Penyakit Paru Akibat Pekerjaan

by -5 views

Penyakit Paru Akibat Pekerjaan

Penyakit Paru Akibat Pekerjaan
Penyakit Paru Akibat Pekerjaan
Sumber gambar : http://www.npr.org

Definisi

Penyakit paru-paru akibat kerja merupakan penyakit paru-paru yang terjadi akibat terhirupnya partikel berbahaya, uap, asap, atau gas saat seseorang bekerja. Jika penyakit paru-paru disebabkan oleh terhirupnya partikel, maka seringkali disebut sebagai pneumokoniosis.

Lokasi bahan yang terhirup ke saluran nafas atau paru-paru dan jenis penyakit paru-paru yang terjadi tergantung dari ukuran dan jenis partikel yang terhirup. Partikel yang besar mungkin akan terperangkap di hidung atau saluran nafas bagian atas, tetapi partikel yang sangat kecil bisa masuk sampai ke paru-paru. Di sana, beberapa partikel bisa larut dan mungkin terserap masuk ke aliran darah. Sebagian besar partikel padat yang tidak larut akan dihancurkan oleh sistem pertahanan tubuh.

Tubuh memiliki sistem pertahanan untuk menangkal partikel yang terhirup saat bernafas, yaitu :

  • Sekret (lendir/mukus) saluran nafas. Partikel-partikel yang terhirup akan diliputi oleh sekret saluran nafas, sehingga partikel-partikel ini bisa dibatukkan keluar dengan mudah.
  • Rambut getar (silia) pada sel-sel yang melapisi saluran nafas. Silia berfungsi untuk menyapu partikel yang terhirup keluar dari paru-paru.
  • Sel-sel khusus di alveolus (makrofag), yang akan menangkap sebagian besar partikel yang masuk ke paru-paru dan membuatnya menjadi tidak berbahaya.

PENYEBAB

Berbagai partikel yang berbeda bisa masuk ke paru-paru dan menimbulkan gangguan. Partikel yang bersifat organik terbuat dari bahan yang mengandung karbon dan berasal dari organisme hidup, misalnya debu gandum, debu kapas, atau bulu binatang. Partikel yang bersifat anorganik biasanya tidak berasal dari sumber yang hidup, misalnya logam atau mineral.

Orang-orang yang memiliki resiko menderita penyakit paru akibat pekerjaan:

  1. Silikosis
    – penambang timah hitam, tembaga, perak dan emas
    – penambang batubara tertentu (misalnya peledak atap)
    – pekerja pengecoran logam
    – pembuat tembikar
    – pemotong batu pasir atau granit
    – pekerja terowongan
  2. Paru-paru hitam, ditemukan pada pekerja batubara
  3. Beriliosis terjadi pada pekerja ruang angkasa
  4. Pneumokoniosis jinak
    – tukang las
    – penambang besi
    – pekerja barium
    – pekerja timah
  5. Asma akibat pekerjaan terjadi pada orang-orang yang bekerja dengan:
    – gandum
    – kayu cedar merah dari daerah barat
    – kacang kastor
    – pewarna
    – antibiotik
    – damar
    – teh
    – enzim-enzim yang digunakan pada pembuatan sabun cuci, gandum dan bahan-bahan kulit
  6. Bissinosis terjadi pada pekerja yang mengolah:
    – kapas
    – rami
    – goni
    – tanaman yang menghasilkan serat dan biji-bijian
  7. Penyakit Silo filler ditemukan pada petani.
  8. Asbestosis
    – pekerja yang menambang, menggiling atau mengolah asbes
    – pekerja galangan kapal
    – pekerja bangunan yang memasang atau membuang bahan-bahan yang mengandung asbes

Gejala

Partikel yang berbeda menyebabkan reaksi tubuh yang berbeda, misalnya :

  • reaksi alergi, misalnya sejenis asma, bisa terjadi akibat paparan bulu binatang
  • kerusakan sel-sel pada saluran nafas dan alveolus di paru-paru, misalnya debu asbes dan kuarsa, sehingga bisa terjadi iritasi kronis yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut di paru-paru (fibrosis paru)
  • kanker paru, terutama pada orang-orang yang merokok
  • partikel tertentu, misalnya debu besi, timah, atau barium, tidak menimbulkan reaksi yang berarti di paru-paru

Setiap individu bisa mengalami gejala-gejala yang berbeda. Gejala-gejala yang paling sering terjadi, disamping penyebabnya, antara lain :

  • batuk
  • sesak nafas
  • nyeri dada
  • dada terasa sesak
  • pola nafas yang abnormal

Gejala-gejala penyakit paru akibat kerja bisa mirip dengan gejala-gejala yang disebabkan oleh masalah medis lainnya. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Diagnosa

Diagnosa didasarkan pada gejala-gejala yang muncul, serta adanya riwayat paparan terhadap bahan yang berbahaya. Untuk memastikan diagnosa perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya :

  • foto rontgen dada
  • tes fungsi paru
  • pemeriksaan mikroskopik cairan, sel-sel, atau jaringan paru
  • pemeriksaan darah

Pengobatan

Penanganan yang diberikan tergantung dari berbagai hal, seperti :

  • usia, kondisi kesehatan secara umum, dan riwayat medis penderita
  • jenis penyakit paru yang terjadi
  • tingkat keparahan penyakit
  • toleransi seseorang terhadap pengobatan atau prosedur terapi tertentu
  • pilihan atau keputusan penderita
PENCEGAHAN

Cara pencegahan yang paling baik adalah dengan cara menghindari paparan bahan-bahan yang dapat menyebabkan penyakit paru, misalnya :

  • Menggunakan alat pelindung, seperti masker wajah, saat berada di daerah yang memiliki banyak iritan atau debu di udara.
  • Tidak merokok. Merokok bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit paru akibat kerja.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi paru secara berkala.
  • Analisa risiko terjadinya penyakit paru akibat kerja oleh tenaga ahli kesehatan kerja, sehingga bisa dilakukan pengamanan kerja yang baik.

Referensi

– N, Lee S. Overview of Environmental Lung Disease. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/environmental_lung_diseases/

overview_of_environmental_lung_diseases.html

– The Ohio State University. Occupational Lung Disease. Wexner Medical Center.

http://medicalcenter.osu.edu/patientcare/healthcare_services/lung_diseases/lung/occupationallung

/Pages/index.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published.