Pembesaran Limpa

by -6 views

Pembesaran Limpa

Pembesaran Limpa
Pembesaran Limpa
Sumber gambar : http://www.scripps.org

Definisi

Limpa merupakan organ sebesar kepalan tinju yang lunak dan dan berwarna keunguan. Limpa terdapat dibagian atas rongga perut, tepat dibawah lengkung tulang iga di sebelah kiri.

Limpa terdiri dari dua jenis jaringan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu bagian putih dan bagian merah limpa. Bagian putih limpa (white pulp) merupakan bagian sistem imun yang berfungsi untuk melawan infeksi. Bagian ini menghasilkan sel-sel darah putih (limfosit) yang kemudian membentuk antibodi. Bagian merah limpa (red pulp) berfungsi untuk menyaring darah dan membuang material yang tidak diinginkan. Bagian merah limpa ini terdiri dari sel-sel darah putih yang disebut fagosit. Sel-sel ini memakan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus. Bagian ini juga memonitor sel-sel darah merah dengan menghancurkan sel-sel darah merah yang abnormal, terlalu tua, atau rusak sehingga tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, bagian merah limpa juga merupakan tempat penyimpanan sel-sel darah putih dan trombosit.

Spleen Cross Section

Sumber : http://www.acm.uiuc.edu

Jika limpa diangkat melalui pembedahan (splenektomi), tubuh akan kehilangan beberapa kemampuannya untuk menghasilkan antibodi pelindung dan untuk membuang bakteri yang tidak diinginkan dari tubuh. Sebagai akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi akan berkurang. Tidak lama kemudian, organ lainnya (terutama hati) akan meningkatkan fungsinya dalam melawan infeksi untuk menggantikan kehilangan tersebut, sehingga meningkatnya risiko untuk terjadinya infeksi tidak akan berlangsung lama.

Jika limpa membesar (splenomegali), kemampuannya untuk menangkap dan menyimpan sel-sel darah akan meningkat. Splenomegali dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dalam sirkulasi.

Jika limpa yang membesar menangkap sejumlah besar sel darah yang abnormal, sel-sel ini akan menyumbat limpa dan mengganggu fungsinya.
Proses ini menyebabkan suatu lingkaran setan, yaitu semakin banyak sel yang terperangkap dalam limpa, maka limpa akan semakin membesar; semakin membesar limpa, maka akan semakin banyak sel yang terperangkap.

Jika limpa terlalu banyak membuang sel darah dari sirkulasi (hipersplenisme), bisa timbul sejumlah masalah, seperti:
– anemia (karena jumlah sel darah merah berkurang)
– sering mengalami infeksi (karena jumlah sel darah putih berkurang)
– kelainan perdarahan (karena trombosit berkurang).
Pada akhirnya limpa yang sangat membesar juga menangkap sel darah merah yang normal dan menghancurkannya bersama dengan sel-sel yang abnormal. 

PENYEBAB

Penyebab pembesaran limpa:

  1. Infeksi
    – Hepatitis
    – Mononukleosis infeksiosa
    – Psitakosis
    – Endokarditis bakterialis subakut
    – Bruselosis
    – Kala-azar
    – Malaria
    – Sifilis
    – Tuberkulosis
  2. Anemia
    – Elliptositosis herediter
    – Sferositosis herediter
    – Penyakit sel sabit (terutama pada anak-anak)
    – Thalassemia
  3. Kanker darah dan penyakit proliferatif
    – Penyakit Hodgkin dan limfoma lainnya
    – Leukemia
    – Mielofibrosis
    – Polisitemia vera
  4. Penyakit peradangan
    – Amiloidosis
    – Sindroma Felty
    – Sarkoidosis
    – Lupus eritematosus sistemik
  5. Penyakit hati
    – Sirosis
  6. Penyakit penimbunan
    – Penyakit Gaucher
    – Penyakit Hand-Sch?ller-Christian
    – Penyakit Lettere-Siwe
    – Penyakit Niemann-Pick
  7. Penyebab lain
    – Kisata dalam limpa
    – Penekanan terhadap vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati
    – Bekuan darah dalam vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati.

Gejala

Limpa yang membesar tidak menyebabkan banyak gejala, dan tidak satupun gejala yang menunjukkan penyebab membesarnya limpa.

Limpa terletak di dekat lambung, dengan demikian limpa yang membesar dapat memberi penekanan pada lambung, sehingga penderita bisa merasakan perutnya penuh meskipun baru makan sedikit makanan kecil atau bahkan belum makan apa-apa.

Penderita juga bisa merasakan nyeri perut atau nyeri punggung di daerah limpa, yang bisa menjalar ke bahu, terutama jika terdapat bagian limpa yang tidak mendapatkan cukup darah dan mulai mati.

Sumber : www.mayoclinic.com

Diagnosa

Biasanya pada pemeriksaan fisik, seorang dokter dapat merasakan adanya pembesaran limpa.

Pembesaran limpa juga bisa terlihat pada foto rontgen perut.

Kadang diperlukan CT scan untuk menentukan besarnya limpa dan melihat adanya penekanan terhadap organ di sekitarnya. Pemeriksaan MRI juga dapat memberikan hasil yang sama dengan CT scan dan bisa melihat aliran darah yang melalui limpa.

Pemeriksaan lainnya menggunakan partikel radioaktif yang ringan untuk mengukur besar limpa dan fungsinya serta untuk menentukan apakah terdapat penumpukan atau penghancuran sel darah dalam jumlah besar.

Pemeriksaan darah menunjukkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Pada pemeriksaan dibawah mikroskop, bentuk dan ukuran sel darah bisa memberikan petunjuk mengenai penyebab membesarnya limpa.

Pemeriksaan sumsum tulang dapat menemukan adanya kanker sel darah (misalnya leukemia atau limfoma) atau penumpukan bahan-bahan yang tidak diinginkan.

Pengukuran protein darah bisa membantu menyingkirkan beberapa keadaan, seperti multipel mieloma, amiloidosis, malaria, kala-azar, bruselosis, tuberkulosis dan sarkoidosis.

Kadar asam urat (produk sisa yang ditemukan dalam darah dan air kemih) dan kadar alkalin fosfatase (suatu enzim yang ditemukan pada beberapa sel darah) dalam leukosit, juga diukur untuk menentukan apakah terdapat leukemia atau limfoma.

Pemeriksaan fungsi hati membantu menentukan adanya kerusakan hati.

Pengobatan

Jika memnungkinkan, dilakukan pengobatan terhadap penyakit yang menyebabkan terjadinya pembesaran limpa.

Pengangkatan limpa melalui pembedahan jarang dilakukan karena bisa menyebabkan masalah, seperti rentan untuk terkena infeksi yang serius.
Tetapi pada keadaan tertentu resiko ini lebih baik dihadapi, yaitu jika:
– limpa dengan sangat cepat menghancurkan sel darah merah sehingga terjadi anemia yang berat
– cadangan sel darah putih dan trombosit sangat berkurang, sehingga mudah mengalami infeksi dan perdarahan
– limpa sangat membesar sehingga menyebabkan nyeri atau menekan organ lainnya
– limpa sangat membesar sehingga sebagian dari limpa mengalami perdarahan atau mati.

Sebagai alternatif lain dari pembedahan, kadang dilakukan terapi penyinaran untuk memperkecil limpa.

Referensi

– Harry S Jacob. Overview of The Spleen. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/blood_disorders/spleen_disorders/overview_of_the_spleen.html

– Harry S Jacob. Enlarged Spleen. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/blood_disorders/spleen_disorders/enlarged_spleen.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.