Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)

by -4 views

Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)

Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)
Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)
Sumber gambar : http://www.dartmouth.edu

Definisi

Fensiklidin (PCP, debu malaikat), ditemukan pada akhir tahun 1950 sebagai suatu obat bius, yang betul-betul mengurangi rasa nyeri. Pemakaian resmi dalam bidang kedokteran dihentikan pada tahun 1962 karena pasien yang menerima PCP sering mengalami kecemasan berat dan delusi, dan beberapa diantaranya menderita psikosa sementara. 

PCP mulai menjadi obat jalanan pada tahun 1967 dan secara keliru diperjualbelikan sebagai marijuana. Semua PCP yang ditemukan di jalanan dibuat secara ilegal.

Setelah ditaburkan diatas tanaman (misalnya peterseli, daun mint, tembakau atau marijuana), PCP kemudian dihisap seperti rokok. PCP kadang dipakai dalam sediaan per-oral (ditelan) atau disuntikkan.

PENYEBAB

PCP merupakan obat yang menyebabkan timbulnya halusinasi, berupa gangguan persepsi akan kenyataan. Dibawah pengaruh obat, pengguna melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang tampaknya nyata padahal tidak ada. Ketergantungan pada PCP bersifat psikologis dan fisik. PCP secara fisik mempengaruhi tubuh dengan membuat penggunanya merasa bahwa ia tidak dapat beraktivitas tanpa obat tersebut. Banyak orang menjadi ketagihan pada munculnya perasaan tak terkalahkan dan rasa kegembiraan yang sangat setelah menggunakan PCP. Beberapa pengguna terus memakai PCP karena adanya perasaan kuat dan kebal.

Gejala

PCP menekan fungsi otak dan pengguna biasanya akan segera menjadi bingung dan mengalami disorientasi setelah obat digunakan. Mereka tidak tahu dimana mereka berada, siapa mereka atau jam berapa dan hari apa. Mereka bisa masuk ke dalam keadaan trance, seperti dihipnotis.

Produksi air ludah dan keringat bisa meningkat. Mereka menjadi suka berkelahi karena mereka tidak meresakan nyeri. Mereka akan terus menerus berkelahi meskipun mendapat pukulan yang keras. Tekanan darah dan denyut jantung pengguna juga meningkat. Sering terjadi tremor otot (gemetar).

Dosis PCP yang sangat tinggi bisa menyebabkan:
– tekanan darah tinggi, yang selanjutnya bisa menyebabkan stroke
– halusinasi dengar (mendengar suara-suara)
– kejang
hipertermia (demam yang sangat tinggi)
– koma
– kematian

Penyalahgunaan PCP jangka panjang bisa merusak otak, ginjal dan otot.

Pemakai PCP yang skizofrenik kemungkinan besar akan menderita psikosa selama beberapa hari atau beberapa minggu setelah pemakaian PCP.

Diagnosa

Diagnosa didasarkan dari tanda dan gejala-gejala yang ada. Keterangan dari teman atau saudara merupakan tambahan yang penting dalam menegakkan diagnosis.

Pengobatan

Pengobatan terhadap reaksi yang merugikan dari PCP ditujukan pada efek khususnya. Sebagai contoh, diberikan obat-obat untuk menurunkan tekanan darah atau untuk menghentikan kejang.

Jika pemakai PCP mengalami agitasi, mereka dimasukkan ke dalam ruangan yang tenang, disertai pengawasan terhadap tekanan darah, denyut jantung dan pernafasannya. Jika masih saja gelisah, diberikan obat penenang (misalnya Diazepam).

PENCEGAHAN

Cara yang paling baik untuk mencegah ketergantungan dan efek buruk obat-obat terlarang adalah dengan tidak mulai mencoba menggunakan obat-obat tersebut sama sekali.

Referensi

– O, Patrick G. Phencyclidine. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

http://www.merckmanuals.com/home/special_subjects/drug_use_and_abuse/phencyclidine.html

– Phencyclidine Dependence. http://www.allaboutcounseling.com/library/phencyclidine-dependence/

Leave a Reply

Your email address will not be published.