosteroid, misalnya Prednison
  • Ergotamine, dapat digunakan sebelum tidur untuk mencegah terjadinya serangan pada malam hari. Pengobatan dengan ergotamine cukup efektif tetapi tidak dapat dikombinasi dengan triptan. Selain itu ergotamine hanya dapat digunakan untuk waktu singkat. 

Referensi

– Mayo Foundation for Medical Education and Research. Cluster Headache. 2011. 

http://www.mayoclinic.com/health/cluster-headache/DS00487

– Luc Jasmin. Cluster Headache. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000786.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.