Microsporidiosis

by -6 views

Microsporidiosis

Microsporidiosis
Microsporidiosis
Sumber gambar : http://www.stanford.edu

Definisi

Microsporidiosis adalah infeksi disebabkan oleh protozoa microsporidia. Penyakit ini terutama menyebabkan diare dan gangguan pada mata.

PENYEBAB

Beberapa spesies mikrosporidia menyebabkan infeksi pada manusia, tetapi gejala-gejala penyakit muncul terutama pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita AIDS. Protozoa ini dapat menginfeksi usus, saluran empedu, kornea mata, otot, saluran nafas, saluran kencing, dan adakalanya otak. Infeksi mikrosporidia dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Infeksi mikrosporidia menyebar melalui spora, yang dapat terhirup, tertelan, atau masuk ke mata. Parasit ini dapat menyebar dari orang ke orang atau melalui kontak dengan hewan. Di dalam tubuh, spora parasit masuk ke dalam sel dan mengeluarkan zat yang akan menjadi spora. Pada akhirnya sel yang terinfeksi akan pecah dan melepaskan spora-spora parasit. Spora ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan peradangan, atau dikeluarkan melalui nafas, tinja, atau air kencing.

Gejala

Gejala yang terjadi bervariasi tergantung dari spesies penyebab dan seberapa baik sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang normal biasanya tidak memiliki gejala, tetapi penyakit dapat menyebabkan diare kronis pada orang dengan AIDS.

Gejala-gejala lain yang dapat muncul yaitu nyeri perut, kuning (jaundice), demam, penurunan berat badan, batuk persisten, nyeri pada sisi tubuh, nyeri otot, sakit kepala, hidung tersumbat, dan iritasi serta kemerahan pada mata. Penglihatan dapat menjadi buram. Jika terjadi infeksi yang berat, maka dapat terjadi kebutaan.

Diagnosa

Diagnosa mikrosporidiosis dapat ditegakkan dengan memeriksa contoh jaringan yang terinfeksi secara mikroskopis untuk menemukan parasit penyebabnya.

Pengobatan

Pengobatan jarang diperlukan jika sistem kekebalan tubuh normal. Tetapi jika tidak, maka dapat diberikan albendazole atau fumagilin untuk membantu mengendalikan infeksi. Obat tetes mata yang mengandung albendazole dan fumagilin dapat meredakan gejala-gejala pada mata. Namun jika tidak berhasil, maka diperlukan pembedahan (keratoplasty) untuk memperbaiki kornea. Pada orang-orang dengan AIDS diperlukan pemberian obat antiretroviral untuk mengurangi gejala.

PENCEGAHAN

Umumnya, mikrosporidia tidak menyebabkan penyakit pada orang sehat, tetapi lebih pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada orang-orang dengan AIDS. Untuk itu, salah satu pencegahan infeksi mikrosporidia adalah dengan mencegah agar tidak terkena HIV/AIDS, misalnya dengan cara tidak berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan jarum suntik bersama-sama pada pengguna obat-obat terlarang. 

Pada orang-orang dengan AIDS, diperlukan pengobatan dengan obat antiretroviral untuk membantu memperbaiki kekebalan tubuh dan mencegah infeksi mikrosporidia. Selain itu, untuk orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, disarankan sering mencuci tangan dan membatasi kontak dengan hewan yang terinfeksi atau diduga terinfeksi mikrosporidia.

Referensi

– P, Richard D. Microsporidiosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/parasitic_infections/microsporidiosis.html

– D, Steven. Microsporidiosis. MedicineNet. 2008. http://www.medicinenet.com/

microsporidiosis/page3.htm#how_is_microsporidiosis_prevented

– AIDS Info. Guideline for The Prevention and Treatment of Opportunistic Infections in HIV-Infected Adults and Adolescents : Microsporidiosis. 2013. http://aidsinfo.nih.gov/guidelines/html/4/

adult-and-adolescent-oi-prevention-and-treatment-guidelines/324/microsporidia

Leave a Reply

Your email address will not be published.