Masalah Tuba Fallopi

by -5 views

Masalah Tuba Fallopi

Masalah Tuba Fallopi
Masalah Tuba Fallopi
Sumber gambar : http://womenshealth.gov

Definisi

Tuba fallopi dapat mengalami sumbatan atau kerusakan, sehingga sel telur tidak dapat bergerak dari indung telur (ovarium) ke dalam rahim.

PENYEBAB

Penyebab gangguan pada tuba fallopi dapat berasal dari kondisi-kondisi yang ada sebelumya, antara lain :

  • Infeksi pada panggul, misalnya penyakit radang panggul
  • Penggunaan IUD jika menyebabkan infeksi pada panggul (jarang terjadi)
  • Usus buntu yang pecah
  • Pembedahan pada bagian panggul atau perut bagian bawah
  • Kehamilan ektopik pada tuba fallopi

Kondisi saat ini yang dapat menyebabkan sumbatan pada tuba fallopi, antara lain :

  • Cacat bawaan pada rahim dan tuba fallopi
  • Endometriosis
  • Fibroid pada rahim
  • Jaringan ikat yang menyebabkan perlengketan struktur-struktur pada rahim atau panggul

Gejala

Adanya gangguan pada tuba fallopi dapat menyebabkan masalah dalam kesuburan, karena sel telur mengalami hambatan saat bergerak dari ovarium ke rahim, maka sel telur yang telah dibuahi tidak dapat mengalami implantasi pada rahim.

Diagnosa

Pemeriksaan-pemeriksaan yang dapat digunakan untuk menentukan apakah tuba fallopi tersumbat atau tidak :

  • Histerosalpingografi. Foto sinar-x diambil setelah zat warna khusus disuntikkan melalui leher rahim. Zat warna tersebut akan menggambarkan bagian dalam rahim dan tuba fallopi. Tindakan ini dilakukan beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir. Histerosalpingografi dapat mendeteksi gangguan struktur yang dapat menyumbat tuba fallopi. 
  • Sonohisterografi. Larutan garam disuntikkan ke dalam bagian dalam rahim melalui leher rahim saat USG sehingga bagian dalam rahim menggembung dan kelainan yang ada dapat terlihat. Jika larutan garam mengalir ke dalam tuba fallopi, maka saluran tuba tidak tersumbat. Tindakan ini tampaknya lebih aman dibandingkan histerosalpingografi karena tidak membutuhkan radiasi atau suntikkan zat warna. Namun, hasil pemeriksaan ini bisa tidak selalu akurat.

Jika terdeteksi adanya kelainan di dalam rahim, maka rahim perlu diperiksa menggunakan alat yang disebut histeroskop. Alat ini dimasukkan melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim. Jika terdeteksi adanya perlengketan, polip, atau fibroid kecil, maka instrumen khusus dapat dimasukkan melalui histeroskop untuk menngambil jaringan abnormal yang ada, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan wanita dapat menjadi hamil.

Jika bukti-bukti menunjukkan bahwa tuba fallopi tersumbat atau wanita tersebut mungkin memiliki endometriosis, maka sebuah alat teropong kecil, yang disebut laparoskop, dimasukkan ke dalam rongga panggul melalui sayatan kecil di bawah pusar. Biasanya, tindakan ini dilakukan dengan bius total. Dengan alat ini, rahim, tuba fallopi, dan ovarium dapat langsung dilihat. Instrumen khusus juga dapat dimasukkan melalui laparoskop untuk menyingkirkan atau mengambil jaringan yang abnormal pada panggul.

Pengobatan

Terapi yang diberikan tergantung dari penyebabnya. Jaringan yang abnormal terkadang disingkirkan atau diangkat saat tindakan diagnosis (menggunakan histeroskopi atau laparoskopi).

Pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tuba fallopi akibat kehamilan ektopik atau infeksi. Namun, setelah operasi, kemungkinan terjadinya kehamilan kecil. Kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik lebih besar daripada biasanya, baik sebelum dan sesudah tindakan tersebut. Akibatnya, seringkali disarankan untuk dilakukan pembuahan secara in vitro.

Referensi

– R, Robert W. Problems With the Fallopian Tubes. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/infertility/problems_with_the_

fallopian_tubes.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.