Rhinitis Alergika Musiman

by -3 views

Rhinitis Alergika Musiman

Rhinitis Alergika Musiman
Rhinitis Alergika Musiman
Sumber gambar : http://hayfeverq.com

Definisi

Rhinitis Alergika Musiman (Hay fever, polinosis) adalah suatu alergi terhadap serbuk sari yang terdapat di dalam udara pada musim tertentu. Setiap musim panas, musim semi, dan musim gugur, tumbuhan melepaskan serbuk sari (pollen). Beberapa serbuk sari dapat masuk ke dalam hidung dan tenggorokan dan memicu terjadinya suatu reaksi alergi yang disebut hay fever (rhinitis alergika musiman).

PENYEBAB

Serbuk sari di dalam udara yang menyebabkan rhinitis alergika bervariasi, tergantung pada daerah dan individu. Serbuk sari yang dibawa oleh lebah dari satu pohon ke pohon lainnya jarang menyebabkan rinitis alergika karena butirannya besar dan dilapisi oleh bahan seperti lilin. Serbuk sari yang terbawa oleh angin butirannya lebih kecil dan lebih sering menyebabkan rinitis alergika. Tanaman yang sering menyebabkan rhinitis alergika adalah pohon-pohonan, rumput, bunga dan rumput liar.

Selain kepekaan individu dan daerah tempat tumbuhnya tanaman, faktor lain yang mempengaruhi terjadinya rhinitis alergika adalah jumlah serbuk sari yang terkandung di dalam udara. Cuaca panas, kering dan berangin lebih banyak mengandung serbuk sari; sedangkan cuaca dingin, lembab dan hujan menyebabkan serbuk sari jatuh ke tanah.

ALLEREGY

Sumber : http://www.burtchiropractic.com

Faktor-faktor risiko untuk terjadinya hay fever :

  • Adanya anggota keluarga lain yang juga terkena hay fever
  • Adanya paparan berulang pada alergen 
  • Adanya kondisi lain seperti asma, eksim
  • Adanya polip hidung

Gejala

Hidung, langit-langit mulut, tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal, baik secara tiba-tiba maupun secara berangsur-angsur. Biasanya akan diikuti dengan mata berair, bersin-bersin, serta hidung meler atau tersumbat.

Beberapa penderita mengeluh sakit kepala, batuk dan mengi (bengek); menjadi mudah tersinggung dan deperesi; kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur. Terjadi peradangan pada kelopak mata bagian dalam dan pada bagian putih mata (konjungtivitis).

Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan, menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang hanya timbul pada musim tertentu. Untuk menentukan serbuk sari penyebabnya, bisa dilakukan tes kulit (skin test).

Pengobatan

Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin. Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya Pseudoephedrine atau Phenylpropanolamine untuk melegakan hidung tersumbat. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat.

Bisa juga diberikan obat semprot hidung natrium kromolin; efeknya terbatas pada hidung dan tenggorokan bagian belakang.

Jika pemberian antihistamin dan kromolin tidak dapat mengendalikan gejala-gejala, maka diberikan obat semprot kortikosteroid. Jika obat semprot kortikosteroid masih juga tidak mampu meringankan gejala, maka diberikan kortikosteroid per-oral selama kurang dari 10 hari.

Immunoterapi alergen perlu dipertimbangkan pada:

  • penderita yang memiliki gejala-gejala yang berat
  • penderita yang tidak dapat menghindari paparan alergen
  • penderita yang mengalami efek samping yang berat akibat obat-obatan
  • pemberian obat-obatan tidak dapat mengendalikan gejala
  • penderita yang sering mengkonsumsi kortikosteroid 
  • penderita yang menderita asma 

Immunoterapi alergen sebaiknya dimulai beberapa bulan sebelum musim serbuk tiba.

PENCEGAHAN

Timbulnya gejala biasanya bisa dicegah dengan menghindari alergen penyebab terjadinya rinitis alergika.
Selama musim serbuk berlangsung, sebaiknya penderita tetap tinggal di dalam rumah.

Referensi

– Peter J Delves. Seasonal Allergies. 2008. http://www.merckmanuals.com/home/

immune_disorders/allergic_reactions/seasonal_allergies.html

– National Institute of Allergy and Infectious Diseases. 

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/hayfever.html

– Hay Fever. 2010. http://www.medicinenet.com/hay_fever/page4.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.