Pneumonia Virus

by -6 views

Pneumonia Virus

Pneumonia Virus
Pneumonia Virus
Sumber gambar : http://www.medicinenet.com

Definisi

Pneumonia Virus adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus.

PENYEBAB

Penyebab pneumonia virus antara lain :
– Virus sinsitial pernafasan
– Adenovirus
– Hantavirus
– Virus influenza
– Virus parainfluenza
– Rhinovirus
– Virus herpes simpleks
– Sitomegalovirus
– Virus korona, yang menyebabkan SARS (Severe Acuete Respiratory Syndrome)

Pada bayi dan anak-anak penyebab yang paling sering adalah:
– virus sinsisial pernafasan
– adenovirus
– virus parainfluenza
– virus influenza
Virus campak juga dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada anak yang mengalami kekurangan gizi.

Pada orang dewasa yang sehat, penyebabnya seringkali adalah virus influenza tipe A dan tipe B. Pneumonia pada orang dewasa juga bisa disebabkan oleh virus cacar air.

Pada usia lanjut, pneumonia virus biasanya disebabkan oleh virus parainfluenza, influenza arau virus sinsisial pernafasan. Sitomegalovirus atau virus herpes simpleks bisa menyebabkan pneumonia yang berat pada penderita gangguan sistem kekebalan.

Pneumonia virus berat lebih cenderung terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya :
– bayi yang lahir prematur
– anak-anak dengan gangguan jantung dan paru
– infeksi HIV
– orang-orang yang mendapatkan kemoterapi untuk kanker atau obat-obat lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
– penerima transplantasi organ

Gejala

Gejala-gejala pneumonia virus seringkali muncul secara perlahan dan mungkin awalnya bersifat ringan. Keparahan pneumonia tergantung dari organisme penyebabnya dan respon imunitas individu yang terinfeksi. Pneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya tidak terlalu berat, tetapi bisa juga sampai mengancam nyawa, terutama pada orang-orang yang berusia lanjut, anak-anak yang masih sangat kecil, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala-gejala pneumonia yang paling sering ditemukan :
– batuk, terkadang bisa berdahak atau bahkan juga disertai darah
– demam
– menggigil
– sesak nafas, terutama saat beraktivitas

Gejala lain yang bisa ditemukan :
– sakit kepala
– hilang nafsu makan, tidak bertenaga, dan kelelahan
– nyeri dada yang tajam atau menusuk, dan memberat saat bernafas dalam atau batuk
– banyak berkeringat dan kulit terasa lembab
– linglung, terutama pada orang tua
– kekakuan dan nyeri otot
– mual dan muntah

Diagnosa

Diagnosis bisa dibantu ditegakkan jika tidak ditemukan bakteri di dalam biakan dahak, (karena sulit untuk mengisolasi virus dalam suatu biakan). Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan:
– Rontgen dada
– Pemeriksaan hitung darah lengkap
– Kultur darah
– Pemeriksaan darah untuk mendiagnosa virus tertentu
Biopsi paru terbuka (hanya dilakukan pada penyakit yang sangat berat, jika diagnosis tidak dapat ditegakkan dengan pemeriksaan lainnya)

Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah memberikan terapi suportif, karena infeksi virus tidak akan memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.
Terapi suportif yang diberikan antara lain berupa :
– udara yang lembab
– asupan cairan yang lebih banyak
– oksigen tambahan
– kortikosteroid pada kasus tertentu
Untuk mencegah dehidrasi, mungkin penderita anak-anak dan lanjut usia perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, rawat inap juga diperlukan jika terjadi infeksi berat yang menyebabkan penderita kesulitan untuk bernafas.

Kondisi lain yang menyebabkan seseorang kemungkinan perlu dirawat di rumah sakit :
– berusia lebih dari 65 tahun atau masih kecil
– tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri di rumah
– tidak dapat makan atau minum
– memiliki gangguan medis yang berat, seperti gangguan jantung atau ginjal
– telah mengkonsumsi antibiotik di rumah dan masih belum membaik
– memiliki gejala-gejala yang berat

Namun, sebagian besar penderita biasanya tidak mengalami penyakit yang berat dan bisa dirawat di rumah. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan di rumah :
– Banyak istirahat. Tubuh perlu isitrahat sehingga memiliki energi untuk melawan infeksi dan menyembuhkan diri.
– Minum air yang lebih banyak untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak
– Gunakan obat untuk mengatasi demam atau rasa nyeri di tubuh, misalnya aspirin, ibuprofen, atau acetaminophen (jangan berikan aspirin untuk anak-anak karena berisiko untuk terjadi sindroma Reye)

Kadang obat antivirus diberikan pada kasus tertentu (misalnya ribavirin untuk virus sinsitial pernafasan atau amantadin untuk virus influenza), terutama pada bayi dan anak-anak. Untuk pneumonia karena virus herpes dan cacar air bisa diberikan acyclovir.

Beberapa penderita akan mengalami pemulihan dalam waktu 2 minggu, tanpa meninggalkan gejala sisa.
Akibat yang fatal mungkin akan ditemukan pada:
– penderita lanjut usia
– penderita gangguan sistem kekebalan
– bayi yang menderita kelainan jantung bawaan.

PENCEGAHAN

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia akibat virus :

  • Sering mencuci tangan, terutama setelah memgang hidung, mengguanakn toilet, mengganti popok bayi, dan sebelum makan/menyiapkan makanan
  • Tidak merokok. Merokok menyebabkan gangguan pada paru-paru sehingga tidak dapat menangkal infeksi
  • Vaksinasi, misalnya vaksin flu untuk mencegah pneumonia akibat virus influenza
  • Hindari keramaian jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Referensi

– D, David C. Viral Pneumonia. Medline Plus. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000073.htm

– M, Zab. Viral Pneumonia. Medscape. 2013.

http://emedicine.medscape.com/article/300455-overview

– S, George. Viral Pneumonia. eMedicine. 2012.

http://www.emedicinehealth.com/viral_pneumonia/article_em.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.