9 Makanan Pendukung Fungsi Hati. Terhindar Dari Penyakit Liver dan NAFLD

By | February 12, 2021

9 Makanan Pendukung Fungsi Hati

Organ hati anda sangatlah bertanggung jawab dalam memecah karbohidrat untuk dijadikan sebagai glukosa, sekaligus membersihkan tubuh dari racun. Ia juga menyimpan nutrisi dan menciptakan empedu, yang nantinya diperlukan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari dalam makanan secara tepat.

Itu artinya, kesehatan organ hati bisa berefek pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebaliknya, disfungsi hati malah akan menyebabkan penyakit yang cenderung sukar untuk diobati, termasuk penyakit hati, gangguan metabolisme, hingga diabetes tipe-2.

Meskipun tidak mungkin untuk mengelola semua resiko di saat yang bersamaan, tetapi mendapatkan asupan makanan yang tepat tentunya dapat mendukung fungsi hati anda tetap optimal.

Daftar makanan pendukung fungsi hati

Lantas, makanan apa saja sih yang mampu meningkatkan fungsi hati kita sembari menjaganya dari penyakit? Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah daftar makanan yang harus anda dapatkan setiap harinya.

1. Kopi

Tak perlu heran, kopi memang sangat baik bagi hati anda karena mampu melindunginya dari masalah-masalah terkait termasuk penyakit hati berlemak. Fakta ini diulas oleh sebuah penelitian yang juga mencatat bahwa asupan kopi setiap hari dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit hati kronis seperti kanker hati yang ganas.

Bahkan kandungan kafeinnya yang berupa paraxanthine metabolit dapat menekan sintesis CTGF, yaitu faktor pertumbuhan jaringan ikat yang dapat memperlambat perkembangan fibrosis hati, sirosis alkoholik, dan kanker hati yang mematikan.

Kanker hati tidak boleh anda abaikan begitu saja, karena sudah menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian akibat kanker. Kaum pria 3 kali lebih beresiko terkena jenis kanker yang satu ini dibandingkan dengan wanita.

2. Oatmeal

Makanan yang dikemas dengan serat dapat membantu organ hati anda tetap bekerja sebaik mungkin. Oatmeal sendiri sudah mengandung serat dalam jumlah besar. Teman sarapan yang satu ini mampu mengurangi berat badan dan lemak perut, yang mana merupakan cara terbaik dalam mencegah penyakit hati.

Serat yang dimiliki oleh oatmeal berjenis beta-glukan. Sementara menurut sebuah penelitian di tahun 2017 yang diterbitkan di Internation Journal of Molecular Sciences melaporkan bahwa beta-glukan sangatlah aktif secara biologis dalam tubuh manusia.

Mereka akan membantu mengatur sistem kekebalan dan melawan peradangan, sehingga berkontribusi dalam mencegah dan mengobati penyakit diabetes dan obesitas. Kedua kondisi ini sudah terkait dengan kondisi organ hati yang abnormal, sehingga seringkali menjadi pemicu seseorang terkena penyakit berlemak hati non-alkoholik (NAFLD).

3. Bawang Putih

Senantiasa mengonsumsi bawang putih juga tentunya bisa mendukung fungsi hati anda yang sehat. Bahkan dalam sebuah penelitian di tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Advanced Biomedical Research mencatat bahwa sayuran tersebut mampu mengurangi berat badan dan kandungan lemak pada penderita NAFLD.

Meskipun NAFLD stadium awal biasanya tidak akan menyebabkan kerusakan, tetapi dalam jangka panjang malah bisa berbahaya. Ditandai dengan kadar lemak yang tinggi di hati, penyakit berlemak hati non-alkoholik ini dapat meningkatkan resiko masalah kesehatan yang serius lainnya, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal.

4. Buah Berry

Meskipun memiliki ukuran kecil, tetapi buah berry masih termasuk ke dalam jenis makanan sehat berkat polifenol yang dimilikinya. Asupan jenis antioksidan yang satu ini dapat melindungi hati anda dari fibrosis melalui penekanan aktivasi HSC seperti apigenin, EGCG, quercetin, icaritin, kurkumin, dan resveratrol.

Polifenol dalam bluberi juga mmampu membantu melindungi anda dari penyakit hati berlemak nonalkoholik, yang seringkali sejalan dengan obesitas dan kolesterol tinggi. Sebagai bonus, World Journal of Gastroenterology menyebutkan bahwa makan buah berry secara teratur dapat membantu merangsang sistem imun yang kuat.

5. Anggur

Baik dikonsumsi dalam bentuk buah utuh atau secara dijus, anggur masih bisa memberikan manfaat bagi hati anda, bersama dengan kemampuannya dalam menurunkan peradangan, mencegah kerusakan, dan meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh anda.

Terdapat sebuah penyakit hati terkait peradangan yang dikenal dengan sebutan hepatitis. Penyebab utama dari kondisi ini adalah virus, alkohol, racun, jenis obat tertentu, dan beberapa kondisi medis lainnya.

Untuk mengatasi hepatitis, selain harus mendapatkan resep dari dokter berupa obat antivirus, makanan yang mampu mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh pun harus anda dapatkan setiap hari. Bahkan ekstrak biji anggur saja sudah bisa menekan sintesis protein virus dari hepatitis C dan replika RNA-nya.

6. Jeruk Bali

Jeruk bali mengandung dua jenis antioksidan yang sangat ampuh, yaitu naringin dan naringenin. Kedua senyawa ini bisa membantu melindungi hati anda dari cedera dan mengurangi peradangan di saat yang bersamaan.

Alhasil, kedua jenis antioksidan berharga ini pun bisa mengurangi perkembangan fibrosis hati, atau suatu kondisi berbahaya di mana jaringan ikat yang berlebihan menumpuk di hati anda.

Fibrosis hati termasuk ke dalam jenis kondisi kesehatan yang berbahaya. Hal ini karena jaringan parut akan menggantikan sel hati yang sehat. Alhasil, ia pun akan merusak struktur internal organ hati dan mengganggu aliran darah. Tanpa cukup suplay darah yang masuk ke dalam sel hati yang masih sehat, maka akan lebih banyak jaringan parut terbentuk di sana.

7. Ikan Berlemak

Ikan berlemak dan jenis seafood lainnya sangatlah kaya akan asam lemak omega-3, yaitu jenis lemak sehat yang berperan dalam mengurangi peradangan. Lemak ini juga memainkan peran kunci dalam fungsi hati, karena bisa mencegah penumpukan lemak berlebih dan menjaga tingkat enzim normal di organ hati anda.

Kondisi ini tentunya sangat baik didapatkan oleh para penderita NAFLD, karena bisa mengurangi lemak di hati secara langsung. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, para peneliti menyarankan kita untuk senantiasa mendapatkan asupan ikan berlemak setidaknya 2 porsi per minggu. Jika tidak suka, suplemen minyak ikan juga bisa membantu.

8. Minyak Zaitun

Mengonsumsi terlalu banyak lemak memang tidak baik bagi organ hati anda, tetapi berbeda dengan jenis lemak sehat yang bisa anda temukan dalam minyak zaitun yang berupa lemak tak jenuh. Jenis lemak yang satu ini sangatlah berperan dalam mengurangi stres oksidasi dan meningkatkan fungsi hati di saat yang bersamaan.

Senyawa yang ditemukan dalam minyak zaitun ekstra-virgin telah dipelajari dan ternyata dapat membalikkan efek merugikan dari pola makan tinggi lemak, yang biasanya menjadi penyebab dan tanda-tanda seseorang terkena penyakit hati berlemak nonalkohol.

9. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan bisa dibilang menjadi camilan terlezat dan tersehat yang harus anda dapatkan jika ingin menjaga fungsi hati tetap normal. Kebanyakan kudapan ini mengandung asam lemak tak jenuh, vitamin E, dan antioksidan yang bisa membantu mencegah anda terkena NAFLD, sekaligus mengurangi peradangan dan stres oksidasi.

Terutama vitamin E yang bisa membantu para penderita penyakit hati berjenis NASH. Menurut sebuah pengobatan yang dilakukan selama 96 minggu memperlihatkan bahwa vitamin E mampu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh NASH tersebut, kecuali sirosis hati.

NASH yang memiliki kepanjangan non-alcoholic steatohepatitis merupakan bentuk lanjutan dari NAFLD yang bisa menyebabkan jaringan parut pada organ hati anda. Saking berbahayanya, kondisi ini bisa sangat mengancam jiwa jika tidak diatasi dengan layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.