8 Gejala Paru Paru Basah dan Pencegahannya

8 Gejala Paru Paru Basah Dan Pencegahannya

Diposting pada

Kamus Dokter8 Gejala Paru Paru Basah dan Pencegahannya – Paru-paru basah atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada paru-paru, baik salah satu ataupun keduanya. Infeksi ini pada kantung udara (alveoli) yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Kantung udara ini akan dipenuhi oleh cairan atau nanah yang bisa mengakibatkan batuk berdahak, menggigil, dan bahkan kesulitan bernafas.

Seperti diketahui, tingkat keseriusan penyakit paru-paru basah ini beraneka ragam. Dari mulai gejala yang ringan hingga bisa mengakibatkan kematian. Namun penyakit ini bukan hanya bisa menyerang orang tua, namun juga bayi, anak dan para remaja yag memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ciri-ciri paru-paru basah yang dirasakan penderita satu dengan lainnya seringkali berbeda-beda. Gejala paru-paru basah tersebut bisa saja ringan ataupun berat, tergantung dari penyebab, usia, serta kondisi imun tubuh seseorang.

Mungkin banyak di antara kita yang sudah tahu kalau paru-paru basah atau pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada salah satu bagian atau kedua paru-paru. Menariknya, para ahli memperkirakan setidaknya terdapat lebih dari 30 organisme berbeda, termasuk bakteri, virus, dan jamur, yang menjadi penyebab paru-paru basah atau pneumonia ini.

Penyebab, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Paru-Paru Basah

Ciri-ciri paru-paru basah memiliki tahapan yang bervariasi yang dimulai dari ringan hingga berat. Ciri-ciri paru-paru basah terlihat dari kondisi alveolus yang terisi cairan atau nanah yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Paru-paru basah pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan sebagian kecil kasus lain dikarenakan serangan virus. Pneumonia akibat bakteri dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik melalui diagnosis yang tepat oleh dokter.

Paru-paru basah menjadi penyakit yang mulai dinyatakan serius umumnya saat menjangkiti anak-anak dan seorang penderita penyakit paru yang sudah lama atau kronis. Untuk itu, vaksinasi pneumonia dapat diberikan agar terhindar dari jenis-jenis pneumonia dan penyakit mematikan lainnya.

Gejala paru-paru basah terlihat dengan kemunculan sejumlah gangguan, antara lain:

  1. Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk
  2. Batuk kering atau disertai dahak dan mengi
  3. Napas cepat dan kesulitan bernapas (asma)
  4. Demam, menggigil, dan sering berkeringat
  5. Nyeri otot
  6. Kehilangan nafsu makan
  7. Mual dan muntah
  8. Jantung berdebar

Bila sejumlah gejala tersebut muncul, segera hubungi dokter atau mencari pertolongan medis di klinik kesehatan terdekat. Disarankan juga untuk segera memeriksakan diri kepada dokter jika mengalami gejala-gejala lain berupa warna kulit membiru karena kekurangan oksigen, kerap merasa linglung, batuk berdarah, serta demam tinggi di atas 39 derajat celcius. Berikut ini jenis-jenis paru-paru basah berdasarkan penyebab umumnya.

1. Pneumonia akibat bakteri

Paru-paru basah karena bakteri dapat menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Bisa muncul begitu saja atau didahului oleh penyakit flu yang serius. Penyebab paling umum pneumonia bakteri adalah streptococcus pneumoniae. Bisa juga disebabkan oleh Chlamydophila pneumonia atau Legionella pneumophila.

2. Pneumonia akibat mikroplasma

Walau mikroplasma tidak tergolong bakteri dan virus, tapi organisme ini memiliki sifat kedua-duanya. Mikroplasma merupakan agen terkecil penyebab penyakit paru-paru basah ringan yang biasanya menyerang anak-anak dan dewasa muda.

3. Pneumonia akibat virus

Virus flu merupakan jenis virus yang paling banyak menyebabkan pneumonia, khususnya pada orang dewasa. Karena sifat virus yang mudah menyebar, maka pneumonia akhirnya juga dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan juga balita. Ini tentu berbahaya bagi mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah dengan jantung atau paru-parunya.

Walau pneumonia akibat virus umumnya tidak serius dan dapat disembuhkan kurang dari 1-3 minggu (jenis RSV), namun beberapa virus mampu memicu peradangan paru-paru yang sifatnya lebih parah (SARS). SARS merupakan sindrom pernafasan akut dan dapat menular seperti penyakit common cold. Penyakit ini juga terbilang sangat mematikan bagi orang lanjut usia.

Untungnya, pneumonia akibat virus biasanya tak separah dibanding yang disebabkan oleh bakteri. Gejala paru-paru basah akibat virus pun mula-mula bisa jadi sangat mirip dengan flu biasa yang disertai batuk kering. Namun ciri-cirinya bisa berkembang lebih lagi kalau tak segera diobati sehingga memicu munculnya sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, serta sakit otot.

Bagaimana Cara Mencegah Paru-Paru Basah?

Pencegahan paru-paru basah dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya, dengan tidak merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Namun tidak hanya itu, masih ada tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menjaga kebersihan demi menangkal penyebaran kuman. Mencuci tangan secara rutin demi menghindari penularan kuman dari orang yang satu ke lainnya atau ke benda yang disentuh.
  • Buanglah tisu atau alat pembersih lain yang memungkinkan kuman-kuman dapat tumbuh serta menyerang mulut dan hidung manusia
  • Menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin.

Mungkin itulah 8 gejala penyakit paru paru basah. gejala lainnya dari penyakit ini biasanya dimulai dengan hilangnya nafsu makan anda serta disertai dengan semakin menurunnya berat badan anda. Sehingga hal ini akan menyebabkan seseorang akan merasa lelah dan malas. Selain itu, gejala lainnya yaitu munculnya keringat dingin yang biasa keluar dari tangan dan juga kaki.

Dari paparan di atas, makan bisa disimpullkan bahwa paru-paru basah ini bukanlah penyakit yang sembarangan. Sehingga sangat penting bagi anda untuk mengenal dan mengetahui serta mewaspadai berbagai gejala dan ciri-cirinya dari sejak dini.

Jika anda mengalami gejala dan ciri-ciri di atas, maka sebaiknya anda segera konsultasikan diri ke dokter spesialis terdekat, agar penyakit ini bisa segera diatasi atau diobati sesegera mungkin.

 

Kata Kunci dari Pencarian:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *