Penurunan Libido pada Wanita

by -3 views

Penurunan Libido pada Wanita

Penurunan Libido pada Wanita
Penurunan Libido pada Wanita
Sumber gambar : http://www.menopause.org

Definisi

Penurunan libido adalah menurunnya gairah seks. Menurunnya gairah seks adalah hal yang umum terjadi, seringkali disebabkan oleh keadaan yang bersifat sementara, misalnya kelelahan. Namun, gairah seks yang terus menerus turun dapat membuat stress wanita ataupun pasangannya.

PENYEBAB

Gairah seks dipengaruhi oleh hormon seks, yaitu estrogen dan progresteron. Naik turunnya tingkat hormon ini dapat terjadi setiap bulan dan selama masa kehamilan, yang mana mempengaruhi gairah seks. Wanita yang menopause, gairah seksnya dapat menurun karena turunnya kadar estrogen. Gairah seks juga dapat menurun pada wanita yang kedua indung telurnya telah diangkat.

Selain faktor fisik, penurunan gairah seks juga bisa disebabkan oleh faktor psikis, misalnya depresi, stress, rasa khawatir, atau adanya masalah dalam hubungan dengan pasangan. Pemakaian obat-obatan, termasuk obat anti-kejang, obat kemoterapi, beta-bloker, dan kontrasepsi oral, juga dapat menurunkan gairah seks, sama seperti minum alkohol dalam jumlah yang banyak.

Gejala

Jika keinginan Anda untuk melakukan hubungan seks lebih jarang daripada pasangan Anda dan tidak ada satupun dari Anda yang memiliki kelainan dibanding orang-orang pada seusia Anda, perbedaan gairah seksual ini dapat menyebabkan stress di antara pasangan. Tidak ada angka yang dapat menetapkan rendahnya gairah seksual. Tingkat gairah seksual berbeda-beda untuk setiap wanita.

Diagnosa

Diagnosa gangguan gairah seksual yang rendah dibuat jika seseorang seringkali kurang mengalami gairah seksual atau berpikir tentang hal-hal seksual, dan hal ini menyebabkan timbulnya stress.

Untuk mengatasinya, perlu diketahui penyebab terjadinya gairah seksual yang rendah, yaitu dengan melihat apakah terdapat gangguan fisik ataupun psikis, misalnya stress, masalah dalam hubungan dengan pasangan, dan riwayat pemakaian obat-obatan. Pemeriksaan panggul dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat kelainan pada organ genitalia dan pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat apakah terdapat gangguan tiroid, diabetes, kolesterol, atau gangguan hati. Tingkat hormon seks juga dapat diukur dari pemeriksaan darah.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebabnya. Obat-obatan yang dapat mempengaruhi sebisa mungkin dihentikan. Jika gangguan disebabkan oleh faktor psikologis, maka dapat dianjurkan untuk melakukan konseling. Bila penyebabnya adalah tingkat hormon seks yang rendah, maka dapat diberikan hormon tambahan dalam dosis rendah. Hormon estrogen tambahan dalam bentuk sistemuk dapat memberi efek yang positif pada fungsi otak dan mood yang mempengaruhi respon seksual. Tetapi pemberian hormon estrogen ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan kanker payudara. Pemberian hormon estrogen dalam dosis yang lebih kecil (misalnya dalam bentuk krim vagina) juga dapat membantu memperbaiki gairah seks tanpa memberikan risiko seperti pada estrogen sistemik.

Meskipun hanya terdapat dalam jumlah yang lebih kecil pada wanita, hormon pria (seperti testosteron) juga berperan penting pada fungsi seksual wanita. Namun, pemberian hormon testosteron pada wanita masih menjadi kontroversial dan belum disetujui oleh FDA untuk mengatasi gangguan fungsi seksual pada wanita. Selain itu, hormon testosteron dapat menyebabkan timbulnya jerawat, rambut tubuh yang berlebihan, serta perubahan mood atau kepribadian.

Referensi

– Mayo Clinic. Low Sex Drive in Women. 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/low-sex-drive-in-women/DS01043

– NHS. Loss of Libido. 2013. http://www.nhs.uk/conditions/loss-of-libido/Pages/Introduction.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published.