Neutropenia

by -10 views

Neutropenia

Neutropenia
Neutropenia
Sumber gambar : http://www.geteasyway.com

Definisi

Neutropenia adalah suatu keadaan dimana jumlah neutrofil sangat sedikit di dalam darah. Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih (white blood cell) atau disebut juga leukosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Leukosit terdiri dari berbagai jenis yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.

Indication

Sumber : http://www.walgreens.com

Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa benda asing.

Sumber : http://wdict.net

Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. Setelah memasuki aliran darah, neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam, mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya. Jika menemukannya, neutrofil akan pindah ke dalam jaringan, menempelkan dirinya pada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. Keseluruhan proses ini menghasilkan reaksi peradangan di daerah yang terinfeksi, yang tampak sebagai kemerahan, pembengkakan dan panas.

Neutrofil biasanya berjumlah 70% dari seluruh sel darah putih, sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan jumlah total neutrofil. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1.000 sel/mikroL, maka risiko terjadinya infeksi akan meningkat, dan jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL, resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat.
Tanpa pertahanan neutrofil, seseorang bisa meninggal karena infeksi.

PENYEBAB

Neutropenia memiliki banyak penyebab.
Penurunan jumlah neutrofil bisa disebabkan karena berkurangnya pembentukan neutrofil di sumsum tulang atau karena penghancuran sejumlah besar sel darah putih dalam sirkulasi.

Anemia aplastik 

Anemia aplastik merupakan salah satu penyebab terjadinya neutropenia. Selain menyebabkan neutropenia, anemia aplastik juga menyebabkan kekurangan jumlah sel darah lainnya.

Anemia aplastik merupakan kelainan darah dimana sumsum tulang tidak cukup membentuk sel-sel darah baru. Sumsum tulang merupakan jaringan seperti sponge di dalam tulang dimana terdapat sel-sel induk/sel prekursor (stem cells) yang berkembang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sumber : http://www.medicinenet.com

Sel-sel darah normalnya akan mati tergantung dari usianya. Usia sel darah merah rata-rata sekitar 120 hari, sel darah putih kurang dari satu hari, dan trombosit sekitar 6 hari. Pada penderita anemia aplastik, tubuh tidak dapat membuat cukup sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, karena kegagalan sumsum tulang.

Penyakit keturunan yang jarang terjadi, seperti agranulositosis genetik infantil dan neutropenia familial, juga menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah putih. 

Pada neutropenia siklik (suatu penyakit yang jarang), jumlah neutrofil turun-naik antara normal dan rendah setiap 21-28 hari; jumlah neutrofil bisa mendekati nol dan kemudian secara spontan kembali ke normal setelah 3-4 hari. 
Pada saat jumlah neutrofilnya sedikit, penderita penyakit ini cenderung mengalami infeksi.

Beberapa penderita kanker, tuberkulosis, mielofibrosis, kekurangan vitamin B12 dan kekurangan asam folat juga bisa mengalami neutropenia.
Obat-obat tertentu, terutama yang digunakan untuk mengobati kanker (kemoterapi), bisa mengganggu kemampuan sumsum tulang dalam membentuk neutrofil.
Obat-obatan yang bisa menyebabkan neutropenia:

  1. Antibiotik (penisilin, sulfonamid, kloramfenikol)
  2. Anti-kejang
  3. Obat anti-tiroid
  4. Kemoterapi untuk kanker
  5. Garam emas
  6. Fenotiazin

Pada infeksi bakteri tertentu, beberapa penyakit alergi, beberapa penyakit autoimun dan beberapa pengobatan; penghancuran neutrofil lebih cepat daripada pembentukannya. 

Pada pembesaran limpa (misalnya pada sindroma Felty, malaria atau sarkoidosis), bisa terjadi penurunan jumlah neutrofil karena neutrofil terperangkap dan dihancurkan dalam limpa yang membesar.

Gejala

Neutropenia dapat terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa jam atau beberapa hari (neutropenia akut) atau bisa berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun (neutropenia kronik).

Neutropenia tidak mempunyai gejala yang spesifik, sehingga cenderung tidak disadari sampai terjadinya infeksi. Pada neutropenia akut, bisa terjadi demam dan luka terbuka (ulkus, borok) yang terasa nyeri di sekitar mulut dan anus. Yang akan diikuti oleh pneumonia bakteri dan infeksi lainnya. 

Pada neutropenia kronik, perjalanan penyakitnya tidak terlalu berat jika jumlah neutrofilnya tidak terlalu rendah.

Diagnosa

Jika seseorang mengalami infeksi yang berulang atau infeksi yang tidak biasa, maka perlu dicurigai akan adanya suatu neutropenia. Untuk itu dapat dilakukan pemeriksaan hitung jenis darah lengkap untuk menegakkan diagnosis. Jumlah neutrofil yang sedikit menunjukkan adanya neutropenia. 

Selanjutnya perlu dicari penyebab dari neutropenia. 
Aspirasi atau biopsi sumsum tulang dapat dilakukan. Contoh sumsum tulang akan diperiksa dibawah mikroskop untuk menentukan keadaan sumsum tulang, jumlah prekursor neutrofil dan jumlah sel darah putih.

Dengan menentukan jumlah sel prekursor dan pematangannya, bisa diperkirakan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan jumlah neutrofil ke angka yang normal. Jika jumlah sel prekursor kurang dari normal, maka neutrofil yang baru tidak akan muncul dalam aliran darah dalam waktu 2 minggu atau lebih; jika jumlah sel prekursor cukup dan proses pematangannya normal, maka neutrofil yang baru akan muncul dalam aliran darah dalam waktu beberapa hari.

Kadang pemeriksaan sumsum tulang juga bisa menemukan adanya penyakit lain, seperti leukemia atau kanker sel darah lainnya.

Pengobatan

Pengobatan neutropenia tergantung pada penyebab dan beratnya penyakit.

Jika neutropenia disebabkan oleh pemakaian obat-obat tertentu, maka obat-obat yang mungkin menyebabkan neutropenia perlu dihentikan pemakaiannya. Jika penyebab neutropenia adalah reaksi alergi atau reaksi autoimun, maka dapat diberikan kortikosteroid. Jika neutropenia disebabkan oleh neutrofil-neutrofil yang terperangkap dalam limpa yang membesar, maka pengangkatan limpa bisa meningkatkan jumlah neutrofil.

Jika neutropenia disebabkan karena kegagalan sumsum tulang dalam membentuk sel darah, maka untuk penangannanya dapat diberikan transfusi atau bahkan transplantasi sumsum tulang. Namun terkadang sumsum tulang dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan. 

Penderita neutropenia ringan (neutrofil lebih dari 500/mikroL darah), biasanya tidak menunjukkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan. Pada neutropenia berat (neutrofil kurang dari 500 sel/mikroL darah) bisa terjadi infeksi karena tubuh tidak mampu melawan organisme penyebab infeksi.

Sumber : http://www.walgreens.com

Jika terjadi infeksi, penderita harus dirawat di rumah sakit dan segera diberi antibiotik yang kuat, bahkan sebelum penyebab dan daerah yang terkena infeksi ditemukan.
Demam (gejala yang biasanya menunjukkan adanya infeksi pada penderita neutropenia) merupakan pertanda penting yang memerlukan pertolongan medis segera.

Pemberian faktor pertumbuhan yang merangsang pembentukan sel darah putih, yaitu granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF) dan granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF), terkadang bisa membantu. Pengobatan ini bisa mengurangi episode neutropeni pada neutropenia siklik.

Globulin anti-timosit atau jenis terapi imunosupresif (terapi yang menekan aktivitas sistem kekebalan) lainnya bisa digunakan jika dicurigai suatu penyakit autoimun (misalnya anemia aplastik tertentu). Jika terapi imunosupresif gagal, penderia anemia aplastik mungkin perlu menjalani pencangkokan sumsum tulang. Namun biasanya pencangkokan sumsum tulang tidak dilakukan jika hanya terjadi neutropenia saja.

Referensi

– National Heart, Lung, and Blood Institute. Aplastic Anemia. 2012.

http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/aplastic/

– Mayo Clinic. Aplastic Anemia. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/aplastic-anemia/DS00322

Leave a Reply

Your email address will not be published.