Polimialgia Rematika

by -4 views

Polimialgia Rematika

Polimialgia Rematika
Polimialgia Rematika
Sumber gambar :

Definisi

Polimialgia Rematika adalah suatu keadaan yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada otot leher, bahu dan panggul.

Penyakit ini terjadi pada usia lebih dari 50 tahun dan wanita 2 kali lebih sering terkena.

Meskipun terasa nyeri, penyakit ini tidak menyebabkan kelemahan atau kerusakan otot.
Kadang-kadang penyakit ini terjadi bersamaan dengan arteritis temporalis (arteritis sel raksasa).

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Gejala

Polimialgia rematika menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada leher, bahu dan panggul.
Kekakuan ini akan memburuk pada pagi hari dan setelah beristirahat.

Gejala-gejala otot bisa disertai oleh demam, tidak enak badan, penurunan berat badan dan depresi.
Semua gejala ini bisa timbul secara tiba-tiba atau secara bertahap.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan lainnya.

Biopsi jaringan otot biasanya tidak diperlukan, tetapi jika dilakukan, tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot dan elektromiogram juga tidak menunjukkan kelainan.

Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya anemia.
Laju endap darah dan protein C-reaktif biasanya sangat tinggi, menunjukkan bahwa penyakitnya sedang aktif.
Kadar kreatin kinase dalam darah adalah normal.

Pengobatan

Penyakit akan membaik bila diberikan (Prednison dosis rendah.

Jika disertai dengan arteritis temporal, diperlukan kortikosteroid ( (Prednison, Methylprednisolone, Desonide, Hydrocortisone, Betamethasone, Desoxymethasone, Triamcinolone) dosis lebih tinggi.

Bila gejalanya mereda, dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah yang masih efektif.
Sebagian besar penderita bisa menghentikan pemakaian (Prednison dalam 2-4 tahun, tetapi penderita yang lainnya memerlukan dosis kecil dalam waktu yang lebih lama.

(Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya ( Ibuprofen, Naproxen, Fenoprofen, Ketoprofen, Dexketoprofen, Indometacin, Ketorolac, Diclofenac, Piroxicam, Meloxicam, Mefenamic Acid, Etorixocib, Celecoxib bisa membantu meredakan gejala.

Dapat pula diberikan obat imunosupresan seperti Cyclophosphamide, Methotrexate, Anakinra, Infliximab, Etanercept, Adalimumab, Rituximab, Leflunomide

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published.