Neuralgia Glossofaringeal

by -4 views

Neuralgia Glossofaringeal

Neuralgia Glossofaringeal
Neuralgia Glossofaringeal
Sumber gambar : http://www.umanitoba.ca

Definisi

Neuralgia Glossofaringeal adalah suatu kelainan yang jarang, dimana terjadi serangan berulang dari nyeri hebat di tenggorokan bagian belakang, pada area dekat amandel, di belakang lidah, yang kadang-kadang mengenai telinga pada sisi yang sama. 

PENYEBAB

Neuralgia glossofaringeal merupakan kelainan yang jarang terjadi. Biasanya muncul setelah usia 40 tahun dan terjadi lebih sering pada laki-laki. Seringkali penyebabnya tidak diketahui. Tetapi terkadang neuralgia glossopharyngeal terjadi akibat kelainan posisi arteri yang menekan saraf glossofaringeus atau saraf vagus yang berada di dekat tempat keluarnya dari batang otak. Pada kasus yang jarang, gangguan ini disebabkan oleh adanya tumor pada otak atau leher, abses, sklerosis multipel, atau penonjolan (aneurisma) pembuluh darah arteri pada leher.

Gejala

Serangan nyeri bersifat hilang timbul dan singkat, tetapi menyebabkan nyeri yang luar biasa dan bisa dipicu oleh aktivitas tertentu, seperti mengunyah, menelan, berbicara, batuk, bersin, atau menguap.

Nyeri biasanya muncul pada lidah bagian belakang atau tenggorokan bagian belakang. Terkadang nyeri dapat menyebar sampai ke telinga atau daerah di belakang rahang bawah. Nyeri dapat berlangsung sampai beberapa detik atau menit, dan biasanya hanya mengenai satu sisi tenggorokan atau lidah. Pada 1-2% penderita juga terjadi gangguan pada detak jantung. Detak jantung menjadi sangat pelan bahkan dapat berhenti sementara, menyebabkan penderita pingsan.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Neuralgia glossofaringeal perlu dibedakan dengan neuralgia trigeminal (keduanya menyebabkan nyeri yang mirip) berdasarkan lokasi nyeri atau hasil pemeriksaan tertentu. Pemeriksaan dilakukan dengan menyentuhkan sebuah alat pada bagian belakang tenggorokan, jika nyeri muncul, maka obat anestesi lokal diberikan. Jika obat anestesi ini dapat menghilangkan nyeri, maka gangguan tersebut kemungkinan merupakan neuralgia glossopharyngeal. Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dilakukan untuk melihat apakah terdapat tumor.

Pengobatan

Obat-obat yang diberikan sama dengan obat-obat untuk mengatasi neuralgia trigeminal, yaitu Carbamazepine, Gabapentin, Phenytoin, Oxcarbazepine, Baclofen, dan obat anti-depresan trisiklik, seperti Amitriptyline. Jika obat-obat ini tidak efektif, maka nyeri dapat diatasi sementara dengan pemberian obat anestesi lokal pada bagian belakang tenggorokan.

Untuk pemulihan permanen, dapat dilakukan tindakan pembedahan. Saraf glossofaringeus dan atau saraf vagus dipisahkan dari pembuluh darah arteri yang menekannya, dengan meletakkan sponge kecil diantaranya.

Referensi

– Michael Rubin. Glossopharyngeal Neuralgia. 2012. http://www.merckmanuals.com/home/

brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/cranial_nerve_disorders/glossopharyngeal_neuralgia.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.