Menopause

by -4 views

Menopause

Menopause
Menopause
Sumber gambar : http://www.everydayhealth.com

Definisi

Menopause (Klimakterium) adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana:

ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan sel telur
– aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti
– pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang

Menopause adalah berakhirnya masa periode menstruasi secara permanen dan juga berakhirnya kesuburan.

Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklus menstruasi selama minimal 12 bulan. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.

Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.

PENYEBAB

Seiring dengan bertambahnya usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan LH dan FSH, yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi (pelepasan sel telur) berhenti.

Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya bisa berbagai hal, seperti faktor keturunan, penyakit autoimun, dan riwayat merokok. 

Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker. Histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.

Gejala

Gejala-gejala menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen/progesteron dan tubuh memberikan reaksi terhadap perubahan ini.

Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal.
Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah:

  1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan.
    Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun.
    Hot flashes dapat berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.
  2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul rasa nyeri.
  3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
    Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
  4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).
  5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).
  6. Peradangan kandung kemih atau vagina.
  7. Osteoporosis (pengeroposan tulang).
    Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang:
    – kurus
    – merokok
    – mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
    – mengkonsumsi kortikosteroid
    – memiliki asupan kalsium yang rendah
    – jarang berolah raga.
    Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.
  8. Penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi.
    Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause.
    Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.

    Menopause

Diagnosa

Pada sekitar tiga per empat wanita, terjadinya menopause dapat diketahui dengan jelas. Untuk itu, biasanya tidak diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika menopause dimulai beberapa tahun sebelum usia 50 tahun atau jika gejala-gejala yang ada tidak jelas, maka dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memeriksa apakah terdapat kelainan yang dapat mengganggu periode menstruasi. Pada kasus yang jarang, jika menopause atau perimenopause perlu dipastikan, maka pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur kadar estrogen dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang menstimulasi indung telur untuk menghasilkan estrogen dan progesteron. Selain itu, pada pemeriksaan Pap smear bisa diketahui adanya perubahan pada lapisan vagina akibat perubahan kadar estrogen.

Pengobatan

Penanganan Secara Umum

Perhatikan makanan dan minuman apa saja yang tampaknya memicu terjadinya hot flash (misalnya kopi, teh, dan makanan pedas) dan hindari mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut untuk membantu mencegah terjadinya gejala ini. Tidak merokok dan menghindari stress juga dapat membantu meredakan hot flash dan memperbaiki kualitas tidur.

Gunakan pakaian berlapis, sehingga dapat dilepas jika wanita merasa panas dan dipakai jika ia merasa dingin, untuk membantu mengatasi hot flash yang dialami. Gunakan pakaian yang sejuk, misalnya pakaian dalam katun, sehingga dapat membuat lebih nyaman.

Olahraga secara teratur (terutama aerobik) dapat membantu mencegah atau meredakan hot flash dan memperbaiki kualitas tidur. Teknik relaksasi, meditasi, pijat, dan yoga juga dapat membantu mencegah atau mengatasi hot flash serta meredakan depresi, iritabilitas, dan kelelahan. Olahraga ringan (misalnya berjalan kaki atau jogging) serta mengkonsumsi kalsium dan vitamin D tambahan dapat memperlambat hilangnya densitas tulang. Olahraga rutin, terutama jika ditambah dengan makan makanan rendah kalori, lemak, dan kolesterol, juga membantu untuk menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol, dan mengurangi risiko aterosklerosis, termasuk penyakit jantung koroner.

Jika terjadi kekeringan pada vagina yang membuat hubungan seksual terasa nyeri, maka pemakaian pelumas vagina dapat membantu. Tetap berhubungan seksual secara aktif juga dapat membantu, yaitu dengan menstimulasi aliran darah ke vagina dan jaringan sekitar, serta dengan menjaga fleksibilitas jaringan. Senam Kegel dapat membantu mengendalikan kandung kemih. Senam Kegel dapat dilakukan dengan mengeratkan otot-otot panggul seperti saat sedang menghentikan aliran kencing.

Terapi Sulih Hormon

Tidak semua wanita pasca menopause perlu menjalani Terapi Sulih Hormon (TSH). Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan risiko dan keuntungan yang diperoleh dari pemakaian TSH dengan dokter. 

Pemakaian TSH biasanya bertujuan untuk:

  • Mengurangi gejala menopause yang tidak diinginkan
  • Membantu mengurangi kekeringan pada vagina
  • Mencegah terjadinya osteoporosis

    Beberapa efek samping dari TSH:
    – perdarahan vagina
    – nyeri payudara
    – mual
    – muntah
    – perut kembung
    – kram rahim 

  • Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintetis (dibuat di laboratorium). Estrogen sintetis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin diberikan kepada wanita menopause. Untuk mencegah hot flashes dan osteoporosis hanya diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Estrogen dosis tinggi cenderung menimbulkan masalah, antara lain sakit kepala migren.

    Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau tempelan kulit (estrogen transdermal). Krim estrogen bisa dioleskan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina (sehingga mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih) dan untuk mencegah timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

    Wanita pasca menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki risiko menderita kanker endometrium. Risiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen. Jika terjadi perdarahan abnormal dari vagina, maka perlu dilakukan biopsi lapisan rahim. Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi risiko terjadinya kanker endometrium.

    Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang mengalami :
    – atau pernah mengalami kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut
    – perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti
    – penyakit hati akut
    – penyakit pembekuan darah
    porfiria intermiten akut
    Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti-cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Untuk mengurangi depersi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti-depresi.

    Pemberian progesteron dengan estrogen

    Progesteron diberikan bersama dengan estrogen untuk mengurangi risiko terjadinya kanker endometrium. Biasanya estrogen dan progesteron diberikan setiap hari. Jadwal pemberian ini biasanya akan menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur pada 2-3 bulan pertama dari terapi, akan tetapi sesudahnya perdarahan biasanya akan berhenti.

    Pemberian estrogen dan progesteron juga bisa dilakukan secara bergantian; selama 2 minggu setiap hari minum estrogen lalu selama beberapa hari minum progesteron dan estrogen, kemudian beberapa hari di akhir bulan sama sekali tidak minum estrogen maupun progesteron. Dengan jadwal ini, perdarahan vagina terjadi pada hari dimana hormon tidak diminum. Progesteron tersedia dalam bentuk tablet atau suntikan melalui otot. Efek samping dari progesteron adalah perut kembung, sakit pada payudara, sakit kepala, perubahan suasana hati dan jerawat.

    Referensi

    – H, Susan L. Menopause. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

    http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/menopause/menopause.html?

    qt=menopause&alt=sh

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.