Parkinsonism

by -4 views

Parkinsonism

Parkinsonism
Parkinsonism
Sumber gambar : http://www.docslide.com

Definisi

Parkinsonism merujuk kepada gejala-gejala penyakit Parkinson (seperti gerakan lambat dan gemetar) yang disebabkan oleh kondisi lain.

Berbagai kondisi bisa menyebabkan Parkinsonism :

  • Encephalitis virus, peradangan otak langka yang mengikuti infeksi seperti flu
  • Gangguan degeneratif lain, seperti demensia dan multiple system athropy
  • Gangguan struktur otak, seperti tumor otak dan stroke
  • Luka kepala, terutama luka berulang yang terjadi ketika bertinju
  • Obat-obatan, seperti antipsikotika dan antihipertensi methyldopa dan reserpine.
  • Racun-racun, seperti mangan, karbon monoksida, dan methanol.

PENYEBAB

Obat-obat dan racun-racun tertentu mengganggu atau menghambat kerja dopamine dan neurotransmitter lainnya. Misalnya, obat-obat antipsikotik, yang digunakan untuk mengobati paranoia dan schizoprenia, menghambat kerja dopamine. Penggunaan zat MPTP (yang diproduksi secara kebetulan ketika pengguna obat terlarang mencoba untuk mensintesis opioid meperidine) bisa menyebabkan parkinsonism yang tiba-tiba, berat, dan yang tidak dapat diubah (irreversible) pada anak muda.

Gejala

Parkinsonism menyebabkan gejala yang sama seperti penyakit Parkinson, meliputi gemetar (tremor), otot kaku, gerakan lambat, dan kesulitan menjaga keseimbangan dan berjalan.

Gangguan yang menyebabkan parkinsonism bisa juga menyebabkan gejala lain atau berbagai macam gejala parkinsonian, seperti berikut di bawah ini :

  • Hilangnya ingatan yang mencolok akibat demensia
  • Gejala-gejala parkinsonism yang hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh disebabkan oleh tumor otak tertentu
  • Tekanan darah yang rendah dan gangguan dalam berkemih berhubungan dengan multiple system atrophy
  • Ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau memahami pembicaraan atau menulis bahasa (aphasia), ketidakmampuan untuk melakukan tugas keahlian sederhana (apraxia), dan ketidakmampuan untuk menghubungan benda dengan peran dan fungsi biasa (agnosia) berhubungan dengan degenerasi ganglion kortikobasal

Pada degenerasi ganglion kortikobasal, gejala-gejala terjadi setelah usia 60 tahun. Penderita menjadi tidak dapat beraktivitas (immobile) setelah sekitar 5 tahun, dan kematian biasanya terjadi setelah sekitar 10 tahun.

Diagnosa

Untuk membuat diagnosa perlu diketahui apakah terdapat kelainan-kelainan lain yang pernah terjadi sebelumnya, paparan terhadap toksin / zat beracun tertentu, dan penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan parkinsonism. Pemeriksaan pencitraan otak, seperti CT (Computed Tomography) scan atau MRI (Magnetic Resonance Imaging), dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat gangguan struktural yang dapat menyebabkan timbulnya gejala-gejala tersebut. 

Jika diagnosa belum jelas, dokter dapat memberikan levodopa, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson, untuk menyingkirkan diagnosa penyakit Parkinson. Jika obat tersebut dapat memberikan perbaikan, maka penyebabnya lebih mungkin adalah penyakit Parkinson. 

Pengobatan

Penyebab diperbaiki atau diobati jika mungkin. Jika penggunaan obat tertentu adalah penyebabnya, maka penghentian obat tersebut bisa menyembuhkan gangguan. Gejala bisa berkurang atau hilang jika gangguan yang mendasari bisa diatasi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson (seperti levodopa) seringkali tidak efektif pada orang-orang dengan parkinsonism, tetapi terkadang bisa memberikan perbaikan yang tidak terlalu bagus.

Obat-obatan digunakan jika mengganggu. Jika penyebabnya adalah penggunaan obat-obat anti-psikotik, amantadine atau obat dengan efek antikolinergik, seperti benztropine, bisa menghilangkan gejala-gejala.

Penanganan umum yang sama seperti yang digunakan untuk membantu orang-orang dengan penyakit Parkinson dalam menjaga pergerakan dan kemandirian sangat berguna. Misalnya, penderita sebisa mungkin harus tetap aktif, melakukan tugas sehari-hari yang sederhana, menggunakan alat-alat bantu sesuai dengan kebutuhan, dan membuat rumah menjadi aman (misalnya dengan menyingkirkan karpet agar tidak tersandung). Terapi fisik dan terapi okupasi dapat membantu penderita untuk melakukan hal-hal tersebut. Nutrisi yang baik juga penting. 

Referensi

– E. David, P. Michael. Parkinsonism. 2007. http://www.merckmanuals.com/home/

brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/movement_disorders/parkinsonism.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.