Penyakit Radang Panggul

by -8 views

Penyakit Radang Panggul

Penyakit Radang Panggul
Penyakit Radang Panggul
Sumber gambar : http://depositphotos.com

Definisi

Penyakit Radang Panggul (PID/Pelvic Inflammatory Disease) adalah infeksi pada rahim (uterus), saluran telur (tuba fallopi), dan organ reproduksi wanita lainnya. Penyakit ini biasanya merupakan komplikasi serius penyakit menular seksual, terutama chlamydia dan gonorrhea. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan gangguan pada saluran telur dan jaringan di dalam atau di dekat rahim dan indung telur. Penyakit ini dapat menimbulkan akibat yang serius, antara lain ketidaksuburan, kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim), pembentukan abses, dan nyeri panggul yang kronis.

PENYEBAB

Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium).

Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus).

Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:

  • Aktinomikosis (infeksi bakteri)
  • Skistosomiasis (infeksi parasit)
  • Tuberkulosis.
  • Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus
  • Faktor resiko terjadinya PID:

  • Aktivitas seksual pada masa remaja
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Pernah menderita PID
  • Pernah menderita penyakit menular seksual
  • Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang
  • Hubungan seksual yang tidak aman (misalnya berganti-ganti pasangan seksual) dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit menular seksual dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang panggul.

    Beberapa jenis kontrasepsi dapat mempengaruhi risiko terjadinya penyakit radang panggul. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR / IUD-Intrauterine Device) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang panggul, tetapi alat kontrasepsi penghalang (misalnya kondom) dapat mengurangi risiko.

    Gejala

    Tanda dan gejala penyakit radang panggul dapat berupa :

    • Nyeri pada perut bagian bawah dan panggul
    • Keluar cairan dari vagina yang banyak dengan bau yang tidak enak
    • Menstruasi yang tidak teratur
    • Nyeri saat melakukan hubungan seksual
    • Nyeri punggung bagian bawah
    • Demam, kelelahan, diare atau muntah
    • Nyeri atau kesulitan dalam berkemih

    Penyakit radang panggul dapat hanya menimbulkan tanda dan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala. Penyakit radang panggul yang tanpa gejala biasanya sering terjadi akibat infeksi klamidia.

    Infeksi dapat menyebabkan sumbatan pada saluran telur (tuba fallopi). Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan.

    Infeksi bisa menyebar ke struktur di sekitarnya, menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun.

    Di dalam tuba, ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses (penimbunan nanah). Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul, gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok. Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi ke dalam darah sehingga terjadi sepsis.

    Diagnosa

    Diagnosis didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan:

  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksan cairan serviks
  • Kuldosentesis
  • Laparoskopi
  • USG panggul
  • Pengobatan

    PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan secara per-oral (melalui mulut).

    Pembedahan jarang dilakukan, kecuali jika terdapat abses yang pecah atau berisiko pecah. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom.

    PENCEGAHAN

    Untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit radang panggul, dapat dilakukan :

    • Hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom dan jangan berganti-ganti pasangan seksual.
    • Periksakan diri sendiri atau pasangan jika memiliki risiko terkena penyakit menular seksual, misalnya klamidia, sehingga dapat terhindar dari terjadinya penyakit radang panggul.
    • Jangan melakukan douche vagina karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina, sehingga berisiko untuk terjadi infeksi.
    • Selalu bersihkan genitalia dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil ataupun buang air besar untuk mencegah pindahnya bakteri dari usus besar ke vagina.

    Referensi

    – Centers for Disease Control and Prevention. Pelvic Inflammatory Disease (PID). 2011.

    http://www.cdc.gov/std/PID/STDFact-PID.htm

    – Mayo Clinic. Pelvic Inflammatory Diasease (PID). 2011.

    http://www.mayoclinic.com/health/pelvic-inflammatory-disease/DS00402

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.