Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

by -6 views

Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud
Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud
Sumber gambar :

Definisi

Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud adalah suatu keadaan dimana arteri-arteri kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan kulit menjadi pucat atau timbul bercak berwarna merah sampai biru.

Istilah penyakit Raynaud digunakan jika tidak ditemukan penyebab yang pasti dan istilah fenomena Raynaud digunakan jika penyebabnya diketahui.
Kadang pada mulanya penyebabnya tidak dapat didiagnosis, tetapi kemudian diketahui setalah sekitar 2 tahun.

Sekitar 60-90% penyakit Raynaud terjadi pada wanita muda.

PENYEBAB

Kemungkinan yang menjadi penyebabnya adalah:

  • Skleroderma
  • Artritis rematoid
  • Aterosklerosis
  • Kelainan saraf
  • Berkurangnya aktivitas tiroid
  • Cedera
  • Reaksi terhadap obat tertentu (misalnya ergot, metisergid).

    Beberapa penderita juga memiliki sakit kepala migren, angina varian dan tekanan darah tinggi dalam paru-parunya (hipertensi pulmoner).
    Adanya hubungan dengan penyakit-penyakti tersebut memberi kesan bahwa penyebab kejangnya arteri kemungkinan adalah hal yang sama yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut.
    Apapun yang merangsang sistem saraf simpatis (misalnya emosi atau cuaca dingin), bisa menyebabkan kejang arteri.

  • Gejala

    Kejang pada arteri kecil di jari tangan dan jari kaki terjadi dengan cepat dan paling sering dipicu oleh dingin.
    Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam.

    Jari tangan dan jari kaki menjadi putih, biasanya berbintik-bintik.
    Hanya satu jari tangan atau jari kaki, atau bagian dari satu atau beberapa jari tangan/kaki terlihat berubah menjadi bercak putih dan merah.

     

    Pada akhir serangan, daerah yang terkena tampak berwarna lebih pink dari biasanya atau kebiruan.
    Jari tangan dan jari kaki bisa mengalami mati rasa, kesemutan, rasa tertusuk jarum atau rasa terbakar.

    Menghangatkan tangan atau kaki akan mengembalikan warna dan sensasi yang normal.
    Tetapi pada fenomena Raynaud yang berlangsung lama (terutama jika disertai dengan skleroderma), perubahan kulit jari tangan/kaki bersifat menetap; kulit tampak licin, mengkilat dan kencang.

    Di ujung jari tangan/kaki bisa timbul luka terbuka yang terasa nyeri.

    Fenomena Raynaud

    Diagnosa

    Untuk membedakan antara penyumbatan dan kejang arteri, dilakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan setelah penderita terpapar oleh dingin.

    Pengobatan

    Penderita dapat mengendalikan penyakit Raynaud yang ringan dengan melindungi tubuh, lengan dan tungkainya terhadap dingin dan dengan meminum obat tidur yang ringan.
    Penderita harus berhenti merokok karena nikotin menyebabkan pengkerutan pembuluh darah.

    Untuk beberapa penderita, teknik relaksasi (misalnya biofeedback), bisa mengurangi kejang.

    Obat yang menyebabkan vasodilatasi membantu rileks dan melebarkan dinding arteri, hal ini dapat meningkatkan darah ke tangan dan kaki. Obat berikut telah digunakan karena respon yang memadai terhadap pengobatan pencegahan. Penghambat Kalsium,  khususnya nifedipin , adalah obat yang paling banyak dipelajari untuk fenomena Raynaud dan dianggap sebagai obat pilihan jika pengobatan obat dibenarkan.

    • Penghambat Kalsium, seperti nifedipine , amlodipine , diltiazem , atau verapamil , dapat diresepkan.
    • Dalam situasi akut pada pasien dengan nyeri parah dan jari jari kebiruan, seseorang dapat menggunakan gel nitrogliserin (pasta yang sama yang digunakan untuk angina). Efek yang segera dan kebanyakan pasien terbebas dari serangan. Sayangnya, tidak semua pasien merespon nitrat.
    • Penghambat sistem saraf simpatis dapat ditentukan, seperti prazosin penghambat sistem saraf simpatik yang lama, seperti guanethidine, reserpin, atau phenoxybenzamine, telah digunakan tetapi memiliki efek samping yang banyak orang tidak dapat mentolerirnya.
    • Tipe E Prostaglandin yang beraksi vasodilator bila diberikan intravena dan telah memiliki beberapa keberhasilan dalam mengobati Fenomena Raynaud akut itu, salah satu contohnya adalah PGE1 (alprostadil).

    Jika terjadi cacat dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan lainnya, dilakukan pemotongan saraf simpatis untuk mengurangi gejala, tetapi berkurangnya gejala hanya berlangsung selama 1-2 tahun.
    Pembedahan ini (simpatektomi), biasanya lebih efektif dilakukan pada penderita penyakit Raynaud., bukan pada fenomena Raynaud.

    Obat-obat yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah (misalnya beta blocker, clonidine dan preparat ergot) bisa memperburuk fenomena Raynaud.

    Referensi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.