Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

By | April 3, 2021

Manfaat daun kelor untuk kesehatan

Manfaat daun kelor (Moringa oleifera) bagi kesehatan sudah banyak diketahui orang di berbagai belahan dunia. Tanaman herbal ini memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Tak heran jika banyak orang mengkonsumsi daun kelor untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Selain bermanfaat bagi kesehatan, tanaman kelor cukup mudah ditemukan karena tumbuh subuh di daerah tropis. Berikut adalah manfaat yang didapat dari mengkonsumsi kelor secara rutin.

Macam-macam manfaat daun kelor

  • Menurunkan kadar kolesterol

Kelor kaya akan mineral, salah satunya adalah kalium. Bahkan, kalium yang terkandung dalam kelor jauh lebih tinggi daripada pada pisang atau kentang. Mineral ini sangat penting untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tentunya selain mengkonsumsi kelor, kolesterol akan cepat turun jika dibarengi dengan istirahat cukup dan olahraga teratur.

  • Menyembuhkan anemia

Daun kelor mengandung kadar zat besi yang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi daripada zat besi pada bayam dan daging merah. Saat tubuh kekurangan zat besi, tubuh akan terasa lemas. Anda pun akan lebih rentan terkena anemia. Konsumsi daun kelor dapat memenuhi kebutuhan zat besi sehingga produksi hemoglobin terpenuhi.

  • Mencegah kanker

Daun kelor kaya akan antioksidan, termasuk vitamin dan enzim, yang berguna untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker. Antioksidan melindungi tubuh dari perubahan dan kerusakan sel. Mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan tinggi terbukti mampu menurunkan resiko kanker.

  • Mengatasi malnutrisi pada anak

Tanaman kelor kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan anak. Tak hanya sebagai sumber kalori, kelor juga mengandung berbagai macam protein, vitamin, dan mineral sehingga bagus untuk tumbuh kembang anak. Banyak anak, terutama pada usia 2 – 5 tahun, mengalami masa tidak nafsu makan. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berakibat pada malnutrisi di mana kecukupan gizi tidak terpenuhi. Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan nutrisi tambahan melalui suplemen ekstrak daun kelor.

  • Mencegah diabetes

Tanaman kelor mempunyai sifat antidiabetik sehingga dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah. Walaupun belum banyak studi klinis tentang manfaat kelor dalam menurunkan kadar gular darah, banyak penderita diabetes yang mengatakan bahwa kadar gula darah mereka turun setelah mengkonsumsi air rebusan kelor. Tetapi jika Anda mengkonsumsi obat penurun gula darah dari dokter, konsultasikan pada dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi air rebusan kelor.

Cara mengolah kelor

Ada beragam cara untuk mengolah kelor dan semuanya cukup sederhana dan mudah dilakukan. Kelor dapat diolah dengan cara dimasak atau dikonsumsi secara langsung. Berikut adalah beberapa cara mengolah kelor menjadi makanan dan minuman yang nikmat dan bermanfaat.

  • Teh kelor

Sejak manfaat kelor dikenal secara luas, sudah banyak pabrik yang mengolah dan memproduksi tanaman herbal ini dalam bentuk bubuk dan teh celup. Namun, Anda bisa saja membuat teh kelor dari daun kelor yang masih segar. Caranya cukup mudah. Untuk rasa dan kesegaran maksimal, pilih daun kelor yang masih muda atau yang berwana hijau muda dan terletak di dekat pucuk.

Sebelum digunakan, rendam dahulu daun kelor dalam air ntuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel. Kemudian, keringkan daun kelor di udara terbuka. Namun, hindari menjemur langsung di bawah terik matahari karena akan menghilangkan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Setelah benar-benar kering, tumbuk halus sampai menjadi bubuk. Simpan dalam wadah tertutup. Bubuk kelor siap diseduh dengan air hangat. Anda dapat menambahkan madu atau jeruk lemon untuk membuat rasanya semakin nikmat.

  • Air rebusan kelor

Jika membuat teh kelor dirasa agak merepotkan karena harus ditumbuk terlebih dahulu, daun kelor kering bisa langsung direbus. Siapkan air secukupnya lalu masak hingga mendidih. Masukkan daun kelor kering dan rebus kembali kurang lebih selama 5 menit. Saring air rebusan kelor sebelum diminum.

  • Jus kelor

Cara lain untuk mengkonsumsi kelor adalah dengan membuat jus kelor. Berbeda dengan teh kelor yang melalui proses pengeringan terlebih dahulu, jus kelor menggunakan daun kelor yang masih segar. Cuci beberapa helai daun kelor hingga bersih kemudian blender dengan air secukupnya. Saring ampasnya dan jus kelor siap diminum.

  • Sayur bening kelor

Selain dibuat minuman, ternyata daun kelor juga dapat dimasak sebagai makanan. Umumnya, daun kelor dimasak menjadi sayur bening. Pertama, rebus air dalam panci. Masukkan bawang putih, bawang merah, dan kencur. Kemudian masukkan seikat daun kelor yang sudah dicuci. Tambahkan sedikit saja garam dan gula. Koreksi rasa lalu sajikan.

  • Tumis kelor

Jika tidak suka dengan sayur berkuah, daun kelor bisa ditumis. Caranya sama dengan menumis sayuran lainnya. Panaskan sedikit minyak di wajan. Tumis bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit. Masukkan seikat daun kelor. Untuk penambah rasa, Anda bisa menggunakan sedikit kecap atau saos tiram. Tumis hingga matang.

  • Sebagai lalapan

Apabila tidak ingin repot, rebusan daun kelor dapat langsung dimakan sebagai lalapan. Seperti lalapan sayuran lainnya, lalapan kelor memenuhi kebutuhan serat yang dibutuhkan tubuh. Lalapan kelor juga dapat menetralisasi kadar kolesterol dari lauk pauk yang Anda makan.

Efek samping mengkonsumsi kelor

Walaupun sangat bermanfaat bagi kesehatan, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi antara lain diare, hipoglikemia, alergi, tekanan darah menurun, detak jantung melambat, dan kerusakan hati dan ginjal.

Karena itulah, bijaklah dalam mengkonsumsi kelor atau tanaman herbal lainnya. Daun kelor pada dasarnya aman asalkan dikonsumsi sesuai dosis atau tidak berlebihan. Hindari bagian akarnya karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa bagian ini mengandung racun. Apabila setelah mengkonsumsi kelor muncul efek negatif, hentikan memakannya. Segera kunjungi dokter jika kondisi tidak kunjung membaik.

Selain efek samping di atas, ada beberapa kondisi tertentu di mana sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi kelor yaitu saat hamil dan saat memiliki kondisi kesehatan tertentu. Pada wanita hamil, konsumsi tanaman kelor pada bagian bunga, akar, dan kayu sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kontraksi dan keguguran terutama saat usia kandungan masih muda atau pada trisemester pertama. Untuk bagian daun, belum banyak uji klinis yang dilakukan terkait aman tidaknya daun kelor bagi ibu hamil. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diumumkan, sebaiknya jangan mengkonsumsi daun kelor ketika mengandung.

Penderita diabetes dan hipertensi juga sebaiknya tidak mengkonsumsi kelor. Kandungan daun kelor dapat berinteraksi dengan beberapa diabetes dan hipertensi sehingga dikhawatirkan konsumsi kelor akan berpengaruh pada keefektifan obat.

Kesimpulannya adalah pada dasarnya daun kelor aman dikonsumsi asal dalam jumlah wajar atau tidak berlebihan. Jika Anda sedang hamil, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau sedang mengkonsumsi obat dari dokter, sebaiknya hindari dulu konsumsi daun kelor dan obat herbal lainnya. Dengan mengkonsumsi secara bijaksana, Anda dapat mengambil manfaat daun kelor dengan maksimal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.