Pembengkakan Pada Penis

by -6 views

Pembengkakan Pada Penis

Pembengkakan Pada Penis
Pembengkakan Pada Penis
Sumber gambar : http://www.terveyskirjasto.fi/

Definisi

Balanitis adalah radang pada kepala penis (bentuk kerucut pada ujung penis). Posthitis adalah radang pada kulup. Secara umum, jamur atau infeksi bakteri di bawah kulup menyebabkan posthitis. Radang pada kepala penis dan kulup (balanoposthitis) bisa juga terjadi. Peradangan tersebut menyebabkan nyeri, rasa gatal, kemerahan, dan bengkak dan bisa akhirnya menyebabkan penyempitan (stricture) pada urethra. Pria yang mengalami balanoposthitis mengalami peningkatan resiko berkembangnya balanitis xerotica obliterans, phimosis, paraphimosis, dan kanker di kemudian hari.

Balanitis xerotica obliterans merupakan peradangan kronis yang menyebabkan kulit di sekitar ujung penis menjadi keras dan berwarna putih. Pada awalnya balanitis xerotica obliterans hanya memperlihatkan gejala yang ringan (kemerahan yang tidak spesifik atau bercak hipopigmentasi pada penis). Pada proses selanjutnya, bercak kemerahan akan menyatu menjadi bercak luas berwarna putih atau putih keunguan. Lesi kulit ini umumnya mengenai kepala penis dan preputium (kulit khitan), kemudian dapat mengenai bagian penis lainnya hingga ke bagian bukaan urethra. Cincin putih yang keras dapat terbentuk pada ujung dari preputium (kulit khitan). Pada keadaan ini kepala penis dapat melekat dengan bagian preputium. Selain itu, bukaan urethra juga dapat menyempit dan menyebabkan tahanan dalam berkemih. Untuk penanganannya dapat menggunakan krim anti radang atau anti bakteri, tetapi seringkali urethra harus dibuka kembali dengan operasi.

Sumber : http://www.chirurgiauretrale.it

Pada phimosis, kulit khitan menempel dan tidak dapat ditarik kembali sepanjang kepala penis. Keadaan ini adalah normal pada bayi yang baru lahir atau anak kecil dan biasanya tanpa pengobatan hingga pubertas. Pada pria yang lebih tua, phimosis bisa diakibatkan dari iritasi berkepanjangan atau balanoposthitis berulang. Phimosis bisa menyebabkan gangguan dalam berkemih dan kegiatan seks dan bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih. Pengobatan untuk phimosis adalah dengan sirkumsisi (sunat).

Urology - Phimosis 

Pada paraphimosis, kulit khitan yang ditarik tidak dapat didorong kembali ke depan untuk melindungi kepala penis. Keadaan tersebut paling sering terjadi setelah seseorang mendorong ke belakang kulit khitan untuk membersihkan kepala penis namun kemudian lupa untuk mendorongnya lagi ke arah depan. Tekanan yang meningkat segera menghambat aliran darah mencapai kepala penis, dan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan penis jika kulit khitan tidak segera didorong kembali ke depan. Penyunatan atau pembelahan pada kulit khitan meringankan paraphimosis.

Sumber : http://www.medicinabih.info/

Erythroplasia dari queyrat biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat. Erythroplasia dari queyrat menghasilkan daerah kemerah-merahan, seperti beludru pada penis, biasanya di atas atau pada dasar kepala penis. Penyebab Erythroplasia dari queyrat kemungkinan dari iritasi lama pada penis di bawah kulit khitan. Erythroplasia dari queyrat awalnya bukan suatu keganasan, namun bisa menjadi kanker jika dibiarkan dan tidak diobati. Pengangkatan contoh jaringan untuk diteliti di bawah mikroskop (biopsi) memastikan diagnosa erythroplasia dari queryrat. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemakaian krim yang mengandung fluorouracil.

Sumber : http://dermatlas.med.jhmi.edu

Referensi :

– Noah S Scheinfeld, et al. Balanitis Xerotica Obliterans Clinical Presentation. 2013. 

http://emedicine.medscape.com/article/1074054-overview

Gejala

Diagnosa

Pengobatan

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published.