Pleuritis (Radang Pleura)

by -7 views

Pleuritis (Radang Pleura)

Pleuritis (Radang Pleura)
Pleuritis (Radang Pleura)
Sumber gambar : http://www.webmd.boots.com

Definisi

Pleuritis / radang pleura (Pleurisy) adalah suatu peradangan pada pleura (selaput yang menyelubungi permukaan paru-paru).

Illustration showing normal pleural lining and pleurisy

Sumber : http://www.riversideonline.com

PENYEBAB

Pleuritis terjadi jika suatu penyebab (biasanya virus atau bakteri) mengiritasi pleura, sehingga terjadi peradangan. Bila disertai dengan penimbunan cairan di rongga pleura maka disebut efusi pleura. Setelah terjadi peradangan, pleura bisa normal kembali atau terjadi perlengketan.

Berbagai kondisi medis yang mendasari terjadinya pleuritis antara lain :

  • Infeksi virus akut, misalnya influenza
  • Pneumonia
  • Tuberkulosis atau infeksi lainnya
  • Infark paru akibat emboli paru
  • Trauma dada, misalnya trauma yang menyebabkan patahnya tulang dada
  • Pasca operasi di dada
  • Kanker
  • Artritis reumatoid
  • Lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
  • Proses di perut, misalnya pankreatitis, sirosis hati, dan gangguan limpa
  • Pneumotoraks
  • Bahan/zat iritatif dari saluran pernafasan atau tempat lain (misalnya abses) yang sampai ke pleura
  • Gagal jantung kongestif
  • Reaksi terhadap obat tertentu, seperti hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin, klorpromazin
  • Gejala

    Tanda dan gejala pleuritis bisa berupa :

    • Nyeri dada saat menarik dan membuang nafas (hampir tidak dirasakan nyeri saat menahan nafas atau menekan daerah yang terasa nyeri). 
    • Nafas cepat dan dangkal, karena menarik nafas dalam menimbulkan rasa nyeri.
    • Batuk kering
    • Demam dan menggigil, tergantung dari penyebabnya
    • Kehilangan nafsu makan, tergantung dari penyebabnya

    Sumber : http://www.normalbreathing.com

    Nyeri dada adalah gejala yang paling sering ditemukan. Nyeri yang timbul bervariasi, mulai dari rasa tidak enak sampai nyeri yang tajam dan menusuk. Rasa nyeri bisa bertambah hebat saat penderita batuk, bersin, bergerak, dan bernafas, terutama saat bernafas dalam. Nyeri yang timbul merupakan akibat dari peradangan pada lapisan pleura sebelah luar dan biasanya dirasakan di dinding dada tepat di daerah yang mengalami peradangan. Tetapi nyeri juga bisa dirasakan atau hanya timbul di perut atau leher dan bahu sebagai suatu penjalaran nyeri (referred pain).

    Jika cairan tertimbun di dalam rongga pleura dalam jumlah yang besar, maka akan terjadi pemisahan lapisan pleura (cairan menjadi pelumas) sehingga rasa nyeri biasanya menghilang. Namun, cairan dalam jumlah besar akan menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam mengembangkan paru-parunya pada saat bernafas, sehingga penderita merasa sesak nafas.

    Diagnosa

    Nyeri yang muncul pada pleuritis (pleurisy) sangat khas. Nyeri dada biasanya bersifat tajam dan bertambah hebat saat bernafas. Namun, rasa nyeri juga bisa dikacaukan dengan rasa nyeri yang disebabkan oleh :

    • peradangan di sekitar jantung (perikarditis)
    • serangan jantung (infark myocard)
    Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan adanya pleuritis. Pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa :
    • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Untuk menentukan diagnosa, perlu diketahui informasi mengenai riwayat medis penderita, termasuk masalah kesehatan yang ada, pengobatan yang dijalani, dan tanda serta gejala yang dialami. Pada pemeriksaan fisik dengan stetoskop, seringkali bisa terdengar adanya gesekan antara dua lapisan pleura saat bernafas (pleural friction rub). Jika terdapat akumulasi cairan pleura dalam jumlah besar, maka suara nafas bisa menurun.
    • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini bisa membantu menentukan jika terjadi infeksi. Atau dapat juga digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan autoimun, seperti artritis reumatoid atau lupus.
    • Pemeriksaan pencitraan, misalnya :
      • Rontgen dada. Pemeriksaan ini mungkin tidak akan menunjukkan adanya suatu pleuritis, tetapi bisa menggambarkan adanya gangguan pada jaringan paru dan sekitarnya, misalnya patah tulang dada, penyakit paru-paru atau penimbunan cairan di rongga pleura.
      • CT scan dada. Pemeriksaan ini bisa melihat lebih detail kelainan paru yang ada.
      • Ultrasonografi. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendeteksi adanya efusi pleura.

    Interpreting Chest X-Rays

    Sumber : http://socksteaching.co.uk

    • Pemeriksaan cairan atau jaringan dari rongga pleura, misalnya :
      • Torakosentesis. Tindakan ini bertujuan untuk mengambil cairan dari dalam rongga pleura, sehingga cairan pleura bisa diperiksa untuk menentukan jenis cairan pleura, menemukan adanya organisme infeksius atau sel kanker.
      • Biopsi pleura. Pada beberapa kasus, contoh jaringan pleura bisa diambil untuk diperiksa, misalnya jika diduga penyebabnya adalah kanker paru atau tuberkulosis.

    Pengobatan

    Pengobatan pleuritis tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya adalah pneumonia bakteri, maka diperlukan pemberian antibiotika untuk mengendalikan infeksi.

    Selain itu, diberikan obat-obat untuk membantu meringankan tanda dan gejala yang ada, misalnya obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), aspirin, atau ibuprofen untuk mengatasi rasa nyeri. Selain itu, rasa nyeri juga dapat dibantu diredakan dengan cara berbaring pada sisi yang sakit atau menekan bagian yang nyeri dengan bantal. Jika terdapat akumulasi cairan dalam jumlah besar pada rongga pleura, maka mungkin perlu dilakukan tindakan untuk mengeluarkan cairan tersebut.

    Referensi

    – K, Vamada. Pleurisy. Web MD. 2013. http://www.webmd.com/lung/understanding-pleurisy-basics

    – Mayo Clinic. Pleurisy. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/pleurisy/DS00244

    – S, George. Pleurisy. Medicine Net. 2010. http://www.medicinenet.com/pleurisy/article.htm

    – Web MD. Pleurisy. 2011. http://www.webmd.com/lung/tc/pleurisy-overview

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.