Penyakit Parkinson

by -5 views

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson
Sumber gambar : http://siberiantimes.com

Definisi

Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf, yang ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot.

Parkinson menyerang sekitar 1 diantara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun.

PENYEBAB

Jauh di dalam otak ada sebuah daerah yang disebut ganglia basalis. Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat lengan), maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh. Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus, yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks serebri. Keseluruhan sinyal tersebut diantarkan oleh bahan kimia neurotransmiter sebagai impuls listrik di sepanjang jalur saraf dan diantara saraf-saraf. Neurotransmiter yang utama pada ganglia basalis adalah dopamin.

Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin biasanya tidak diketahui. Tampaknya faktor genetik tidak memegang peran utama, meskipun penyakit ini cenderung diturunkan.

Kadang penyebabnya diketahui. Pada beberapa kasus, Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak). Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya, obat-obatan atau racun mempengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak. Misalnya obat anti psikosa yang digunakan untuk mengobati paranoia berat dan skizofrenia menghambat kerja dopamin pada sel saraf.

Gejala

Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat, tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan, akhirnya akan mengenai tangan lainnya, lengan dan tungkai. Tremor juga akan mengenai rahang, lidah, kening dan kelopak mata.

Pada sepertiga penderita, tremor bukan merupakan gejala awal; pada penderita lainnya tremor semakin berkurang sejalan dengan berkembangnya penyakit dan sisanya tidak pernah mengalami tremor.

Penderita mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain, maka gerakannya terasa kaku. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Otot-otot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan, sehingga pekerjaan sehari-hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan.

Penderita mengalami kesulitan dalam melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih dimana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya. Jika penderita sudah mulai berjalan, mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh.
Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang.

Wajah penderita menjadi kurang ekspresif karena otot-otot wajah untuk membentuk ekspresi tidak bergerak. Kadang berkurangnya ekspresi wajah ini disalah artikan sebagai depresi, walaupun memang banyak penderita Parkinson yang akhirnya mengalami depresi. Pandangan tampak kosong dengan mulut terbuka dan matanya jarang mengedip. Penderita seringkali ileran atau tersedak karena kekakuan pada otot wajah dan tenggorokan menyebabkan kesulitan menelan. Penderita berbicara sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan menjadi gagap karena mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan fikirannya. Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal, tetapi ada juga yang menjadi pikun.

Diagnosa

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Pengobatan

Penanganan umum yang digunakan untuk penyakit Parkinson dapat membantu penderita untuk dapat berfungsi kembali. Banyak obat, seperti levodopa-carbidopa, dapat membuat pergerakan menjadi lebih mudah dan membuat penderita penyakit Parkinson untuk dapat berfungsi lebih efektif untuk bertahun-tahun. Tetapi, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Untuk penderita yang berusia tua, dosis obat seringkali dikurangi. Obat-obat yang menyebabkan atau memperburuk gejala, terutama obat anti-psikotik, perlu dihindari. Jika Parkinson bertambah hebat dan obat-obat tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang berat, maka perlu dipikirkan untuk dilakukan pembedahan. 

Penanganan Umum : berbagai penanganan sederhana yang dapat membantu penderita penyakit Parkinson untuk menjaga mobilitas dan kemandirian. 

  • Sebisa mungkin tetap melakukan aktivitas sehari-hari sebanyak mungkin
  • Mengikuti program latihan yang teratur
  • Menyederhanakan tugas sehari-hari, misalnya mengganti pakaian yang memiliki kancing dengan pakaian dengan perekat sehingga penderita dapat memakainya dengan lebih mudah
  • Menggunakan alat-alat bantuan, misalnya penarik ritsleting

Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri.

Beberapa perubahan sederhana di rumah dapat membuatnya lebih aman untuk penderita penyakit Parkinson, misalnya :
  • Menyingkirkan karpet agar tidak tersandung
  • Memasang pegangan pada kamar mandi dan di sepanjang lorong dan tempat-tempat lain untuk mengurangi risiko terjatuh
Untuk konstipasi, dapat dilakukan : makan makanan kaya serat bisa membantu mengatasi sembelit akibat kurangnya aktivitas, minum cukup air, menggunakan pelunak tinja untuk membantu memperlancar buang air besar. Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi).
Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. Penambahan karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek levodopa yang tidak diinginkan di luar otak. Mengkonsumsi levodopa selama bertahun-tahun bisa menyebabkan timbulnya gerakan lidah dan bibir yang tidak dikehendaki, wajah menyeringai, kepala mengangguk-angguk dan lengan serta tungkai berputar-putar. Beberapa ahli percaya bahwa menambahkan atau mengganti levodopa dengan bromokriptin selama tahun-tahun pertama pengobatan bisa menunda munculnya gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki.
Di dalam otak levodopa dirubah menjadi dopamin. Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri. 
Terdapat obat-obat lain yang secara umum kurang efektif dibandingkan levodopa, tetapi obat-obat ini dapat bermanfaat untuk beberapa penderita, terutama pada orang-orang yang tidak dapat mentoleransi levodopa atau pemberian levodopa tidak mencukupi untuk mengatasi gangguan yang ada.
  • Agonis dopamin, misalnya pramipexole dan bromocriptine, yang bekerja menyerupai dopamin, dapat berguna untuk segala tingkat penyakit. 
  • Rasagiline dan Selegiline, yang termasuk ke dalam kelas monoamine oxidase inhibitor (MAO inhibitor). Obat-obat ini mencegah pemecahan dopamin, sehingga memperpanjang masa kerja dopamin di dalam tubuh. Obat-obat ini dapat memiliki efek samping yang serius, yaitu krisis hipertensi, jika dikonsumsi bersama dengan makanan tertentu, misalnya produk keju tertentu, anggur merah, atau obat-obat tertentu. Namun, efek ini jarang terjadi pada pengobatan penyakit Parkinson, karena dosis yang digunakan rendah dan jenis obat MAO inhibitor yang digunakan jarang menimbulkan efek samping tersebut.
  • Entacapone, mencegah pemecahan dopamin dan tampaknya bermanfaat sebagai tambahan untuk levodopa. 
  • Beberapa obat dengan efek antikolinergik, seperti benztropine dan trihexyphenidyl, efektif untuk mengurangi tremor dan dapat digunakan pada tahap awal penyakit Parkinson. Obat ini juga dapat digunakan untuk tahap lanjut penyakit sebagai tambahan dari levodopa. Obat ini dapat mengurangi tremor dengan menghambat kerja asetilkolin (tremor diperkirakan disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan dari asetilkolin, yang terlalu banyak, dan dopamin, yang terlalu sedikit). Namun, banyak efek antikolinergik yang mengganggu, terutama untuk orang tua, seperti kebingungan, mengantuk, mulut kering, penglihatan kabur, pusing, konstipasi, kesulitan dalam berkemih, dan hilangnya kendali untuk berkemih.
  • Amantadine, obat yang terkadang digunakan untuk mengobati influenza, dapat digunakan sendiri untuk mengobati penyakit Parkinson yang ringan atau sebagai tambahan untuk levodopa. Amantadine sepertinya menstimulasi sel-sel saraf untuk melepaskan dopamin.
  • Propranolol (beta bloker) dapat digunakan untuk mengurangi beratnya tremor. 

Stem Cells : Transplantasi sel-sel induk (stem cells) untuk mengobati penyakit Parkinson telah mendapat banyak publisitas. Secara teoritis, sel-sel induk, misalnya yang berasal dari sumsum tulang atau embrio, dapat ditransplantasikan ke dalam otak dan kemudian mampu untuk menghasilkan dopamin. Namun, penelitian untuk menentukan apakah tindakan ini efektif dan aman untuk dilakukan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Obat-obatan untuk mengobati penyakit Parkinson

Obat Aturan Pemakaian Keterangan
Levodopa
(dikombinasikan dengan karbidopa)
Merupakan pengobatan utama untuk Parkinson
Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh
Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang
Bromocriptine atau pergolid Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopamenimbulkan masalah baru Jarang diberikan sendiri
Selegilin Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak
Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin) Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levoopa, mulai diberikan dalam dosis rendah Bisa menimbulkan beberapa efek samping
Amantadin Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa
Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri

Referensi

– E. David, P. Michael. Parkinson’s Disease. 2007. http://www.merckmanuals.com/home/

brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/movement_disorders/parkinsons_disease.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.