Masalah Pada Sel Telur

by -3 views

Masalah Pada Sel Telur

Masalah Pada Sel Telur
Masalah Pada Sel Telur
Sumber gambar : http://www.abpischools.org.uk

Definisi

Masalah pada sel telur dapat berupa jumlah sel telur yang sedikit atau kualitas sel telur yang tidak baik.

PENYEBAB

Jumlah dan kualitas sel telur dapat mulai menurun pada usia 30 tahun atau bahkan lebih awal. Penurunan ini menjadi lebih cepat setelah usia 40 tahun. Tetapi usia bukanlah penyebab satu-satunya, kelainan pada indung telur (ovarium) juga bisa menyebabkan penurunan jumlah dan kualitas sel telur. Jumlah sel telur di dalam indung telur (ovarium) bisa menurun lebih awal pada kegagalan indung telur prematur (insufisiensi ovarium primer). Pada beberapa wanita, kelainan ini merupakan alasan mengapa seseorang memiliki periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi.

Gejala

Masalah pada sel telur dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Diagnosa

Beberapa wanita yang kemungkinan dapat mengalami masalah pada sel telur :

  • Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih tua
  • Wanita yang pernah menjalani operasi indung telur (ovarium)
  • Wanita yang memiliki respon yang buruk terhadap obat-obat kesuburan (misalnya gonadotropin) yang menstimulasi beberapa sel telur untuk menjadi matang dan dilepaskan

Diagnosa biasanya dikonfirmasi dengan mengukur kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone), yang memicu terjadinya ovulasi, serta kadar estrogen di dalam darah pada waktu tertentu saat siklus menstruasi.

Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon antimullerian, yang dihasilkan oleh struktur yang mengandung sel telur (folikel). Kadar hormon antimullerian yang rendah menandakan adanya jumlah folikel yang rendah.

Pemeriksaan ultrasonografi melalui vagina juga dapat dilakukan untuk melihat dan menghitung jumlah folikel. Jumlah folikel yang rendah menunjukkan bahwa kehamilan kurang mungkin terjadi setelah pembuahan in vitro.

Pengobatan

Berbagai terapi dapat diberikan tergantung dari kondisi dan usia wanita, misalnya terapi untuk mengatasi masalah ovulasi, seperti klomifen, penghambat aromatase, dan human gonadotropin. Jika seorang wanita berusia lebih dari 42 tahun atau jika jumlah atau kualitas sel telur menurun, maka dapat digunakan sel telur dari wanita lain (donor) untuk memperoleh kehamilan.

Referensi

– R, Robert W. Problems With Eggs. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/infertility/problems_with_eggs.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.