Pneumonitis Kimia

by -5 views

Pneumonitis Kimia

Pneumonitis Kimia
Pneumonitis Kimia
Sumber gambar : http://www.medindia.net

Definisi

Pneumonitis Kimia adalah peradangan paru-paru yang terjadi akibat menghirup atau tersedak bahan kimia.

Pneumonitis kimia akut menyebabkan edema (pembengkakan jaringan paru) serta berkurangnya kemampuan paru dalam menyerap oksigen dan membuang karbondioksida. Pada kasus yang berat, bisa terjadi kematian karena jaringan paru mengalami kekurangan oksigen (hipoksia).

Pneumonitis kimia kronis bisa terjadi setelah paparan sejumlah bahan yang mengiritasi paru untuk waktu yang lama. Hal ini menyebabkan peradangan dan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada jaringan paru, yang ditandai dengan menurunnya pertukaran oksigen serta kekakuan jaringan paru. Jika tidak terkendali, pada akhirnya keadaan ini bisa menyebabkan gagal nafas dan kematian.

Ada suatu bentuk pneumonia kimia yang paling sering mengenai para petani, yaitu penyakit silo filler (Silo filler’s disease). Penyakit ini terjadi akibat menghirup uap yang mengandung nitrogen dioksida yang dihasilkan oleh makanan ternak yang basah. Penyakit silo filler bisa menyebabkan timbulnya cairan di dalam paru-paru selambat-lambatnya dalam waktu 12 jam setelah paparan. Penyakit ini bisa membaik untuk sementara dan kemudian muncul kembali dalam waktu 10-14 hari kemudian, meskipun penderita tidak mendapatkan paparan lebih lanjut. Kekambuhan cenderung mengenai saluran nafas kecil (bronkiolus).

PENYEBAB

Berbagai bahan kimia di lingkungan rumah tangga atau industri bisa menyebabkan peradangan pada paru-paru, baik yang sifatnya akut maupun kronis.

Beberapa zat berbahaya jika terhirup antara lain :

  • Gas klorin, biasanya digunakan untuk zat pembersih, misalnya untuk membersihkan kolam renang, atau pemutih pakaian
  • Gas-gas lain dari industri, misalnya amonia, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan nitrogen dioksida
  • Gas radioaktif
  • Uap berbahaya dari pestisida
  • Asap, misalnya akibat kebakaran
  • Serbuk gandum dan pupuk

Gas-gas seperti klorin dan amonia mudah larut dan segera mengiritasi hidung, mulut dan tenggorokan. Jika gas terhirup dalam, maka bisa sampai ke saluran nafas bagian bawah. Klorin merupakan gas yang sangat iritatif.

Beberapa gas, seperti nitrogen dioksida, tidak mudah larut. Karenanya tidak ada tanda-tanda awal terjadinya paparan (misalnya iritasi hidung dan mata) dan gas ini lebih mudah terhirup sampai ke dalam paru-paru.

Gas-gas tersebut bisa menyebabkan peradangan pada saluran nafas kecil (bronkiolitis) atau menyebabkan akumulasi cairan di paru-paru (edema paru).

Gas-gas atau bahan kimia yang terhirup juga bisa memicu terjadinya reaksi alergi yang menyebabkan peradangan, dan pada beberapa kasus, terbentuk jaringan parut di paru-paru. Kondisi ini disebut sebagai pneumonitis hipersensitivitas.

Pada beberapa orang, paparan terhadap gas atau bahan kimia untuk waktu lama bisa menyebabkan bronkitis kronis. Selain itu, kanker bisa terjadi akibat menghirup bahan-bahan kimia tertentu, misalnya arsen dan hidrokarbon. Kanker bisa terjadi di paru-paru atau tempat lain tergantung zat yang terhirup.

Gas radioaktif, yang bisa terlepas akibat kecelakaaan reaktor nuklir, juga bisa menyebabkan kanker paru dan kanker lainnya setelah bertahun-tahun kemudian.

Gejala

Gejala pneumonitis kimia akut:
– batuk
– kesulitan untuk bernafas
– perasaan seperti tidak mendapatkan cukup udara
– suara pernfasan abnormal
– rasa yang tidak biasa di dada (seperti terbakar)
– haus akan udara

Gejala pada pneumonitis kronis:
– sesak nafas saat melakukan aktivitas ringan
takipneu (pernafasan cepat)
– dengan/tanpa batuk

Gas-gas terlarut, seperti klorin dan amonia, dapat menyebabkan luka bakar hebat pada mata, hidung, tenggorokan dan saluran nafas besar dalam waktu beberapa menit setelah terpapar. Selain itu, sering timbul batuk dan adanya darah di dalam dahak (hemoptisis). Muntah dan sesak nafas juga sering terjadi.

Gas-gas yang lebih sukar larut, seperti nitrogen dioksida, bisa menyebabkan sesak nafas, yang kadang-kadang sangat berat, dalam waktu 3-4 jam setelah terpapar, bahkan terkadang sampai 12 jam sesudahnya.

Penderita harus segera dibawa ke rumah sakit jika :

– tidak sadar
– bibir atau kulit membiru (sianosis)
– kesulitan bernafas
– tiba-tiba terjadi perubahan suara
– pembengkakan pada mulut atau tenggorokan
– nyeri dada
– sesak nafas
– batuk produktif yang berbusa atau berdarah
– terpapar bahan kimia berbahaya yang berpotensi menimbulkan kematian
– muntah dan tersedak
– terjadi gangguan dalam berpikir

Diagnosa

Berbagai pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pneumonitis kimia untuk membantu menentukan seberapa berat paru-paru yang terkena :

  • Rontgen dada, bisa menunjukkan apakah terjadi edema paru atau bronkiolitis
  • CT scan dada, tertutama dilakukan jika penderita memiliki gejala, tetapi hasil rontgen dada tampak normal
  • Analisa gas darah
  • Tes fungsi paru

Pengobatan

Sebagian besar orang yang tidak sengaja terpapar oleh gas-gas kimia bisa sembuh sempurna. Komplikasi yang paling berat adalah terjadinya infeksi paru atau kerusakan paru-paru berat disertai jaringan parut pada saluran nafas kecil.

Pengobatan utama yang harus diberikan pada orang-orang yang terpapar dengan gas-gas berbahaya adalah dengan memberikan oksigen. Jika terjadi kerusakan paru-paru yang berat, maka penderita mungkin perlu mendapatkan alat bantu nafas mekanik (ventilasi mekanik). Selain itu bisa diberikan obat-obat untuk melebarkan saluran nafas (bronkodilator), antibiotika, dan cairan infus. Kortikosteroid, misalnya Prednison, seringkali diberikan untuk mengurangi peradangan di paru-paru.

PENCEGAHAN

Cara terbaik untuk mencegah pneumonitis kimia adalah dengan cara mencegah paparan terhadap bahan kimia, misalnya sangat berhati-hati saat menangani gas dan bahan kimia. Sungkup wajah (masker) dengan persediaan udara sendiri harus tersedia untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan, misalnya bahan kimia yang tumpah.

Petani harus mengetahui bahwa paparan yang tak sengaja dari gas beracun di tempat penyimpanan makanan ternak adalah berbahaya, dan bisa berakibat fatal.

Referensi

– D, David C. Chemical Pneumonitis. Medline Plus. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000143.htm

– G, Jonathan L. Chemical Pneumonia. Web MD. 2012.

http://www.webmd.com/lung/chemical-pneumonia?print=true

– N, Lee S. Gas and Chemical Exposure. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/environmental_lung_diseases/

gas_and_chemical_exposure.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.