Perdarahan Pasca Persalinan

by -9 views

Perdarahan Pasca Persalinan

Perdarahan Pasca Persalinan
Perdarahan Pasca Persalinan
Sumber gambar : http://www.empowher.com

Definisi

Perdarahan yang berlebihan dari rahim menunjuk pada adanya darah yang hilang segera setelah persalinan per vagina sebanyak lebih dari kira-kira satu liter atau hilangnya darah setelah operasi cesar sebanyak lebih dari kira-kira 2 liter.

PENYEBAB

Setelah bayi dilahirkan, perdarahan rahim adalah perhatian yang utama. Biasanya, wanita kehilangan sekitar 1 liter darah setelah persalinan melalui vagina. Perdarahan terjadi karena terbukanya pembuluh darah akibat lepasnya plasenta dari rahim. Kontraksi rahim membantu menutup pembuluh darah yang terbuka ini sampai pembuluh darah dapat pulih kembali. Biasanya operasi cesar menyebabkan kehilangan darah dua kali lebih banyak daripada persalinan melalui vagina, sebagian karena proses persalinan membutuhkan sayatan pada rahim, dan banyak darah yang masuk ke rahim saat persalinan.

Perdarahan hebat dapat terjadi akibat gangguan kontraksi rahim pasca persalinan, sehingga pembuluh darah yang terbuka ketika plasenta terlepas menjadi berdarah kembali. Kontraksi rahim dapat terganggu pada keadaan-keadaan berikut :

  • Ketika rahim sangat teregang, misalnya karena cairan ketuban terlalu banyak di dalam rahim, kehamilan kembar (terdapat lebih dari satu janin di dalam rahim), atau janin yang berukuran sangat besar.
  • Ketika ada bagian plasenta yang tertinggal di dalam rahim setelah persalinan
  • Ketika persalinan berlangsung lama atau tidak normal
  • Ketika wanita telah melahirkan lebih dari 5 bayi
  • Ketika digunakan obat anestesi saat persalinan yang membuat otot relaksasi

Perdarahan hebat juga dapat terjadi akibat beberapa hal berikut :

– Ketika vagina atau leher rahim mengalami robekan saat melahirkan

– Ketika terdapat gangguan pembekuan darah pada ibu

– Ketika jaringan di sekitar janin mengalami infeksi (korioamnionitis), sehingga menyebabkan terjadinya infeksi pada rahim (endometritis)

– Pada kasus yang jarang, ketika rahim mengalami robekan atau posisinya menjadi terbalik (inversi)

Adanya perdarahan hebat setelah satu persalinan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan berlebihan lagi pada persalinan berikutnya. Adanya jaringan ikat pada rahim juga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Gejala

Pada persalinan melalui vagina, perdarahan dianggap berlebihan jika kehilangan darah lebih dari kira-kira 1 liter saat atau setelah tahap ketiga persalinan (ketika plasenta telah dilahirkan). Pada operasi cesar, perdarahan dianggap berlebihan jika kehilangan darah lebih dari kira-kira 2 liter. Perdarahan yang berlebihan biasanya terjadi segera setelah persalinan, tetapi dapat juga terjadi kemudian, hingga satu bulan sesudahnya.

Diagnosa

Diagnosa didasarkan dari tanda dan gejala yang ada. Jika benar terjadi perdarahan hebat pasca melahirkan, maka perlu juga diketahui apa yang menyebabkan terjadinya perdarahan hebat ini. Pemeriksaan rahim dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat bagian plasenta yang tertinggal. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan pada leher rahim dan vagina untuk melihat apakah terjadi robekan atau tidak.

Pengobatan

Jika terjadi perdarahan yang hebat, maka perut bagian bawah wanita dipijat dan kemudian diberikan oxytocin melalui pembuluh darah. Tindakan ini membantu rahim untuk berkontraksi. Jika perdarahan tetap terjadi, maka obat-obat yang dapat membantu kontraksi rahim disuntikkan ke otot atau dapat juga dimasukkan ke rektum dalam sediaan tablet. Wanita yang mengalami perdarahan hebat dapat membutuhkan transfusi darah.

Pemeriksaan rahim dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat bagian plasenta yang tertinggal. Dilatasi dan kuretase dapat dilakukan untuk mengambil bagian plasenta yang tertinggal ini.

Jika rahim tidak dapat dirangsang untuk berkontraksi dan perdarahan masih berlanjut, maka dapat dilakukan penekanan pembuluh darah yang memberikan suplai darah ke rahim sehingga perdarahan dapat berhenti, misalnya dengan memasukkan balon khusus ke dalam rahim dan kemudian dikembangkan. Pengangkatan rahim (histerektomi) jarang dilakukan untuk menghentikan perdarahan.

PENCEGAHAN

Sebelum wanita masuk ke dalam proses persalinan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan hebat atau untuk menyiapkan jika terjadi perdarahan hebat, antara lain dengan menentukan apakah wanita yang akan melahirkan memiliki kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya perdarahan (misalnya cairan ketuban yang terlalu banyak). Pastikan ada persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah wanita yang akan melahirkan. Persalinan diusahakan agar berlangsung dengan baik dan perlahan. Setelah melahirkan plasenta, wanita kemudian dipantau minimal selama 1 jam untuk memastikan bahwa rahim berkontraksi dan untuk memantau perdarahan.

Referensi

– M, Julie S. Excessive Uterine Bleeding After Delivery. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/complications_of_labor_and_

delivery/excessive_uterine_bleeding_after_delivery.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.