Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)

by -4 views

Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)

Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)
Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)
Sumber gambar : http://www.dailymail.co.uk

Definisi

Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever) adalah suatu infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophilia dan spesies lain dari Legionella; yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam sampai pneumonia.

Penyakit ini meliputi 1-8% dari semua kasus pneumonia dan sekitar 4% dari pneumonia berat yang didapat di rumah sakit. Penyakit ini cenderung terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah bakteri Legionella pneumophilla dan spesies lain dari Legionella.
Bakteri ini ditemukan di dalam sistem pengaliran air dan bisa bertahan dalam sistem penyejuk udara yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran, termasuk rumah sakit. Karena itu jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau rumah sakit, maka bisa terjadi wabah yang luas.

Mulai dari timbulnya gejala, keadaan akan semakin memburuk pada 4-6 hari pertama, dan 4-5 hari kemudian akan mulai membaik. Kebanyakan infeksi terjadi pada usia pertengahan atau usia lanjut, meskipun bisa juga terjadi pada anak-anak. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya tidak terlalu berat.

Faktor risiko terjadinya penyakit Legionnaire:

  • Merokok
  • Penyakit tertentu (misalnya gagal ginjal, kanker, diabetes atau penyakit paru obstruktif menahun)
  • Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi, kortikosteroid atau penyakit (misalnya kanker dan leukemia)
  • Alkoholik
  • Usia pertengahan atau usia lanjut
  • Gejala

    Penyakit Legionnaire biasanya mulai muncul dalam watku 2-14 hari setelah paparan bakteri legionella. Tanda dan gejala awal yang seringkali ditemukan antara lain :

    • sakit kepala
    • nyeri otot
    • menggigil
    • demam yang bisa mencapai 40oC atau lebih

    Dalam waktu 2-3 hari akan muncul tanda dan gejala lainnya, seperti :

    • batuk, terkadang disertai darah
    • sesak nafas
    • nyeri dada
    • kelelahan
    • hilang nafsu makan
    • gejala-gejala pada saluran cerna, seperti mual, muntah, dan diare
    • kebingungan atau perubahan status mental lainnya
    • diare

    Penyakit Legionnaire bisa menyebabkan pneumonia berat yang sangat mengganggu pernafasan, bahkan bisa menyebabkan terjadinya gagal nafas dan sindroma gawat nafas akut. Tidak ada gejala spesifik yang langsung menunjukkan adanya pneumonia Legionnaire. Gejala yang muncul mirip dengan pneumonia akibat Chlamydia atau Mycoplasma, sehingga disebut sebagai pneumonia atipik.

    Meskipun penyakit Legionnaire terutama mengenai paru-paru, tetapi penyakit ini juga bisa menyebabkan infeksi pada luka dan bagian tubuh lainnya, termasuk jantung.

    Bentuk penyakit Legionnaire yang ringan (disebut sebagai demam Pontiac) bisa menimbulkan gejala-gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Demam Pontiac tidak mengenai paru-paru dan gejala biasanya akan mereda dalam waktu 2-5 hari.

    Diagnosa

    Gejala-gejala penyakit Legionnaire mirip dengan pneumonia jenis lainnya. Untuk memastikan diagnosa perlu dilakukan identifikasi adanya bakteri legionella, misalnya dengan cara :

  • Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan DFA (direct fluorescent antibody) menunjukkan adanya Legionella
  • Biakan bakteri dari saluran pernafasan
  • Tes urin antigen menunjukkan antigen legionella yang positif
  • Selain itu, bisa dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti :

  • Rontgen dada, bisa menunjukkan sejauh mana infeksi yang terjadi pada paru-paru
  • Analisa gas darah arteri menunjukkan rendahnya konsentrasi oksigen
  • Hitung jenis darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih
  • Laju endap darah meningkat
  • Pengobatan

    Penyakit Legionnaire diobati dengan pemberian antibiotik. Semakin dini terapi diberikan, maka semakin rendah kemungkinan terjadinya komplikasi berat atau kematian.

    Ada tiga kelas utama antibiotik yang efektif untuk mengobati penyakit Legionnaire, yaitu : 

    Pilihan antibiotika seringkali tergantung dari berbagai hal, antara lain kondisi klinis penderita, toleransi terhadap pengobatan, dan tingkat kepastian terhadap diagnosa.

    Pada kasus yang tidak terlalu berat, antibiotik dapat diberikan per-oral (melalui mulut); tetapi jika tidak memungkinkan, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

    Jika terjadi gangguan pernafasan yang berat, maka sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit guna mendapatkan terapi lebih lanjut, oksigen tambahan, cairan dan elektrolit. Adakalanya dibutuhkan alat bantu pernafasan (ventilator mekanik).

    Demam Pontiac tidak membutuhkan terapi spesifik, karena akan membaik dengan sendirinya.

    PENCEGAHAN

    Wabah penyakit Legionnaire bisa dicegah, tetapi memerlukan tindakan yang sangat cermat dalam membersihkan dan mendesinfeksi sistem pengairan, kolam, dan spa. 

    Cara yang paling penting untuk mengurangi risiko terinfeksi adalah dengan tidak merokok. Merokok meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit Legionnaire jika ia terpapar bakteri legionella.

    Referensi

    – Mayo Clinic. Legionnaires’ Disease. 2010.

    http://www.mayoclinic.com/health/legionnaires-disease/DS00853

    – S, George. Legionnaires’ Disease. Medicine Net. 2011.

    http://www.medicinenet.com/legionnaire_disease_and_pontiac_fever/article.htm

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.